Riontan

Riontan
Episode 222


__ADS_3

Bab 1


Seorang gadis baru saja turun dari mobil Kaka nya karena dia pergi bersama Kaka nya


"Ka aku duluan"Ujarnya karena Kaka nya masih didalam mobil


"Ya!"Jawab kakanya


Gadis itu bernama Nina, dia sekarang sudah kelas 11 di SMA taruna Nusantara


Baru beberapa langkah dia berjalan sudah 2 temannya yang bernama Rena dan Winda yang datang bersamaan


"Pagi pren!"Sapa Rena sambil menepuk pundak Nina


"Kamu sendirian aja?Kaka kamu mana?"Tanya Rena


"Dia masih di mobil"Jawab Nina hanya mengangguk kepalanya


"Bareng kekelasnya"Rengek Winda


Sambil berjalan menuju kelas mereka sambil berbincang-bincang atau menggosip kelas lainnya


"Oh ya katanya hari ini bakal ada anak baru yang pindahan loh"Ucap Rena


"Sekelas kita?"Tanya Nina dengan ekspresi penasaran


"Kemungkinan!"Jawab Rena santai


"Cowo atau cewe?"Tanya Winda


"Cowo lah!"Ucap Rena cepat


"semoga ganteng!"Ucap Winda sambil menangkup tangannya dan menatap keatas seperti berdoa


Mereka sampai kelas ternyata kelas masih sepi bahkan tidak siapa-siapa


"Kita kepagian atau emang masih libur sih?kok orang-orang gak ada?"Ucap Rena setengah berteriak


Baru mengucapkan itu teman-teman sekelasnya datang bahkan Kaka nya Nina juga datang tapi dia kelas 12,dia kekelas Nina hanya ingin melihat adiknya


"Akhirnya kalian datang"Ucap Winda tapi teman-temannya hanya nyengir kuda sedangkan Nina mendekati Kaka nya


"Kaka!"Sapa Nina dia juga berlarian kecil untuk mendekati Kaka nya,Nama Kaka Nina adalah Dafa


"Semangat sekolah yah"Ucap Daffa lembut sambil mengelus-elus kepalanya Nina membuat Rena dan Winda merasa iri pada Nina karena memiliki Kaka yang perhatian apalagi dia juga tampan


"Kaka juga!"Jawab Nina lalu dia tersenyum kuda menunjukkan gigi rapih dan nan putihnya


"Kalian jaga adik gua baik-baik yah"Ucap Daffa lalu dia tersenyum lembut pada Rena dan Winda


"Oke ka Daffa"Jawab Rena sambil mengacungkan jempol


"Kaka kekelas dulu yah!"Pamit Daffa pada adiknya dan Nina hanya mengangguk kepalanya lalu Daffa pergi, kemudian kedua temannya mendekati nya


"Kamu gak usah senyum-senyum"Larang Winda


"Kenapa?"Tanya Nina keheranan


"Jujur yah,aku sebagai cewe aja kaya suka liat kamu senyum apalagi cowo"Jawab Winda


"Coba kamu senyum"Suruh Rena lalu Winda menuruti


"Senyum lagi"Suruh Rena


"Lebih lebar"Suruhnya lagi dan Winda terus menuruti


"Kaya monyetttt"Ucap Rena tiba-tiba mereka langsung tertawa terbahak-bahak bersama

__ADS_1


"Nina! Winda!ayok kita cari bangku dan tempat duduk,kita harus dekatan yah gak boleh jauh-jauhan"Larang Rena lalu mereka mencari tempat duduk untuk mereka


Jam sudah menunjukkan pukul 8.45,Nina sedang fokus menulis karena jam pelajaran pertama gurunya kosong atau tidak masuk tapi kelasnya tetap diberikan tugas yaitu untuk menulis pelajaran yang ada dibuku namun, tiba-tiba saja dia kebelet ingin ke toilet


Nina sudah ingin berdiri tapi ditahan oleh Rena


"Mau kemana?"Tanya Rena


"Aku mau buang air kecil,kebelet banget"Jawab Nina


"Kami temenin yah"Tawar Winda tapi Nina menolaknya dan langsung berlari keluar kelas menuju WC sekolah


Tapi ketika dia sudah didepan toilet Nina mendengar tawa, cacian,makian dan siraman air tapi suara itu dia sangat kenal,namun Nina tidak berani masuk karena toilet pria jadinya dia hanya menunggu didepan pintu,sekitar 10 menit kemudian pintu terbuka ternyata yang keluar adalah Daffa kakanya sendiri dengan teman-temannya


"Kok kamu disini?bukannya kamu belajar?"Tanya Daffa dengan gugup karena terpergok oleh Nina


"Aku kebelet ka mau buang air kecil"Jawab Nina sambil menengok-nengok kedalam


"Apa yang terjadi ka didalam?"Tanya Nina sambil menatap wajah Daffa


"Kaka habis kasih pelajaran buat anak pindahan,dia anak dari pengedar narkoba tapi kok bisa masuk kesekolah kita yang bebas dari hal berbau narkoba tapi dia malah masuk kesini"Jelas Daffa


"Bahkan dia juga sering diperlakukan seperti ini disekolah nya dulu? jadinya kita cuma lanjutin aja sih sekaligus pertanggung jawaban atas perbuatan Papahnya"Ujar Daffa lagi lalu dia tertawa kecil


"Emangnya kamu gak tau Nina?bahkan satu sekolah sudah tau status anak pindahan ini yang bakal masuk kelas kamu"Tanya Juan temannya Daffa


"Aku tau kok kalau ada anak pindahan tapi gak tau kalau dia anak pengedar narkoba"Jawab Nina


"Sudah! lebih baik kamu buang air kecil dulu terus kamu kekelas"Suruh Daffa pada adiknya dan Nina menganggukan kepalanya lalu Daffa dengan teman-temannya pergi


Nina melihat jika Kaka sudah pergi dan dia menunggu orang yang dianiaya kakanya


Sekitar 10 menit Nina menunggu anak pindahan itu sambil sedikit mendumel,dia ingin masuk takut karena toilet pria jadinya dia hanya menunggu saja didepan pintu


"Kok gak keluar-keluar sih?apa dia kenapa-kenapa yah?"Ucap Nina panik


Pintu terbuka ternyata orang yang dia tunggu datang sambil berjalan dengan pincang bahkan kondisinya sangat miris tapi badannya tegak seakan-akan tidak mengalami penganiayaan bahkan seperti tentara yang tegap


Mereka saling tatap tapi dia berusaha untuk tidak menatap Nina karena menurutnya sudah banyak wanita yang dia temui bahkan wajahnya sama cantiknya dan polosnya seperti Nina tapi semuanya berhati busuk, pikiran buruk nya datang pada Nina


"Apakah wanita cantik ini datang untuk menindas ku juga?"Batinnya


Nina terlahir memiliki kemampuan bisa membaca pikiran.Jadi,dia bisa mendengar isi hati pria yang didepannya ini namun Nina juga merasa kasihan pada nya.Semuanya jelas bukan kesalahannya melainkan kesalahan Papahnya tapi dia harus menerima konsekuensi nya bahkan Kaka nya juga mengajak teman-teman nya untuk memukulinya


"Kamu gak papa?"Tanya Nina dengan lembut dia hanya diam


"Kamu gak bisu kan?"Tanya Nina dia masih diam menatap Nina


"Kamu gak kesurupan kan?"Tanya Nina lagi dan kali ini dia menggelengkan kepalanya


"Syukur lah"Ucap Nina dengan lega


"Kita ke UKS yuk!,aku bakal obatin kamu"Ucap Nina,dia masih diam bahkan tidak bergeming karena dia sering di bully jadi rasa kepercayaan nya pada orang lain jadi hilang


"Diam lagi?"Tanya Nina sambil membuang mukanya


Dia masih diam membuat Nina menjadi gemas lalu menarik tangannya tanpa meminta persetujuan nya terlebih dahulu


Dia hanya diam mengikuti Nina menuju UKS,Badannya basah kuyup dan kotor juga bahkan tubuhnya tadi dipukuli dengan gagang pel oleh Kaka Nina dan teman-temannya,tanpa merasa jijik Nina membawa nya menuju UKS bahkan dia takut jika pria ini akan melahirkan diri


Tangan dingin Nina terus menggenggam tangan pria itu bahkan ada beberapa siswa yang melihat itu tapi Nina merasa bodo amat tujuan hanya satu yaitu membawa pria ini ke UKS lalu mengobatinya


Mereka sampai ke UKS lalu Nina memanggil dokter UKS untuk segera mengobati siswa pindahan itu tapi ketika dokter itu melihat siswa baru itu yang tampak kotor bahkan basah kuyup dia hanya menatap dingin tanpa mau mendekat lebih jauh


"Anak ini tidak niat sekolah"Batin dokter tapi Nina mendengarnya


"Saya akan memberikan obat dan kamu obati diri kamu sendiri"Suruh dokter itu sambil memberikan obat pada siswa baru itu

__ADS_1


Setelah memberikan obat pada siswa itu dokter pun masuk lagi ke ruangan pribadi miliknya meninggalkan nya begitu saja


Tangan siswa baru itu penuh dengan luka pasti akan sangat sulit bagi nya untuk mengobati dirinya.Jadi,Nina berisiatip untuk mengobati luka-luka siswa baru itu


"Kamu gak bakal bisa obatin diri kamu sendiri"Ucap Nina sambil duduk disisi ranjang dia juga mengambil obat-obatan yang diberikan dokter tadi


"Aku bisa sendiri"Ucap siswa baru itu


"Gak usah sok bisa!"Ucap Nina dengan tegas membuatnya takut pada Nina


Nina lalu mengeluarkan obat-obatan dari kotak obat lalu mulai mengobati siswa pindahan itu dengan fokusnya


Dia hanya diam menatap Nina yang sedang fokus mengobati luka-luka nya


"Apakah dia menyukai ku?Tidak mungkinkan ?aku seorang anak pencandu narkoba bahkan pengedar"Dia membatin tapi dia mendengar ucapan nya yang tidak logis itu dan dengan sengaja Nina menekan luka nya sampai dia mengaduh kesakitan tapi Nina malah tertawa kecil


"Sakit"Ucap Siswa baru itu tapi dia hanya menatap sekilas lalu kembali mengobati luka-luka nya lagi


"Aku minta maaf yah"Ucap Nina tanpa menatap pria yang ada didepannya


Dia bingung karena Nina tiba-tiba minta maaf padanya tanpa kesalahan apapun


"Kamu anak baru disini yah?"Tanya Nina tapi kali ini dia menatap siswa itu


"Iyah"Jawabannya dengan terbata-bata


"Nama kamu siapa?"Tanya pria itu sambil menatap Nina dengan kepala miring


"Ku Nina,Kamu?"Tanya Nina ikut memiringkan kepalanya


"Zayyan Arxena tapi kamu bisa panggil aku Zayyan"Jawab nya


Nina tersenyum lalu kembali menegakkan kepalanya begitupun dengan Zayyan


"Kamu pasti tau kenapa aku bisa di pukulin sama mereka kan?"Tanya Zayyan lalu Nina menganggukan kepalanya


"Aku kira dengan cara aku pindah aku bakal bisa bebas sama seperti murid-murid yang lainnya"Ucap Zayyan dan Nina menghela nafasnya perlahan


"Sebenarnya aku sempat mau bunuh diri karena pembullyan yang luar biasa ini"Ucap Zayyan lalu dia tersenyum kecut sambil menundukkan kepalanya


Entah kenapa Zayyan bisa dengan mudah bercerita pada Nina padahal Nina termasuk orang baru yang kenal


"Memangnya dengan cara bunuh diri semua selesai?Waktu terus berjalan dan kasus Papah kamu pasti akan hilang"Nasehat Nina dengan ekspresi serius


Zayyan menatap Nina dia tersenyum tipis menatap Nina yang menatap nya tajam karena Nina kesal mendengar Zayyan ingin bunuh diri


"Orang yang memberi nasehat belum tentu tau bagaimana rasanya jadi orang yang dinasehati, walaupun perkataan kamu benar tapi tetap saja jadi aku berat yang ada dipikiran ku cuma mati dan semuanya selesai" Perkataan Zayyan berhasil membuat Nina terdiam,yang dikatakan Zayyan memang benar


"Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah tapi ruangan yang pertama ku masukin adalah UKS"Ujar Zayyan sambil terkekeh tapi Nina diam,tawa zayyan bukan karena lucu melainkan rasa luka yang teramat yang dia alami selama ini


"Aku merasa Nina beda dengan gadis yang biasanya bahkan aku bisa menceritakan kisah pilu ku pada nya dengan mudah"Batin Zayyan ,Nina tersenyum mendengar suara hari Zayyan


"Kenapa senyum?"Tanya Zayyan sambil mengangkat alisnya


Nina menggelengkan kepalanya dengan cepat bahkan dia juga menggembungkan pipinya yang memang sifat Nina seperti itu,apalagi jika dengan Kaka nya


"Nina kamu gak takut tolongin aku? soalnya semua orang pasti akan menilai jelek kamu nanti"Tanya Zayyan


"Sudahlah kalau mengikutin penilaian orang jelaslah gak bakal kelar"Ujar Nina lalu dia mengangkat alisnya


"Katanya kamu nanti bakal masuk kelas 11 IPA kan?"Tanya Nina lalu Zayyan menganggukan kepalanya


"Semoga aku lama yah disini"Ucap Zayyan penuh dengan harapan


"Harus!semangat yah"Ucap Nina memberi semangat


Nina kembali fokus mengobati luka-luka Zayyan lagi

__ADS_1


"Padahal aku kotor dan basah kuyup tapi dia sama sekali gak ngerasa jijik sama aku bahkan dokter UKS aja jijik sampai gak mau obatin aku"Batin Zayyan


Nina mendengar Zayyan yang sedang membatin memuji nya hanya tersenyum


__ADS_2