
Seminggu berlalu
Rio mulai frustasi dia belum menemukan dimana Gemia tapi ketika dia melihat istri dan anak-anak pasti semangat nya akan bangkit lagi
Intan sedang mengurusi Serena yang rewel membawanya keluar sedangkan Rio disuruh Intan menjaga Cio yang tidur ditengah-tengah kasur nya
Rio memoto Cio yang sangat menggemaskan tidur sambil memeluk handuk milik Rio yang tadi digunakan Rio mandi
"Lucu banget sih Cio?"Ucap Rio lalu Rio ikut tiduran dibelakang Cio tapi Cio berbalik dan kakinya mengenai wajah Rio
"Astaga Cio"Ucap Rio sambil tertawa dia juga menjauhkan kaki Cio dari wajahnya
Intan masuk tapi hanya sendirian karena Serena sudah dia tidurkan di kamarnya
"Ay"Panggil Intan dan Rio buru-buru berdiri lalu memeluk intan
"Kamu kenapa?"Tanya Intan yang melihat Rio bersikap manja padanya
"Hari ini kita jalan-jalan yuk"Ajak Rio
"Anak-anak kita sudah pada tidur lagian juga Kaka aku mau kesini dengan anak-anak nya juga ka Riel juga"Ucap Intan dan Rio menggoyangkan-goyangkan tubuh intan sambil menghentakkan kakinya seperti anak kecil
"Kenapa sih mereka harus datang?mana pas anak-anak kita lagi pada tidur aku mau dimanja-Manja Ay"Rengek Rio tapi kepalanya masih dibahu intan
"Kamu itu setiap hari manjanya Ay mana pernah gak sih?"Ucap Intan
"Mau full time kata dulu Ay dimanjain nya gak kaya sekarang cuma malam aja bahkan malam aja aku dicuekin karena kamu tidur duluan"Ucap Rio sambil memanyunkan bibirnya
"Bayi gede aku ngomel?nanti kalau Cio sudah bisa ngomong pasti dia ngomel nya kayagini nih"Ucap Intan
"Mau dimanjain Ay"Rengek Rio
"Aku belum sarapan suapin Ay"Rengek Rio
"Iyah-iyah aku ambil makanan dulu dibawah yah nanti aku balik lagi"Ucap Intan
"Gak mau"Ucap Rio manja
"Loh katanya belum makan tapi kok aku mau ambil makanan malah gak mau?"Tanya Intan
__ADS_1
"Aku mau makan kamu"Ucap Rio lalu dia menatap intan dan mencium pipi intan
"Masih pagi Ay bahkan Cio ada dikasur kita"Ucap Intan
"Kan aku ditolak"Ucap Rio lalu Rio berpura-pura menangis didepan intan membuat intan geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya
"Ay kenapa manja banget sih?"Tanya Intan
"Aku emang manja Ay kan mulai dari dulu"Ucap Rio dengan bibir manyun
Intan merapikan rambut Rio sambil mengelus pipi Rio dengan lembut
"Kamu dulu gak manja lebih kenyebelin bahkan suka cari perkara sama aku"Ucap Intan
"Benarkah?kayanya itu bukan aku deh"Ucap Rio tidak mau mengakui kesalahannya
Intan menjadi gemas pada Rio lalu dia menangkup wajah Rio sambil menggoyangkan nya
"Untung sayang Ay kalau gak ku jadiin sop kamu"Ucap Intan
"Emang kamu bisa bikin SOP?"Tanya Rio
"Gak bisa"Ucap Intan membuat Rio tersenyum
"Mau Ayyyy"Ucap Intan dan Rio menggendong Intan seperti monyet lalu keluar kamar menuju dapur
Mereka sudah didapur lalu Rio menurunkan intan dan dia mulai mengambil bahan-bahan untuk membuat pancake stroberi,intan ikut membantu Rio tapi dia hanya mengambil buah stroberi nya dan mencuci nya saja bahkan dia memakan buah stroberi nya
"Coba rasain Ay manis"Ucap Intan sambil menyuapi Rio dan Rio membuka mulutnya menerima suapan intan
"Iyah manis"Jawab Rio
Rio sedang memasukkan bahan-bahan kedalam satu wadah tapi intan menatap Rio dengan tatapan hangatnya membuat Rio jadi salah tingkah
"Ay jangan ditatap gitu nanti aku lupa bahan-bahan nya"Ucap Rio
"Aku tatap muka suami aku yang tampan"Puji Intan sambil tersenyum membuat mengulum senyumnya
"Ay aku tadi kan sebelum sibuk urusin anak-anak aku liat video yang dimana aku kaya baper sama video nya"Ucap Intan
"Video apa?"Tanya Rio cepat
__ADS_1
"Aku liat orang baru nikah dan mereka jalan-jalan gitu dijalan tapi masih pakai baju pengantin terus mereka liat sepasang kakek nenek yang jalan sambil gandengan terus cowo nya bilang,hari ini nikah dan hari ini kita lihat masa depan kita,sambil ngeliatin kakek nenek yang masih mesra itu"Ucap Intan
Rio lalu mencium kening istrinya sambil tersenyum manis
"Kita juga akan seperti itu Ay,bahkan ketika kamu dinyatakan meninggal aku ngeliat diriku seperti om Gio yang masih sendiri sampai sekarang"Ucap Rio
"Pernikahan kita hampir 3 tahun dan kita masih kaya orang yang masih pacaran"Ucap Rio
"Terkadang aku kerja gak sempat kasih kabar ke kamu,gak sempat pulang makan siang aku mau nangis sangkin kangen nya ke kamu tapi waktu aku gak ada"Ucap Rio
"Aku berterima kasih karena kamu sudah buat aku jatuh cinta setiap hari tanpa kata bosan"Ucap Rio lalu Rio mentoel hidung intan dengan terigu basah
"Ayyyyy"Teriak Intan lalu Rio menundukkan wajahnya menatap intan bahkan Rio mendekatkan wajahnya ke intan
"Aku sangat takut kehilangan kamu melebihi aku takut mati Ay"Ucap Rio
Tatapan Rio sangat dalam membuat intan yang salah tingkah sendiri bahkan wajah nya memerah karena malu
Lalu Rio melanjutkan membuat adonan pancake nya sedangkan intan diam tapi tangannya melingkar dipingganya Rio
Rio meminta intan membuka tepung nya lagi dan dia membukanya tapi ketika intan membukanya ternyata tepungnya malah berhamburan keluar tubuh intan juga penuh dengan tepung membuat Rio tertawa terbahak-bahak sedangkan intan terdiam dengan tubuh penuh dengan tepung
"Ay aku kotor"Adu intan tapi Rio masih tertawa
"Ayyyy"Panggil Intan meninggi Rio mulai menghentikan tawanya
"kamu mau jadi adonannya?"Tanya Rio dan dia menjadi kesal dan mencoret wajah Rio dengan tepung tadi
"Ayyy kan kotor jadinya aku harus mandi lagi nanti"Ucap Rio
"Biarin aja jadi aku mandi ada temannya"Ucap Intan membuat Rio tersenyum nakal
"Mandi bareng?"Tanya Rio
"Iyah"Jawab Intan lalu intan memeluk tubuh Rio dan tubuh Rio juga terkena terigu
"Hmmm senyaman ini Ay ada dipelukan kamu pantes aja Cio sering tidur digendongan kamu"Ucap Intan dengan mata terpejam
"Tapi Serena gak malah dia jual mahal sekarang ke aku"Ucap Rio
"Mungkin dia ngerasa kamu buat Cio aku buat dia"Jawab intan
__ADS_1
"Siapa yang ajarin gitu?Aku untuk semuanya dan kamu juga untuk semuanya gak boleh ada pemikiran kayagitu"Ucap Rio
"Nanti dulu peluk nya Ay aku mau lanjutin bikin adonan nya dulu"Ucap Rio lalu intan melepaskan pelukannya dan Rio melanjutkan membuat adonan pancake nya