Riontan

Riontan
Episode 158


__ADS_3

Disisi Tio


Tio sedang berdiri menyambut para pengunjung ke aquarium ikan tempatnya berkerja


Sampai Tio bertemu dengan seorang wanita tapi tatapannya sangat dingin dia melewati Tio begitu saja bahkan Tio senyum padanya tapi dia menatap Tio pun tidak


"Sabar"Ucap Tio pelan tapi Tio menatap perempuan itu dan dia menatap dileher wanita itu ada tatto kupu-kupu


"Muka dingin mana tomboy lagi tapi tatto kupu-kupu"Ucap Tio lalu dia geleng-geleng kepala


"Tapi tatto nya kaya gak asing"Ucap Tio lagi sambil berpikir sejenak lalu dia mengangkat bahunya


Tio melanjutkan perkerjaan nya lagi menyambut para pengunjung yang datang


Tapi jam sudah menunjukkan jam istirahat dan dia meninggalkan tempatnya menuju ruangan istirahat dan Tio kembali bertemu dengan wanita tadi


Wanita itu sedang berdiri dengan wajah datarnya menatap orang-orang yang sedang mondar-mandir didepan nya


"Seperti nya mencurigakan"Ucap Tio lalu dia mendekati Perempuan itu


"Hay"Sapa Tio tapi dia malah pergi meninggalkan Tio membuat Tio sangat kebingungan lalu Tio juga pergi menuju ruangan istirahat nya


Disisi Rio


Rio, Prince dan Willy sedang duduk bersama di taman mansion Rio setelah bermain basket tadi mereka langsung kesana


"Saya penasaran dengan Gemia ini bagaimana bisa dia menukar mayat intan dengan anjing dengan pengawasan yang sangat ketat bukankah itu sangat cerdas"Ucap Willy


"Om bantu Rio untuk dapatin Gemia"Ucap Rio


"Aku harus dapatin dia karena dia cukup bahaya kalau dibiarkan di luar sana"Ucap Rio lagi


"Gini saja bagaimana kalau kamu lepas kan Gema apa mungkin dia muncul?"Tanya Willy


"Melepaskan gema?mustahil om! aku membiarkan dia hidup sampai sekarang cuma dia pernah baik dengan istri ku jaman dulu"Ucap Rio


"Sampai kapan kamu akan tetap menawan Gema?"Tanya Willy


"Sampai rasa dendam ku puas,om dia penyebab kecelakaan aku dan Papi"Ucap Rio


"Sampai kapan?"Tanya Willy tapi Rio diam tidak bisa menjawab pertanyaan Willy


"Kamu tau Rio?saya dulu juga bukan orang baik dan itu semua cuma karena cinta saya juga sama seperti Gema"Ucap Willy


"Om beda!karena om sahabat Om Arka makanya dia maafin om sedangkan Gema bukan siapa-siapa aku"Ucap Rio


"Tapi dia sahabat istri kamu kan?"Tanya Willy

__ADS_1


"Begini saja kamu tentukan sampai kapan kamu akan menawan dia atau kamu liat lagi sikap dia apa pantas untuk bebas dan hidup normal?"Ucap Willy


Rio diam lalu dia menatap Prince yang dari tadi hanya diam disampingnya


"Kalau Gemia kita harus kita dapatkan bahkan nanti Om akan suruh Para Om turun tangan untuk dapatkan dia"Ucap Willy lagi


"Rio lu gak mau kasih apapun untuk Tio padahal dia sudah sangat baik dengan intan bahkan sejak dulu"Ucap Prince


"Gua udah pikirkan itu"Jawab Rio


Disisi Intan


Intan dan Tiara sedang berdebat merebutkan buah stroberi milik intan sedangkan Gabriel hanya diam menatap mereka berdua


"Ini punya ku Kaka jangan diambil dong"Ucap Intan


"Kaka tamu intan wajar kan Kaka mau ini dan kamu harus jadikan tamu sebagai raja"Ucap Tiara


"Tapi gak gini juga, stroberi ku cuma sisa segini kalau Kaka makan aku nanti ngemil apa dong?"Tanya Intan


"Kan bisa beli"Jawab Tiara


Gabriel langsung mengambil stroberi yang mereka rebutkan itu lalu menyumpalkan kedalam mulutnya membuat Tiara dan intan melongo menatapnya


"Puas!"Ucap Gabriel dengan mulut penuh dengan stroberi


"Mamah pulang"Ucap Niash mengajak Gabriel pulang


"Mamah pulang!"Ajak Hellen pada Tiara


"Mulut Mamah kenapa penuh gitu?"Tanya Dania sambil menuju mulut Gabriel lalu dia menatap Tiara dan intan tatapan kesalnya


"Kamu kenapa sayang?"Tanya Willy dan Gabriel menguyah makanan dimulutnya menelannya dengan susah payah


Gabriel lalu berdiri dan memeluk pinggang Willy


"Mereka by berantem aja dari tadi pusing aku"Adu Gabriel


"Berantem?astaga setelah intan sembuh ingatan malah seperti dulu lagi?"Ucap Willy


Tiara menatap Prince dia tersenyum tapi Prince geleng-geleng kepala melihat istrinya


"Ayo pulang Boo"Ajak Prince dia berdiri lalu menghampiri Prince mereka semua berpamitan dan pergi


Rio duduk disampingnya intan dia merapikan rambut istrinya sambil tersenyum manis


"Kenapa diam Ay?aku gak marah kok"Ucap Rio

__ADS_1


"Malah aku senang dengar nya karena sebelum ingatan kamu pulih jadi ada jarak gitu dengan Tiara karena dia terus sedih lihat kamu tapi hari ini sudah seperti dulu lagi"Ucap Rio lalu intan menatap Rio


"Adik kaka wajar berantem Ay"Ucap Rio lagi


"Bukan itu Ay"Jawab intan


"Terus apa?"Tanya Rio


"Stroberi kita habis"Ucap Intan


"Aku belikan dulu yah"Ucap Rio


"Nanti aja kalau kamu pergi aku cuma sendirian disini soalnya anak-anak kita masih tidur kan?"Ucap Intan lalu Rio mencium-cium pipi intan dengan gemas


Rio lalu menatap wajah intan dengan tatapan cintanya begitupun dengan intan lalu intan menyandarkan kepalanya di bahu Rio


"Apapun alasannya dan rintangan nya cukup aku yang bersandar nyaman dibahu kamu Ay"Ucap Intan


"Iyah"Jawab Rio lalu mengelus rambut Intan lalu intan menegakkan kepalanya


"Aku mau periksa anak-anak dulu masa mereka tidur lama banget?"Tanya Intan lalu dia berlari kecil menuju lantai atas lalu Rio mengejarnya


Tapi ternyata Serena belum bangun tidur dia masih tertidur pulas mungkin gara-gara dia tadi menangis lalu intan dan Rio pergi lagi menuju kamar mereka untuk melihat Cio


Ternyata Cio sudah bangun dia duduk sambil bermain anduk nya Rio dan Rio berlari lalu memeluk putranya


"Anak Daddy sudah bangun ternyata"Ucap Rio lalu dia merebahkan Cio lagi


"Ikut sini Ay"Ucap Rio dan intan ikut merebahkan tubuhnya di samping mereka



"Gemesnya Daddy"Ucap Rio lalu mencium-cium pipi Cio sedangkan intan hanya tertawa melihatnya


"Kamu bayangin Ay kalau Cio sudah besar gimana?"Tanya Intan


"Kalau dia sudah benar?dia harus jadi laki-laki yang baik dan harus jagain Serena"Ucap Rio


"Aku juga bakal jagain Serena aku gak mau ada laki-laki brengsek dan ngajakin dia pacaran dan sakitin hati dia,bayangin nya aja aku takut Ay"Ucap Rio lagi


"Punya anak perempuan itu ketakutan nya berkali-kali lipat Ay,karena aku pernah jadi cowo brengsek mangka nya aku takut aku kena karma atas perbuatan ku"Ucap Rio lagi


"Mungkin aku bakal lebih posesif ke Serena ketimbang Cio"Ucap Rio


"Aku ngerti kok Ay,aku juga gak mau Serena kaya aku atau kata Alice"Ucap Intan


"Tapi aku bakal didik dia jadi anak yang baik kok dan aku juga bakal kasih tau siapa yang sudah lahirin dia biar gak ada rahasia nantinya"Ucap Intan lagi Rio menganggukan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2