
Disisi Intan
Intan sedang asik makan stroberi diruang makan bersama para kakanya tapi dia kedatangan tamu dia adalah Gema dengan ramah Tiara menyuruh Gema masuk dan menyuruhnya bergabung bersama di Ruang makan
Gema membawakan pancake stroberi yang di beli di toko kue sebelum datang tadi
"Kamu tau dimana aku disini Gem?"Tanya Intan
"Aku tadi tanya ke penjaga rumah kamu mereka bilang kamu gak ada jadi aku kesini aja langsung ternyata dugaan aku benar"Ucap Gema
Gabriel menatap Gema dengan teliti membuat Tiara menyenggol tangan nya Gabriel
"Kenapa?"Tanya Tiara tanpa suara
"Gak tau aura nya bikin gak enak"Jawan Gabriel tanpa suara juga
"Oh Iyah mansion kamu udah dibikinin Rio minimarket kan?"Tanya Gabriel
"Iyah Ka soalnya aku kan sering ngemil jadi dia bikinin deh"Ucap Intan padahal Rio tau itu dari Indra jika dia ingin ada minimarket di mansionnya
"Dimakan dong ntan"Ucap Gema sambil menyodorkan pancake beliannya
"Oke"Jawab Intan dan dia mulai ingin memasukan pancake itu kedalam mulutnya tapi tiba-tiba saja mulanya datang lagi dia langsung berlari menuju ke dapur
Gabriel dan Tiara langsung mengejar intan sedangkan gema hanya diam ditempat
Intan memuntahkan semua isi perutnya sedangkan kedua kakanya memijat-mijat pundak nya intan
"Kenapa bisa mual gitu?perasaan kamu kemarin makan pancake buatan suamiku gak sampai muntah gini malah habis banyak"Ucap Tiara
"Gak tau ka rasanya gak enak banget tadi"Ucap Intan
"Udah kamu istirahat aja yah"Ucap Gabriel
"Iyah Ka"Ucap Intan dan dia bawa kekamarnya dulu pas tinggal dia mansion Prince dan Gema juga ikut masuk
"Maafin aku yah gara-gara aku kamu jadi lemes gini"Ucap Gema
"Gak papa mungkin bawaan anak aku aja kok"Jawab Intan
Rio datang dengan Prince dia langsung kaget melihat intan terbaring lemas di ranjang tapi ketika dia ingin mendekat intan langsung melaranganya sambil menangis
Rio tidak bisa berkata-kata lagi sambil mengusap wajahnya dengan gusar karena intan melarang nya mendekatinya padahal dia sangat panik dengan keadan intan
"Ayy aku cuma tau keadaan kamu kenapa malah sampai nangis gitu gak mau aku dekatin?"Tanya Rio
"Intan kenapa?"Tanya Prince
__ADS_1
"Intan tadi muntah gara-gara pancake bawaan nya Gema"Ucap Gabriel
"Kok bisa?bukannya kemarin lahap aja makan pancake buatan aku?"Tanya Prince
Mereka semua nya diam mereka juga tidak tau kenapa bisa intan muntah
"Lu lebih baik keluar"Usir Rio pada Gema
"Loh aku kesini buat jengukin intan"Ucap Gema
"Jengukin atau malah bikin dia sakit?atau lu kasih sesuatu ke pancake itu biar istri gua kenapa-napa"Ucap Rio
"Gua gak sejahat itu ke intan"Ucap Gema
"Benarkah?kenapa gak lu cobain aja dulu pancake bawaan lu tadi"Ucap Rio
"Masih ada kan pancake nya?"Tanya Rio pada Riel dan Tiara dan mereka menganggukkan kepalanya
"Prince ambilin pancake nya"Suruh Rio
"Kok gua?"Ucap Prince
"Terus siapa lagi?"Tanya Rio dan prince menurut dia mangambil pencake itu
Prince datang dengan panceka yang gema bawa tadi dan Prince menyerahkannya ke Gema
"Habiskan"Suruh Rio
"Cepat makan atau gak gua paksa"Ucap Rio dengan wajah seriusnya
Gema lalu memakannya dengan santai bahkan sampai habis
"Puas?"Tanya Gema
"Gua datang dengan niat baik tapi lu seakan-akan gak liat niat baik gua"Ucap Gema
"Niat baik? niat baik yang bertujuan"Ucap Rio
"Pergi dari sini atau gua usir paksa dengan tidak terhormat"Ucap Rio
Gema hanya diam lalu menatap intan yang hanya dengan wajah pucat nya lalu pergi tanpa sepatah kata pun
Wajah Rio masih marah bahkan dadanya menggebu-gebu karena sangkin marahnya
"Lu kenapa harus tersulut emosi sih?"Tanya Prince
"Tunggu Rio udah bisa jalan?"Tanya Gabriel yang baru sadar Rio berdiri tanpa tongkat
__ADS_1
"Iyah aku udah bisa jalan walaupun harus pincang"Ucap Rio
"Aku dulu kaki patah sampai berbulan-bulan baru bisa jalan lagi kamu kok perasaan cuma sebulan lebih udah bisa jalan"Ucap Gabriel bingung
"Aku juga tau tadi tiba-tiba aja bisa jalan"Ucap Rio
Tiara menatap pakaian Prince dan Rio dia menatap baju Rio yang ada bercak darahnya karena dia mengenakan baju abu-abu
"Itu darah kan?"Tanya Tiara dengan ragu-ragu
Rio langsung menatap bajunya dan benar jika dibajunya ada bercak-bercak merah
Intan hanya diam sambil memeluk selimut nya
"Aku tadi minum jus buah naga makanya ada merah-merah gini ya kan Prince?"Ucap Rio minta dibela oleh Prince
"Iyah Booo tadi kami habis minum jus tapi Rio teledor terus jusnya tumpah di meja tapi syukurnya gak tumpah ke baju nya"Ucap Prince dan dia hanya menggut-manggut saja
"Ayyy kamu gak seneng liat aku bisa jalan?"Tanya Rio pada intan tapi ekspresi wajah intan hanya bersikap cuek pada Rio
Rio hanya bisa gigit jari melihat ekspresi cuek intan pada nya
"Gua mau minum!"Ucap Rio lalu dia pergi tapi siapa sangka ada tangan yang menahannya melingkar dipingganya
"Kamu minum aku bakalan tinggal di mansion ka Prince sampai lahiran"Ancam Intan tapi Rio bukannya takut malah dia tersenyum seminggu berlalu dia tidak pernah dapat memeluk intan dan sekarang intan memeluknya
"Iyah"Jawab Rio
"Tapi jangan cuekin aku lagi Ay"Pinta Rio
"Aku mau aja gak cuekin kamu tapi rasanya kalau aku baikin kamu rasanya hati ku kesel kalau cuekin kamu rasanya puas"Jawab Intan dan dia juga ingin melepaskan pelukannya tapi Rio menahannya
Prince, Gabriel dan Tiara melewati mereka seakan-akan tidak perduli dan pergi meninggalkan mereka
"Cuekin aku puas?"Tanya Rio tidak percaya
"Aku gak tau tapi rasanya emang gitu kok"Jawab Intan
"Misalanya aku loncat ke jurang kamu puas gak?"Tanya Rio
"Kamu mau aku jadi dan anak kita jadi yatim?"Tanya Intan
"Aku pengen peluk kamu,cium kamu sama kaya dulu lagi Ay"Ucap Rio
"Aku mau tiduran lagi"Ucap Intan dan menarik paksa tangannya dari tangan Rio lalu pergi menuju kasurnya dan dia menyelimuti tubuhnya dan mencoba tidur
Rio hanya bisa menghela nafasnya melihat sikap istrinya pada nya
__ADS_1
"Nyesel gua buat intan hamil"Batin Rio
"Kalau tau hamil itu bisa gini ngidamnya gua gak bakal hamilin dia,dalam perut aja udah bikin gua pusing apalagi keluar nanti?"Ucap Rio membatin