
Nissa menepuk pundak Tiara dengan wajah sedihnya lalu dia menggeleng kan kepalanya membuat semuanya langsung terkejut apa yang dia maksud kan Nissa
"Apa maksudnya ty?"Tanya Prince dengan wajah khawatir nya
"Ty jawab aku"Ucap Prince karena Nissa hanya diam
Nisa menatap Mommy Lala yang ada disamping kanannya
"Katakan saja Nissa biar kami tau"Ucap Mommy Lala lembut pada Nissa
"Intan mengalami pendarahan yang hebat Tante tapi kamu bisa selamat kan putra Rio tapi tidak dengan intan"Ucap Nissa membuat Tiara langsung berteriak memanggil nama intan bahkan dia histeris mendengar adiknya dinyatakan tidak selamat oleh Nissa
"Adik ku bee"Ucap Tiara sambil histeris bahkan dia hampir tidak bisa berdiri tapi Prince memeluknya
Mommy Lala juga menangis dipelukan Riko dia sudah menganggap aku intan layaknya anak nya sendiri sebelum dia menikah dengan Rio
"Kalian bisa lihat putra Rio nanti tapi hanya bisa dilihat dari jauh karena keadaannya juga sangat lemah karena terlahir prematur"Jelas Nissa
"Nissa apa gak ada cara lain agar intan bisa balik ke kami?"Tanya Prince
"Aku bukan tuhan Prince,aku hanya bisa membantu tanpa bisa mengembalikan nyawa orang yang sudah pergi"Ucap Nissa
Rio datang dengan Frans dan juga Indra wajahnya tidak semurung tadi karena dia sudah mempersiapkan kejutan untuk intan nanti
Senyumnya hilang ketika melihat orang-orang menangis
Rio juga membawa paperbag yang isinya boneka hello Kitty kesukaannya intan
"Bagaimana operasi nya!"Tanya Rio berusaha berpikir positif pada operasi intan
"Anak kamu selamat Rio"Ucap Nissa membuat Rio langsung tertawa kecil hati nya berbunga-bunga karena dia sudah menjadi ayah
"Tapi intan pergi karena melahirkan anak kamu Rio!"Teriak Tiara bahkan tatapannya sangat tajam pada Rio
Ekspresi Rio langsung berubah dia terdiam bahkan menundukan kepala nya karena mendengar ucapan Tiara barusan,Indra dan Frans juga kaget mendengar berita ini
"Nona?"Ucap mereka berdua sama-sama sangkin tidak percayanya
__ADS_1
"Pasti ini prank lagi kan dari istriku?"Ucap Rio berusaha tidak positif pada semuanya tapi matanya berkaca-kaca menahan tangis
"Prank lagi kan?pasti semuanya prank kan?istriku wanita kuat tidak mungkin dia pergi tinggalin aku"Ucap Rio sambil tersenyum tipis
"Rio intan sudah pergi dan anty harap kamu bisa terima semuanya"Ucap Nissa membuat Rio langsung sesegukkan menangis sambil menundukkan kepalanya
"Ayyy"Panggil Rio lirih memanggil nama intan
Suster keluar membawa bayi Rio dan intan dengan tabung bayi,bayi Rio sangat kecil bahkan hanya sebesar botol mineral berukuran sedang,Rio menahannya dia menatap wajah anaknya lalu menangis lagi
"Kita kehilangan wanita kita"Ucap Rio pada bayi nya masih belum mengerti apapun
"Maaf tuan kami harus bawa dia keruang khusus karena kondisi nya sangatlah lemah"Ucap Suster Rio menganggukan kepalanya lalu bayinya dibawa pergi lagi
"Ty boleh aku bertemu dengan istriku?"Tanya Rio pada Nissa
"Silahkan Rio"Ucap Nissa dan dia buru-buru masuk kedalam ruangan intan
Rio melihat intan yang sudah bersih bahkan dia tutup dengan kain
Rio memeluknya sambil menangis dengan hebatnya
"Ay anak kita lahir kamu tega tinggalin dia bahkan dia sangat kecil dan kamu tega tinggalin dia Ay?"Tanya Rio sambil menggoyangkan tubuh intan
Rio menangis didadanya intan dengan hebatnya dia benar-benar tidak percaya akan kehilangan intan
"Ay kamu jahatt"Ucap Rio pada intan yang sudah tidak bernyawa itu
Rio terjatuh dia berlutut disamping intan sambil menangis dia sekarang tidak berdaya akan kepergian intan
"Ay anak kita mirip denganku apa kamu tidak mau memeluknya?"Tanya Rio
"Bahkan dia lahir tepat ditanggal disama dengan kamu"Ucap Rio
"Ayyyy"Panggil Rio lirih bahkan siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa kasihan padanya sekarang
"Aku memang tidak berhak di cintai Ay?sampai kamu pergi tinggalin aku gini?"Tanya Rio
__ADS_1
"Kamu janji ke aku tapi kamu bohong Ay"Ucap Rio
"Kamu tinggalin aku,aku gak bisa kalau tanpa kamu"Ucap Rio
"Bangun Ay,elus rambutku,cium aku,peluk aku sekarang aku butuh itu dari kamu"Ucap Rio tapi intan diam tidak ada bergerak sama sekali
"Dunia benar-benar sangat menyeramkan sekarang Ay kalau tanpa kamu dan aku sudah bersumpah akan mendonor kan mataku ke rumah sakit ini kalau kamu sudah pergi karena dunia gelap kalau tanpa kamu"Ucap Rio sambil terus menangis di sampingnya intan
"Bangun Ay"Suruh Rio dia memeluk kaki Brangkar intan sambil terus menangis
"Anak kita lahir kan kamu pergi?ini benar-benar takdir yang menyakitkan"Ucap Rio
"Ayang bangunnnnnn"Teriak Rio dengan lantangnya diruangan intan
Tiara masuk dengan Prince juga dia langsung memeluk intan bahkan dia tidak sengaja menendang Rio karena sangkin tidak perduli ya
"De bangun sekarang kenapa kamu pergi?kamu harus sama Kaka gak boleh ikut sama ayah bunda,kamu harus sama Kaka De"Ucap Tiara sambil menggoyang-goyangkan tubuh Intan
"De kamu bilang kan kalau kamu bakal terus sama Kaka tapi kenapa kamu malah pergi gini?adik ku bukan pembohong kan?"Ucap Tiara dia menangis didadanya intan dengan hebatnya
Prince membantu Rio berdiri dia juga mengelus belakang nya Rio karena dia juga pernah diposisi Rio dulu
"Gua gak tau apa yang bakal gua lakuin sekarang"Ucap Rio sambil terus menatap intan
"Lu harus bisa tegar lagi demi anak lu Rio,dia memang kehilangan Mommy nya tapi dia gak pantas buat di telantar kan"Ucap Prince
"Gua jadi Daddy Prince tapi gua juga jadi duda"Ucap Rio dia lagi-lagi meneteskan air matanya
Rio memperlihatkan tangannya pada Prince
"Tangan ini yang gua gunakan buat genggam tangan istri gua setiap harinya nanti gua gak bisa pegang apapun dan itu sangat menyeramkan karena dunia akan menyeramkan tanpa genggaman tangan istriku Prince"Adu Rio pada Prince dan dia memeluk Rio lalu Rio menangis dipelukan Rio
Prince hanya diam sambil terus memeluk sahabatnya sejak kecil itu
"Tolong gua Prince,balikin istri gua,gua bakal kasih apapun buat lu kalau lu balikin dia ke gua"Ucap Rio
"Tolong gua Prince"Ucap Rio memohon pada Prince
__ADS_1
"De bangun kalau gak Kaka bakal ambilin kamu tutup panci dan centong biar kamu bangun sama kata dulu"Ucap Tiara
"Kaka gak mau kamu tinggali Kaka kaya gini de"Ucap Tiara dia terus menggoyangkan tubuh kecil Intan yang sudah kaku bahkan dingin itu