Riontan

Riontan
Episode 180


__ADS_3

Cio sudah selesai mandi dia hanya memakai boxer hitam tanpa memakai baju apapun sedangkan Nuna masih di ruang ganti


Nuna keluar dia terdiam sejenak melihat Cio sudah tiduran di ranjang dengan hanya menggunakan boxer bahkan telanjang dada,Badan sexy Cio terlihat oleh Nuna


Cio yang tadi fokus pada ponselnya sekarang beralih menatap Nuna


"Makan yuk!aku lapar"Ajak Cio dia turun lalu mendekati Nuna dia menarik tangan Nuna menuju ruang makan


Dengan semangat Cio membawa Nuna makan bahkan sesekali dia menoleh lalu tersenyum layaknya anak kecil


Ketika sampai Cio pun menyiapkan kursi untuk Nuna mereka makan dia berdampingan


"Mau yang mana?biar aku ambilkan"Tawar Cio dengan lembut pada istrinya


"Aku bisa sendiri"Jawab Nuna tegas membuat Cio hanya tersenyum kecut dan fokus pada makanan yang akan dia makan


"Makanan kesukaan kamu selain donat apa?"Tanya Cio agar selama makan tidak hanya bunyi piring dan sendok yang bersahutan


Tapi Nuna tidak menjawabnya dia hanya fokus pada makanan nya


"Aku suka bakso pedas dan pasti Jordi yang akan mengantarkan aku kesana tapi sayang Jordi gak suka pedas"Jawab Nuna tiba-tiba membuat Cio hanya terdiam seribu bahasa


"Tempat yang ku sukai adalah pantai dan kali ini kesukaan ku dengan Jordi sama,makanya kalau kami liburan pasti akan kepantai berdua"Sambung Nuna


Cio hanya angguk-angguk sambil terus memasukkan makanan kedalam mulutnya


"Kenapa dia gak marah?bahkan gak mendumel didalam hatinya?"Nuna membatin


"Apa kamu suka ikan?"Tanya Cio santai seakan-akan Nuna yang membahas Jordi tadi tidak mempengaruhi nya


"Kamu suka pantai kan?dan aku suka berbagai ikan bahkan sejak didalam perut, kapan-kapan kita jalan-jalan yah ke aquarium ikan"Ajak Cio dengan senyum manisnya


"Ya sudah makan lagi!biar kamu tidur nyenyak dan siapa tau bisa ketemu Jordi kan?"Ucap Cio membuat Nuna tersedak


"Pasti Jordi juga lagi kangen sama kamu"Ucap Cio lagi sambil melap bibir Nuna dengan tisu


"Stop!"Bentak Nuna


"Loh kenapa?kan kamu suka kalau bahas Jordi?makanya aku juga harus suka bahas dia"Ujar Cio


"Kalau kamu bahas dia aku kesel"Ucap Nuna dan Cio tersenyum


"Bahas Jordi gak akan bisa kenyang lebih baik cepat makan lagi"Suruh Cio dan Nuna menurut dia pun mulai makan lagi


Setelah makan mereka pun kekamar lagi tapi kali ini Cio tidak seperti tadi,dia hanya berjalan santai tanpa ekspresi diwajahnya


Cio langsung merebahkan tubuhnya bahkan menutupi tubuhnya dengan selimut membelakangi Nuna

__ADS_1


"Semoga bermimpi bertemu Jordi"Ucap Cio tanpa menoleh ke Nuna yang sudah merebahkan tubuhnya juga disamping nya Cio


Nuna tidur menghadap bokongnya Cio dan bahkan Nuna mengelus belakangnya Cio


"Selamat Malam berci"Ucap Nuna dan Cio menoleh menatap Nuna dan mereka sekarang saling berhadapan


"Aku sudah bilang kan?jangan memanggilku Berci"Tegur Cio


"Aku tetap menganggap kamu adik ku Berci sama seperti dulu"Ucap Nuna dengan tenang membuat Cio menggertak giginya karena lagi-lagi Nuna hanya menganggap nya adik


Cio langsung meraih dagu Nuna dengan kuat sampai Nuna terkejut


"Sekali lagi kamu sebut aku adik kamu!habis kamu"Ancam Cio dengan sorot mata elangnya menatap Nuna


"Aku hanya mencintai Jordi bukan kamu Cio"Jelas Nuna


Cio sangat marah dan dia mendorong Nuna sampai terjatuh ke lantai


Nuna meringis tapi Cio tidak perduli kemarahan sudah membutakannya


"Brengsek!"Sentak Cio dengan lantang


"Dari tadi aku tahan kemarahan ku Nuna tapi kamu makin kesini makin kurang ajar"Ucap Cio sambil menunjuk Nuna yang masih ada di lantai sedangkan Cio ada di atas ranjangnya


"Kamu sangat kasar!"Ucap Nuna pelan bahkan matanya sudah mengeluarkan air mata


Cio kembali keposisinya awal dan merebahkan tubuhnya tanpa menolong Nuna


Nuna meringis dan menangis tapi dia menahan suara agar tidak terdengar oleh Cio


Cio tidak menahan dirinya untuk tidak memperdulikan Nuna dan dia pun bangun dan langsung menggendong Nuna ke ranjang


"Istirahat lah!"Suruh Cio dengan ekspresi wajah bersalah


"Apa ada sakit?biar ku antar"Ajak Cio


"Lebih aku mati dari pada aku harus sembuh dan nanti kamu sakiti lagi"Jawab Nuna dan Cio bukannya marah dia malah mengelus rambut Nuna dengan lembutnya


"Istirahat lah,jangan mendebat ku lagi"Ucap Cio dengan lembut


"Aku akan mengambil cuti kuliah untuk kita honeymoon nantinya"Ucap Cio


"Aku gak mau di sentuh kamu"Ucap Nuna sambil menepis tangan Cio dari nya


"Baiklah aku gak akan menyentuh kamu dan bahkan mengambil keperawanan kamu"Ucap Cio sangat lembut pada Nuna


"Aku akan tidur disofa"Ucap Cio dan dia berdiri fan berjalan menuju sofa baru saja ingin duduk Nuna memanggilnya

__ADS_1


"Jangan lupa pakai selimut"Ucap Nuna dan Cio menganggukan kepalanya dan dia pun berdiri lagi untuk mengambil selimut di lemari


2 jam berlalu Nuna dan Cio sama-sama belum tidur mereka hanya saling diam di tempat mereka


Tapi tiba-tiba saja lampu kamar Cio mati dan suara teriakan Cio memenuhi ruangan itu membuat Nuna ikut panik mendengar suara Cio yang seperti ketakutan


Nuna berjalan mendekati Cio di kegelapan itu sampai kaki nya menendang sofa tapi dia menahan rasa sakit dan sampai dia menemukan Cio


Cio langsung memeluk Nuna dengan eratnya bahkan wajah Cio berada di dada Nuna


Nuna merasa jika pipi Cio basah karena menangis tapi dia tidak bisa melihat apapun karena gelap


"Mommy"Ujar Cio dengan lirih


"Berci kamu masih takut sama kegelapan?"Tanya Nuna tapi Cio tidak menjawabnya dia hanya terus memanggil Mommy nya


Sampai lampu menyala dan benar saja jika Cio menangis sambil memeluk Nuna dengan eratnya


"Mom Cio takutttt jangan tinggalin Cio lagi"Ucap Cio dengan lirih membuat Nuna tertegun melihat suami kecilnya


"Jangan takut yah disini aku kok"Ucap Nuna menenangkan Cio


Cio melongak menatap wajah Nuna dan kembali mempererat pelukannya sambil mencium-cium dada Nuna


Nuna sangat tidak tega melihat Cio dan dia memeluk Cio sambil mengelus rambut nya dengan lembut


Cio mengalami panik attack tadi pada saat lampu mati tadi


"Balon ku ada lima...


Rupa-rupa warnanya...


Merah kuning kelabu


merah muda dan biru...


meletus balon hijau dorrr!


hatiku sangat kacau..


balon ku tinggal empat


ku pegang erat-erat.."Nyanyi Nuna untuk menenangkan Cio bahkan Nuna menyanyikan itu di telinganya Cio dengan pelan


"Jangan takut lagi yah"Ucap Nuna dengan lembut agar panik attack nya Cio benar-benar hilang


Cio menganggukan kepalanya pelan dengan ekspresi wajah seperti anak kecil

__ADS_1


"Bagaimana bisa aku menganggap kamu sebagai suami ku Berci?kalau kamu aja sama seperti 14 tahun yang lalu"Batin Nuna


__ADS_2