Riontan

Riontan
Episode 206


__ADS_3

3 jam berlalu


Operasi sudah selesai dan operasi berjalan dengan lancar tapi Nuna kehilangan banyak darah tapi syukurnya stok darah untuk Nuna tersedia banyak dan Nuna juga hanya menunggu sadar tapi tidak diketahui kapan


Cio menyeka air matanya mendengar kondisi Nuna tapi King selalu ada untuk menenangkan Cio


Nuna masih belum bisa di jenguk namun kaca lebar yang langsung melihat Nuna dari luar di buka oleh perawat membuat mereka bisa melihat Nuna


Berkali-kali King mendengar Cio menghela nafas berat membuat King merasa tidak nyaman melihatnya


"Cio lu yakin mau bawa dia pulang? " Tanya King dan Cio menganggukkan kepalanya


"Dia istri gua kenapa lu tanya kaya gitu? apa yang lu tau selama gua gak sadar tadi? " Tanya Cio


"Gak ada" Jawab King


Nyonya Figo berdiri disamping nya Cio tapi matanya menatap Nuna yang sedang terbaring tidak sadarkan di brangkar rumah sakit sedangkan Tuan Figo masih berdiri dibelakang mereka


"Kalian benaran menikah? " Tanya Nyonya Figo lembut pada Cio


"Liatlah di jari manis Nuna ada cincin pernikahan kami dan aku juga memakainya" Jawab Cio lalu dia memperlihatkan nya pada Nyonya Figo


"Dan jangan harap kalian bisa mengambilnya dari ku, karena dia milikku" Sambung Cio tegas pada Nyonya Figo


"Sejak kapan kalian menikah" Tanya Nyonya Figo


"Hampir sebulan" Jawab Cio membuat Nyonya Figo tersenyum


"Tapi kenapa kata Juan, Nuna adalah pacarnya? " Tanya Nyonya Figo


"Nuna istriku bukan istri siapapun" Ucap Cio


"Berhentilah bertanya hal bodoh padaku" Sambung Cio karena pertanyaan Nyonya Figo sejak tadi membuatnya kesal


"Tapi aku ingin anda mendoakan kami agar kami bahagia"Pinta Cio dan kali ini dia menatap Nyonya Figo


" Saya akan mendoakan yang terbaik untuk kamu dan Nuna"Jawabnya


"Tapi aku ingin tahu kenapa kalian bisa bilang jika Nuna adalah anak kalian? " Tanya Cio


Dia pun menceritkan semuanya sampai kronologi bayinya yang menghilang begitu saja waktu di rumah sakit


"Kenapa hanya 3 tahun kalian mencarinya? lalu kalian anggap dia hilang begitu saja? " Tanya Cio


"Dan sekarang dia sudah memiliki suami kalian ingin mengambilnya? bukan kah itu kurang ajar? " Sambung Cio


"Dia sudah hidup sulit sejak dia kecil dan ketika bertemu kalian dia mungkin merasa tidak membutuhkan itu" Tambah King


"Aku akan tetap membawa nya pulang di negara tempatnya lahir" Ucap Cio

__ADS_1


"Sehebat apapun kalian menghalangiku tidak akan mempan" Sambung Cio


"Sejak tadi kalian benar-benar sangat tidak tahu sopan santun" Ucap Tuan Figo sambil mendekati istrinya


"Apa kalian anak keluarga Dhekson? atau Wijaksono? jika bukan lebih baik jangan sok hebat disini" Ucap Tuan Figo lalu King maju


"Kalian mengenal keluarga itu ternyata? " Tanya King sambil tersenyum


"Kenalkan nama saya King Aiden Dhekson sedangkan Sepupu saya ini adalah Arbecio Dirgantara Wijaksono" Ucap King memperkenalkan dirinya sedangkan Cio hanya diam


Mereka berdua lagi-lagi terkejut melihat siapa 2 Laki-laki didepannya ini


"Jadi bagaimana? Nuna menikahi putra sulung dari Wijaksono"Ucap King lagi


"Ada pertanyaan lagi? " Tanya King dengan wajah tengil nya


"Kalian anak-anak dari keluarga besar itu? " Tanya Tuan Figo


"Memangnya kenapa? " Tanya King


"Keren yah? emang keluarga ku keren sih" Jawabnya sendiri atas pertanyaan nya


"Sudah King" Tegur Cio


"Loh kenapa? dia tadi ingin meremehkan kita kan? sekarang dia tahu kita siapa" Jawab King


"Memangnya dia tidak merasa jika wajahku sangat mirip dengan Papi ku Prince? " Ujar King


Mereka terdiam dan Cio tiba-tiba saja berlari kecil lalu dia masuk kedalam ruangan Nuna


"Nuna! " Ucap Cio ternyata Cio melihat Nuna membuka matanya ternyata benar


Cio tentu sangat senang melihat Nuna sudah sadarkan dirinya dengan sangat cepat


"Akhirnya kamu sadar Nuna" Ucap Cio dengan mata berkaca-kaca menatap Nuna


"Kamu juga sudah sadar? " Tanya Nuna lemah pada Cio


"Maafkan aku Nuna karena gak bisa melindungi kamu tapi malah kamu yang melindungi ku" Ucap Cio tapi Nuna menggelengkan kepalanya


"Aku mau pulang Berci" Punya Nuna lemah


"Iyah-iyah kita akan pulang Nuna tapi tunggu kamu sehat yah" Jawab Cio


"Jika akan pulang yah" Sambung Cio lagi


"Aku menikahi wanita hebat dan kuat karena dia ditembak 3 peluru tapi belum 5 jam dia sudah sadar kan diri" Batin Cio


"Kamu disini gak papa kan? " Tanya Cio

__ADS_1


"Aku gak mau disini bawa aku pulang Berci"Pinta Nuna lirih bahkan matanya berkaca-kaca


" Aku gak mau menikah dengan Juan apalagi jadi anak mereka"Ucap Nuna yang di maksud adalah Nyonya dan Tuan Figo


"Juan juga sudah membunuh Jordi Berci dan dia juga yang sudah ingin menbunuh kamu tapi syukurnya kamu selamat" Sambung Nuna


"Iyah-iyah Nuna sekarang kamu jangan banyak bicara dulu yah soalnya luka kamu masih sakit kan" Ucap Cio padahal dia kesal Nuna menyebut nama Jordi


Cio mencium kening Nuna dengan perlahan Nuna mengangkat tangannya untuk menyentuh kepalanya Cio


"Bawa aku pulang Berci" Pinta Nuna lagi


"Iyah kita akan pulang Nuna" Jawab Cio lembut


Mereka yang diuar melihat Nuna dengan Cio pun diam melihat keduanya


"Lihatlah apa kalian masih ingin memisahkan mereka? mereka saling mencintai" Ucap King


"Kalau kalian benar orang tua pasti tidak akan mungkin kan kalian memisahkan mereka" Sambung King


"Kamu tak sudah ikut campur" Suruh Tuan Figo


"Ingat pak Tua jika anda masih kekeh ingin memisahkan mereka ingat apa yang akan kami lakukan ke anda" Ancam King


"Saya tidak takut" Jawab Tuan Figo


"Baiklah" Ucap King


Cio memencet bel agar dokter datang memeriksa Nuna tidak beberapa lama dokter datang Cio disuruh menunggu di luar


"Keadaan nya baik? " Tanya King pada Cio


"Sangat baik! dia memohon supaya gua bawa dia pulang" Jawab Cio


"Apalagi! kita bawa saja pulang, biar ka Hellen yang jadi dokter nya nanti" Ucap King


"Kondisi masih lemah King jika alat-alat itu di lepas bisa kita sampai dengan mayat Nuna" Ucap Cio


"Loh kata lu tadi sangat baik" Ucap King


"Kan yang kita lihat" Ujar Cio dan King angguk-angguk kepalanya


"Apa putri ku benar-benar sudah membaik? " Tanya Nyonya Figo lembut


"Baik Mah bahkan dia sudah bisa berbicara dengan lancar walaupun masih lemah" Jawab Cio


"Tapi aku mohon kalian jangan mendesaknya dia seperti ketakutan jika kalian terus mengatakan dia anak nya" Ucap Cio pada Nyonya Figo


"Kenapa dia takut? apa kamu yang sudah menjelek-jelekkan kami? " Tuduh Tuan Figo

__ADS_1


Tapi Cio tidak menghiraukan nya malah dia hanya melihat Nuna lewat kaca dan ternyata Nuna tersenyum padanya


__ADS_2