
Disisi Prince dan Rio
"Lu mau tau kenapa gua mau nginep disini?"Kata Prince sambil menyeruput kopi nya
"Lu pasti mau pantau gua kan?"Jawab Rio dan dia menatap Hellen dan king yang sedang berkejaran
Prince menganggukan kepalanya
"Gua tau awal-awal pernikahan tanpa cinta itu pasti sulit"Ucap Prince
"Apalagi hutabene nya lu masih mencintai Alice walaupun lu tau Alice gak pernah anggap lu"Ucap Prince
"Lu pantas dapat yang lebih baik bro"Kata Prince
"Tapi gua ngerasa Alice yang lebih pantas buat gua"Ucap Rio dan dia menatap prince
"Perlu gua ingatin ke elu Rio,lu udah tanam benih ke intan jadi lu harus hargai dia sebagai istri lu kalau sampai lu sakiti dia gua pastiin gua sendiri yang bakal hajar lu"Ucap Prince dengan serius
"Apa yang menurut lu pantas dan baik belum tentu itu pantas bro"Kata Prince
"Tapi hati gua cuma buat Alice apa yang lakuin ke intan itu kecelakaan"Sergah Rio
"Rio Wijaksono bukan cowo brengsek dia orang yang pasti akan mempertanggung jawabkan perbuatannya karena itu Rio sahabat gua"Ucap Prince
"Jangan terlalu bilang gak mau nanti lu bucin liat aja gua orang pertama yang bakal ketawain lu"Ucap Prince dia tersenyum
"Gua bucin sama intan?mustahil bahkan rasanya jijik dekat dia karena jodoh gua Alice bukan intan"Batin Rio
"Lu gak mau Rio punya anak-anak kaya gua?King umurnya udah 5 tahun sedangkan si Hellen 7 tahun lu gak mau gitu duduk gini sama istri lu sambil liat anak-anak kejar-kejaran gitu?"Tanya prince sekaligus ingin membuka pikiran Rio
"Gua mau aja asalkan itu Sam Alice dan anak-anak gua sama dia"Jawab Rio didalam hati
"Si kembar udah 10 tahun Dania 9 tahun kan?"Ucap Prince
"Buang jauh-jauh pikiran sama Alice dan liat lu liat aja intan sekarang"Nasehat Prince pada Rio
"Gua masuk dulu"Ucap Rio dan dia berdiri lalu pergi masuk
Prince diam sambil menatap Rio yang semakin menjauh
Disisi intan dan Tiara mereka berdua sedang asik berbicara macam-macam hal sampai Rio datang tapi intan tak peduli begitupun dengan Rio dia berjalan terus menuju kamar nya
"Muka Rio kaya lagi kesel?"Ucap Tiara
__ADS_1
"Mungkin dia lagi gak mood ka,Kaka kan tau ka Rio gimana orangnya"Bela intan untuk Rio
"Aku kurang tau sifat Rio"Ucap Tiara sambil menatap keatas karena dia sedang mengingat-ingat
Prince datang dengan Hellen dan king juga
"Bee?"Panggil Tiara sambil berjalan mendekati Prince dan memeluknya
"Rio kamu apain sampai mukanya kaya gitu tadi?"Tanya Tiara
"Aku cuma ngobrol santai aja tapi dia aja lagi tegangan tinggi"Jawab Prince
"Ntan lebih baik kamu samperin suami kamu sana siapa tau dia butuh kamu"Suruh Prince
Intan hanya mengangguk kepalanya lalu naik ke atas menuju kamar Rio
Ketika intan masuk kamar dia menutup kamarnya dia melihat Rio sedang duduk ditengah-tengah ranjang sambil memainkan ponselnya
"Siapa suruh lu masuk kamar gua?"Tanya ketus Rio
"Ka Prince yang suruh"Ucap Intan santai dia berjalan ke sofa lalu dia tiduran disana
"Kok aku jadi kangen Gema yah?dia lagi apa sekarang?"Tanya intan pada dirinya sendiri
"Ka Rio kita makan ice cream yuk kaya dulu"Ajak intan siapa tau Rio tidak akan kasar lagi padanya
Rio hanya diam tak menjawab ajakan intan bahkan dia hanya fokus pada ponselnya
"Ka Rio"Panggil intan tapi Rio tak geming
"Ka Rioooooooooo"Panggil intan dengan O yang panjang
"Apa sih hah berisik banget?lu bisa diam gak sih?mau gua kurung dikamar mandi hah?"Bentak Rio
"Aku boleh keluar gak sih ka?aku mau ketemu Gema"Tanya intan tapi dia sebenarnya takut kalau Rio akan mengamuk padanya
Rio melempar ponselnya lalu turun dari ranjangnya berjalan cepat menghampiri Intan
"Coba tanya lagi?"Ucap Rio dengan wajah marah
"Aku boleh keluar gak sih ka?aku mau ketemu Gema"Ulang intan sama seperti tadi tapi dengan suara pelan
Rio langsung mencengkram dagu intan dengan kuat sampai intan meringis kesakitan
__ADS_1
"Lu temuin cowo dengan status istri gua?lu gila hah?"Ucap Rio didepan wajah intan
Intan berdiri dia juga menangkis tangan Rio bahkan mereka saling tatap
"Cukup 10 hari Kaka siksa aku dan aku terima itu tapi ingat Kaka harus ingat siapa aku,aku intan Rianti yang gak takut apapun"Ucap Intan diwajah Rio
Rio tersenyum miring
"Lu mau lawan gua?lu bisa apa hah kalau seandainya gua buat lu hamil sekarang gimana"Ancam Rio dan dia langsung menggendong intan dan tentu intan berontak tapi tenaga Rio lebih kuat
Rio menghempas tubuhnya intan diranjang dia mulai melepaskan pakaian dengan ekspresi wajah yang membuat intan ketakutan
Rio menghentikan aktivitas dia tertawa puas melihat intan ketakutan
"Katanya gak takut apa-apa kan tapi liat gua lepas baju aja lu ketakutan"Ucap Rio dengan wajah meremehkan Rio
Intan berdiri dia turun dari ranjang Rio dan intan saling berhadapan
"Kalau kaka udah mulai kenapa gak diakhiri?"Ucap intan dengan mantab
Intan mengalungkan tangannya dileher Rio dan langsung mengecup bibir Rio
Rio terkejut dengan sikap Intan dia langsung mendorong tubuh intan membuat intan terjatuh ke atas kasur
Intan langsung duduk dia tertawa remeh pada Rio
"1 sama kan ka?tapi aku bukan cuma sekedar ancaman kaya Kaka"Ucap Intan
"Liat aja kalau Kaka lengah aku gak tau celana Kaka apa masih ditempat atau entah kemana"Ancam Intan dan itu berhasil membuat Rio terdiam
"Memangnya Kaka masih anggap aku polos seperti dulu?"Oceh intan
"Kaka harus ingat umurku 22 tahun apalagi Kaka udah ambil kesucian aku kan diawal jadi kenapa gak lakuin aja sekarang"Pancing intan dengan ekspresi santai tanpa beban
"Jangan malah ke Australia sana kalau dihadapan Kaka udah aku"Ucap Intan
"Maksud lu apa hah"Bentak Rio
"Aku gak ancam Kaka tapi aku cuma ingatin Kaka aja,Kaka itu suamiku jadi kalau urusan ranjang harus dengan ku bukan dengan yang lain"Ucap Intan
Rio mendengus kesal dia benar-benar tak bisa berkutik dibuatnya dia langsung masuk kekamar mandi untuk menenangkannya dirinya
Apalagi adiknya juga bangun karena ulah intan
__ADS_1
"Brengsek cuma gara-gara intan cium gua dia bangun sedangkan sama Alice gak pernah gini"Omel Rio sambil duduk dicloset kamar mandi