Riontan

Riontan
Episode 122


__ADS_3

Peti intan akan ditutup tapi Rio melaranganya membuatnya harus ditahannya oleh Prince, Arka dan Riko karena melarang keras menutup peti istrinya sebab pemakaman akan dilakukan sebentar lagi


"Jangan tutup peti istri ku kalau tidak akan ku bunuh kalian semuanya"Teriak Rio pada petugas yang mengurus pemakaman intan


"Rio kalau kamu halangin seperti ini kasian intan dia harus dimakamkan"Ucap Prince


"Aku masih ingin menatap wajah istri ku"Teriak Rio sambil terus berontak


Peti intan sudah ditutup membuat Rio semakin histeris dia bahkan seperti orang gila membuat sang Mommy menatap tidak tega pada putra semata wayangnya itu


Rio ingin mengambil pistol dibalik jasnya Prince lagi tapi Prince buru-buru mengambil nya dan membuangnya ke Gio dan gio mengambil nya


intan akan dibawa ke pemakaman membuat Rio terus memohon agar istrinya jangan dimakamkan karena dia percaya jika istrinya pasti akan hidup lagi


Rio semobil dengan Mommy nya sedangkan intan semobil dengan Tiara


Mereka sampai di pemakaman Intan disana sangat banyak orang bahkan hampir sulit untuk bergerak karena ada wartawan dan juga penggemar intan dan Rio yang datang kesana


Rio sudah tidak berontak bahkan disudah mulai diam tapi masih terus menangis menatap peti intan yang ada dihadapannya


"Ay aku harap aku bisa menyusul kamu segera"Batin Rio


Peti intan mulai dimasukkan kedalam tanah membuat Rio kembali menangis dengan hebatnya dipelukan sang Mommy nya


Rio berlutut disamping makamnya Intan orang-orang mulai mengubur peti intan kedalam tanah dan sekarang intan sudah ada didalam tanah posisi Rio masih seperti itu


"Usir semua orang itu"Suruh Rio menyuruh para anak buahnya untuk mengusir para penggemar intan yang datang


Para keluarga masih ada disana bahkan mereka semuanya masih berdiri menatap makam intan


Rio memeluk Nissan intan lalu menciumnya sambil menangis lalu dia berdiri


"Rio!"Panggil Prince dia menatap Prince lalu langsung berlari pergi entah kemana


Rio membawa mobil nya menuju rumah sakit dia ingin melihat anaknya lagi sambil terus menghapus air matanya sambil menyetir mobilnya


Rio sampai di rumah sakit dia langsung menuju ruangan khusus putranya yang ada dilantai 2 rumah sakit


Bayi Rio sedang diperiksa Nissa Rio menatap dari kaca yang bisa langsung melihat masuk kedalam ruangan bayi nya


Badan Rio penuh dengan lumpur karena dari pemakaman dia langsung pergi kerumah sakit

__ADS_1


"Abercio Dirgantara Wijaksono"Ucap Rio menyebutkan nama anaknya


Nissa keluar dari ruangan putra Rio dan Rio ingin masuk tapi dilarang oleh Nissa karena pakai Rio sangatlah kotor


"Aku mau ketemu anak ku ty"Ucap Rio


"Bersihkan pakaian kamu dulu Rio baru kamu kesini lagi, karena ruangan anak kamu sangat steril dari kuman"Ucap Nissa


Rio menatap dirinya dan benar saja jika dirinya sangatlah kotor sekarang


Rio berlari keluar dia pergi lagi untuk membeli pakaian baru untuknya dan 1 jam berlalu dia kembali lagi dengan pakaian yang lebih rapi dari tadi


Dia langsung masuk keruangan anak nya,anaknya berada didalam tabung khusus badannya sangatlah kecil tidak seperti bayi pada umumnya karena dia lahirkan pada umur kandungan menginjak 6 bulan


Rio tersenyum melihat wajah putranya yang sedang tertidur pulas itu


"Maafin Daddy Nak karena daddy gak bisa buat Mommy kamu hidup bahkan kamu gak pernah rasakan pelukan Mommy kamu sendiri"Ucap Rio


"Arbecio itu nama yang diberikan Mommy kamu ke kamu walaupun Daddy menolaknya"Ucap Rio


Rio tersenyum sambil menyentuh tabung anaknya


"Daddy mau puas-puas liat kamu Nak sebelum Daddy gak bisa lagi liat kamu"Ucap Rio karena dia akan mendonorkan matanya


"Tunggu dia besar Rio baru kamu lakukan sumpah kamu,apa kamu tega dia diurus oleh orang lain?"Tanya Riko membuat Rio terdiam


"Apa kamu gak mau liat pertumbuhan anak kamu?masa kecil anak-anak itu hanya terjadi sekali seumur hidup"Ucap Riko


Rio diam sambil menatap wajah putranya yang masih tertidur


"Siapa namanya Rio?"Tanya Riko


"Arbecio Dirgantara Wijaksono Pi"Ucap Rio membuat Riko tersenyum mendengar nama cucunya


"Nama yang sangat bagus"Puji Riko sambil menepuk pundak putranya


Nissa datang lagi dia ingin memberikan vitamin pada baby Rio


"Waktu besoknya sudah habis Om?Rio?karena dia tidak bisa dijenguk terlalu lama"Ucap Nissa sopan pada keduanya


Riko menganggukan kepalanya lalu menarik tangan Rio pergi keluar dari ruangan baby Cio

__ADS_1


Rio menatap kedalam ruangan putranya dengan tatapan kosongnya


"Seharusnya hari ini hari bahagia kita Ay bukan malah kesedihan"Batin Rio


1 bulan berlalu


Suasana berkabung masih kental di mansion Rio bahkan Rio sengaja menonaktifkan sosial medianya karena malas menanggapi orang-orang yang mencari-cari nya


Rio juga tidak masuk berkerja selama 1 bulan ini dia hanya menyibukkan dirinya dengan merawat putranya


2 hari lalu baby Cio sudah diizinkan pulang oleh Nissa dan sekarang Rio sedang ada dihalaman mansionnya berjemur dengan putranya


Badan cio ada perkembangan karena dia terus dipantau oleh Nissa agar perkembangan nya semakin membaik


Cio tertidur digendongan Rio sesekali Rio mencium kening putranya itu


"1 bulan sudah Ay kamu pergi dari kami apa kamu bahagia disana?"Tanya Rio


"Lihat anak kita Ay,2 malam ini aku selalu terjaga bahkan aku bingung bagaimana cara menenangkan nya"Adu Rio pada intan


Mommy Lala menyuruh Rio untuk memperkerjakan baby sitter tapi Rio menolak karena masih ingin merawatnya sendiri bahkan Mommy Lala juga menyuruh Rio untuk menginap di mansion nya tapi Rio juga menolaknya


Cio tiba-tiba tersenyum manis membuat Rio juga tersenyum melihat putranya


"Eh kamu senyum kenapa?"Tanya Rio


"Kamu liat Mommy yah?"Tanya Rio hati sedikit terhibur jika menatap wajah Cio


"Kalau kamu sudah bisa dibawa jalan-jalan nanti kita ke makam Mommy kamu yah"Ucap Rio pada Cio lagi-lagi dia tersenyum


Rio berjalan-jalan disekitar Mansionnya menikmati udara pagi yang sangat nyaman bersama putranya


Indra dan Frans yang dari kejauhan menatap Rio mereka berdua saling tatap lalu tersenyum


"Andai nona liat ini pasti dia akan senang kan!"Tanya Indra


"Pasti"Jawab Frans


"Memang yah orang baik itu pasti akan dijemput tuhan duluan karena tuhan gak mau dia sakit"Ucap Indra


"Terkadang gua kangen sama sikap nona yang lucu dan ceria tapi setelah dia pergi mansion ini sama seperti dulu sepi walaupun ada tuan Rio dan tuan kecil didalamnya"Ucap Frans

__ADS_1


"Andai nona bisa hidup lagi pasti semuanya bakal senang kan?"Tanya Indra dan Frans menganggukan kepalanya


__ADS_2