Riontan

Riontan
Episode 142


__ADS_3

Malam semakin larut dan Serena baru saja tidur lalu mereka berdua keluar dari kamar anak-anak nya


Rio rangkul pinggang ramping istrinya sambil sesekali mencium kepalanya intan berjalan menuju kamar mereka


Mereka masuk kamar dan Rio mengunci kamarnya sedangkan intan sudah masuk terlebih dahulu kedalam


Intan masuk keruangan koleksi tas branded miliknya dan juga koleksi lainnya dia menatap itu tanpa berkedip tapi tatapan tertuju pada bunga-bunga mawar yang berwarna-warni yang ada disana


Dia berjalan menghampiri nya dia mengambil bunga pertama yang Rio pernah berikan padanya


Intan kembali memijat kepalanya dia ingat dimana Rio pernah melamarnya dengan para anak buahnya


Intan ingin terjatuh tapi Rio dengan sigap menangkap nya


"Kenapa Ay?"Tanya Rio lalu dia mengambil bunga yang ada ditangan intan dan meletakkan nya lagi ke asalnya


"Kamu kenapa?gak enak badan atau apa?"Tanya Rio khawatir dan panik


Intan menatap wajah Rio dengan tatapan yang sangat dalam ingatan nya berangsur-ansur membaik


Intan mengelus pipi Rio sambil mengolak menatap wajah suaminya lalu intan mengalungkan tangannya dileher Rio dan memeluknya


"Kamu pernah lamar aku dengan sangat romantis nya dipuluhan anak buah kamu"Ucap Intan pada Rio dia membalas pelukan intan bahkan mencium leher intan


"Ya,karena aku memang suami kamu Ay dan kamu istriku"Ucap Rio


"Ingat semuanya lagi Ay,agar kebahagiaan kita lengkap"Ucap Rio


"Aku akan terus mencoba nya"Jawab intan sambil terus memeluk Rio


"Hubungan kita dulu hanya sebatas sepupu ipar bahkan kita selalu bertengkar tapi tuhan jodoh kan kita Ay"Ucap Rio


"Kamu seorang model terkenal Ay bahkan kematian kamu membuat media hampir 1 bulan hanya tentang kamu"Ucap Rio


Intan menatap Rio dengan tatapan yang benar-benar dalam Rio lalu mendekat wajahnya ke wajah intan dan bibir mereka bertemu tapi hanya menempel Rio memejamkan matanya sedangkan intan tidak


"Betapa aku sangat merindukan kamu Ay sampai aku benar tergila-gila ke kamu"Batin Rio


"Hati ku selalu berdebar kalau dia dekat-dekat dengan ku tapi rasanya sangat nyaman sikap yang ingin kulakukan yaitu bermanja ke dia"Batin Intan


Intan memberanikan diri untuk melakukan pergerakan dibibirnya dan Rio membalasnya dan mereka sekarang jadi berciuman dengan ganasnya

__ADS_1


Intan mendorong Rio agar ciuman terlepas mereka sama-sama ngos-ngosan sambil mengecap bibir masing-masing


"Rasanya tetap sama yaitu manis"Ucap Rio dengan senyum menawan nya membuat intan salah tingkah


"Aku ingin lagi tapi bukan cuma hanya ciuman tapi olahraga yang lebih panas"Ucap Rio membuat intan menelan ludahnya dengan sangat susah payah


Rio menggendong intan menuju kamar tempat mereka akan tidur bersama


Intan tidak berani menatap wajah Rio sedangkan Rio menatap kedepan bejalan membawa intan


"Pas kamu hamil Cio dulu kamu sering minta di gendong tapi karena berat jadi aku selalu menolaknya kecuali bahaya"Ucap Rio


Rio meletakkan intan kekasurnya lalu Rio langsung ikut tiduran sambil memeluk intan dengan kepala ada di dada intan


"Siang buat anak-anak sedangkan malam buat aku yah"Ucap Rio pada intan


Rio ingin membuka baju intan tapi intan menahannya dengan raut wajah ketakutan sedangkan Rio hanya tersenyum melihat tingkah istrinya


"Kenapa Ay?"Tanya Rio


"Aku mau langsung tidur"Ucap Intan sambil menutup dadanya


"Ngapain tutupin dada kamu?"Tanya Rio


"Ay sebelum tidur kita cerita yuk"Ajak Rio dan intan hanya diam sambil menatap Rio yang ada dia disamping nya


"Cerita apa?"Tanya Intan


"Elus kepala ku Ay"Rengek Rio pada intan dan intan mengelus rambut Rio membuat Rio senang bahkan dia semakin memeluk intan sambil tersenyum seperti anak kecil


"Kamu kaya Cio manja banget"Ucap Intan sambil tertawa kecil


"Cio anak ku jelas sikap kami sama"Ucap Rio dengan nada manja sambil tersenyum


"Selama 8 bulan kamu rawat dia tanpa baby sitter?"Tanya intan


"Iyah,kemarin aku sempat panggil baby sitter setelah kamu datang aku pecat tapi dengan gajih full dan bonus juga sih"Ucap Rio


"Bahkan aku gak pernah izinin orang lain buat sentuh Cio sangkin dia berharganya makanya aku rawat dia sendirian"Ucap Rio lagi


"Aku bahagia Serena bisa dekat dengan kamu Ay walaupun kamu bukan Mommy kandung dia"Ucap Rio

__ADS_1


"Aku juga"Jawab Intan


"Kalau boleh tanya kenapa kamu bisa sebegitu takutnya dengan rumah sakit apa yang terjadi Ay?"Tanya Rio


Intan menghela nafasnya menahan gelojak dadanya


"Aku gak bisa ingat tentang tapi ada rasa takut dan trauma yang sangat mendalam disana tapi aku gak tau"Jawab Intan


"Selama kamu dijalanan apa kamu ada kenalan siapa pun itu"Tanya Rio lagi


"Aku lupa semuanya tapi aku ingat sedikit kalau pagi pas dirumah sewaan itu pasti bakal ada orang yang datang buat kasih makanan"Ucap Intan


"Siapa dia?"Tanya Rio lagi


"Aku gak tau tapi aku ingat kalau pasti akan ada orang"Jawab Intan


"Aku akan semuanya demi kalian dan keluarga kita"Ucap Intan lagi


"Kalaupun aku bukan intan istri kamu aku bakal tau diri dan balik lagi ke tempat aku yaitu jalanan"Ucap Intan


"Kamu Intan Rianti Wijaksono istriku Ay jangan bilang begitu"Jawab Rio sambil memeluk intan eratnya


"Dunia ku kamu Ay"Ucap Intan


"Aku sangat mencintai kamu,apapun itu semuanya hanya kamu bahkan kamu di nyatakan meninggal aku sampai bersumpah ingin mendonorkan mataku karena hanya kamu yang ku lihat selamanya"Ucap Rio lagi


"Kamu sangat tulus tapi kenapa kamu bisa sangat kasar dengan ku diawal pernikahan?"Tanya Intan dan Rio menatap intan


"Kita menikah tanpa cinta Ay bahkan aku masih mencintai Alice makanya aku ingin kamu menderita dengan pernikahan kita itu agar kamu meminta cerai tapi bukannya kamu menderita tapi malah aku yang jatuh cinta"Ucap Rio


"Aku tinggalkan Alice dengan kamu dan berusaha untuk jadi suami yang sangat baik untuk kamu"Jawab Rio lagi


"Tapi kamu sudah jatuh cinta dengan ku sebelum aku"Ucap Rio lalu dia tersenyum


"Benarkah?"Tanya Intan


"Aku waktu itu tinggal di Australia untuk mengajak Alice menikah,5 tahun aku disana dan kamu selalu tunggu aku kan?bahkan kamu gak pernah mau pacaran karena ucapakan ku padahal aku cuma bercanda saat itu"Ucap Rio


"Tuhan terlalu menyayangi ku Ay sampai-sampai tuhan hidupkan lagi kamu agar aku gak kesepian dengan Cio"Ucap Rio


"Kamu memang bukan yang pertama di hatiku tapi kamu wanita yang istimewa dan pertama buat aku rela mengorbankan apapun demi kamu karena kamu memang wanita yang sangat istimewa Ay"Ucap Rio dia juga meneteskan air matanya

__ADS_1


Intan menyeka air matanya Rio dengan jempolnya


"Aku gak akan pergi lagi Ay"Jawab Intan membuat Rio tersenyum


__ADS_2