
Siang berganti malam
Rio sedang menggendong Cio yang sejak tadi dia hanya menangis di berikan susu sudah popoknya juga masih baru
Rio berputar-putar mengelilingi kamarnya untuk menenangkannya Cio hampir 2 jam dia menenangkan Cio sampai tidur dia perlahan meletakan Cio di ranjang khusus Cio yang ada samping kasurnya Rio
Rio berdiri sambil menatap wajah putranya lalu dia tersenyum
"Bukan hal mudah yah jadi orang tua tunggal tapi aku harus bisa"Ucap Rio menyemangati dirinya
Rio lalu menghempaskan tubuhnya ke ranjang dia menatap langit mengingat-ingat kenangan nya dengan intan sampai kantuknya datang lalu dia tertidur
Disisi Lain
Tiara sedang menidurkan Hellen dan King tapi pikiran entah kemana karena dia memikirkan Intan
Hellen dan King sudah mulai tertidur sedangkan Tiara masih duduk di sofa kamar kedua anaknya
Tiara masih saja belum bisa terima jika adiknya pergi meninggalkan nya bahkan dia sampai saat ini tidak pernah mau menemui putra Rio karena dia tidak sanggup melihat anak intan karena takut akan menangis
"De kamu pasti lagi cerita ke ayah bunda kan sekarang!"Ucap Tiara
"Ceritakan yang baik-baik nya aja yah jangan yang buruknya aku gak mau mereka sedih disana"Ucap Tiara
Prince masuk kedalam kamar anaknya lalu dia mendekati istrinya lalu dia duduk disampingnya Tiara
"Hellen dan King sudah tidur sekarang kamu istirahat yah"Suruh Prince lembut sambil mengelus pipi mulus Tiara dengan jempolnya
"Aku kangen Intan bee"Ucap Tiara matanya berkaca-kaca
"1 bulan berlalu tapi aku belum bisa terima dia tinggalin aku"Ucap Tiara
"Bukan cuma kamu tapi semuanya Boo bahkan Hellen dan King mereka terkadang tanyain intan karena mereka juga dekatkan?"Ucap Prince
"Intan pergi biar dia gak sakit lagi tapi kita yang dia tinggal kan yang sakit apalagi Cio dia gak pernah merasakan pelukan Mommy nya"Ucap Prince
"Kamu sedarah Boo dengan intan apa kamu gak mau temui Cio cuma sekedar gendong dia?"Tanya Prince
"Apa jangan-jangan kamu mikir kalau Cio adalah penyebab meninggalnya intan makanya kamu gak mau temui Cio?"Tanya Prince
__ADS_1
"Cio gak berdosa Boo"Ucap Prince
"2 hari lalu dia sudah pulang ke mansion Rio tapi kamu sama sekali gak mau temuin dia?"Tanya Prince
Tiara hanya diam menatap wajah Prince yang memberikan nasehat padanya
"Kalau kamu gak mau temuin Cio sama aja kamu gak terima anak intan Boo"Ucap Prince
"Aku mau tidur"Jawab Tiara lalu dia berdiri terlebih dahulu dari Prince lalu pergi
Prince juga berdiri mengikuti langkah Tiara menuju kamar mereka
Disisi Rio
Jam menunjukkan pukul 3 pagi Rio harus terbangun karena Cio menangis dengan kencangnya buru-buru dia berdiri untuk menenangkannya putranya
"Cio kenapa?"Tanya Rio sambil menggendong Cio
Cio terus menangis Rio lalu memeriksa popok Cio ternyata dia pup dia meletakkan Cio di ranjang miliknya lalu mengambil popok Cio dan menggantinya sendiri dia sudah belajar dari Nissa sebelumnya
Rio dengan perlahan mengganti popok Cio bahkan dengan sangat telaten takut Cio kenapa-napa
Tapi syukurnya ada pelayan di dapur dan dia lah yang membuat kan susu untuk Cio
Susu nya Cio sudah jadi lalu dia meminumkannya pada Cio dia minum dengan lahapnya
"Kamu haus na?"Tanya Rio sambil tersenyum menatap Cio
Rio membawa Cio duduk diruang keluarga dia duduk sambil menyusui Cio
"Hari-hari Daddy seperti nya bakal jadi milik kamu ya Cio"Ucap Rio sambil tersenyum
"Terimakasih Ay"Bisik seseorang ditelinga Rio dan Rio langsung berbalik tapi tidak menemukan siapa pun
"Ay?"Ucap Rio karena suara itu adalah suara intan yang sangat dia kenal
"Ay"Panggil Rio sambil menatap sekitar tapi tidak menemukan siapapun
Rio duduk lagi dia menganggapnya tadi itu hanya halusinasi nya saja
__ADS_1
Cio menghabiskan 1 botol kecil susu buatan pelayan tadi dan dia kembali tertidur di gendongan Rio
"Tepat diumur kamu 1 tahun nanti Daddy gak bakal bisa liat kamu lagi"Ucap Rio sambil mengelus tangan mungilnya Cio
"Daddy bakal bisa dengar dan peluk kamu tanpa bisa melihat kamu nak"Ucap Rio pada Cio
"Cio waktu kamu didalam perut Mommy kamu itu kenapa kamu bisa-bisa nya gak mau dekat-dekat sama Daddy sih?"Tanya Rio pada Cio lalu dia tertawa kecil karena ulahnya sendiri mengajak bicara putranya masih belum apa-apa
"Kalau kamu nanti sudah dewasa terus menikah pasti Daddy bakal sendirian disini Cio"Ucap Rio
"Tapi Daddy pesan ke kamu yah,Daddy memang brengsek dulu tapi kamu jangan kaya Daddy tapi kamu harus kaya Mommy kamu yang setia dan baik hati"Ucap Rio pada putranya
"Kamu tau Cio dulu Mommy dan Daddy itu kaya tom and Jerry kalau ketemu pasti berantem tapi kok bisa jodoh dan bisa lahirin kamu"Cerita Rio pada putranya
"Cio andai kamu bisa ngomong banyak yang pengen Daddy sampaikan ke kamu"Ucap Rio
"Cio dulu waktu Daddy di Australia Mommy kamu selalu datang buat jemput Daddy tapi Daddy gak pernah datang sangkin setianya dia ke Daddy"Ucap Rio
"Bahkan dia gak mau pacaran karena ucapan asal Daddy waktu itu,kamu nanti harus dapat wanita kaya Mommy yah cantik,cerdas dan lucu"Ucap Rio
Rio membawa Cio lagi kekamarnya untuk menidurkan nya lagi
Pagi tiba
Rio sedang memasangkan baju di tubuh Cio yang sudah selesai mandi,Cio bayi yang pintar dia dimandikan oleh Rio tanpa menangis bahkan dia dibajukan Rio sambil tertidur
Cio sudah siap dia sangat tampan membuat Rio tersenyum menatap putranya
"Cio senyum"Suruh Rio pada Cio dan dia tersenyum membuat Rio tertawa melihat ekspresi wajah Cio
"Ay coba liat anak kita dia sangat menggemaskan"Ucap Rio
Rio merebahkan tubuhnya disamping Cio dia menatap Cio sambil memiringkan tubuhnya
"Cio kapan kamu besar biar kita saling sharing masalah apapun"Ucap Rio
Cio tetap tertidur disampingnya Rio membuat Cio menghela nafasnya lalu menatap langit kamarnya
"Ay aku kangen kamu sekarang,aku butuh kamu Ay buat teman curhat ku"Ucap Rio sambil menatap langit kamarnya
__ADS_1