
Intan masih dipelukan Rio dia masih ketakutan tapi dia merasa nyaman ada di pelukan suaminya dia bisa mendengar kan suara jantung Rio
"Aku akan selalu ada buat kamu Ay sampai ingatan kamu pulih yah"Ucap Rio pelan pada intan
"Intan harus tinggal dengan ku"Ucap Tiara membuat Rio langsung menatapnya
"Tiara jangan egois kalau kamu bawa dia bagaimana dengan anak-anak ku?"Tanya Rio
"Bawa aja sekalian"Ucap Tiara enteng
Rio menghela nafasnya lalu dia kembali mencium kepala intan yang masih ada dipelukannya
"Kamu seakan-akan selalu benar Tiara padahal kamu sendiri juga salah dengan putra ku,kamu gak pernah mau menemui dia padahal dia keponakan kamu kan"Ucap Rio
"Apa itu bukan kesalahan?"Tanya Rio
"Kamu Kaka intan kan?kenapa seakan-akan gak anggap Cio keponakan kamu?"Tanya Rio lalu intan menatap Tiara dengan tatapan tidak percaya jika Tiara seperti itu pada anaknya
"Apa benar?"Tanya Intan pelan pada Tiara dan dia diam
"Aku memang lupa semuanya tapi aku sakit hati mendengar Cio tidak dia anggap oleh Kaka ku"Ucap Intan pada Tiara
"Kenapa Kaka lakukan itu pada anak ku?"Tanya Intan dia juga melepaskan pelukannya lalu mendekati Tiara
"Aku memang lupa semuanya tapi aku percaya jika Cio adalah anak ku tapi kata nya kamu Kaka ku kan kenapa bisa-bisa nya Kaka gak anggap anak ku?"Tanya Intan didepan wajah Tiara
"Apa salah dia ke Kaka?"Tanya Intan
"Ntan"Ucap Tiara pelan
"Gak usah sok perduli dengan ku ka kalau Kaka seperti itu pada anak ku jelas-jelas dia keponakan Kaka sendiri"Ucap Intan dia terbawa emosi karena Tiara seperti itu pada Cio
"Aku kecewa besar dengan kamu"Ucap Intan lalu dia pergi begitu saja meninggalkan kamar Rio tapi Rio dan Tiara mengejarnya
"Ay"Panggil Rio
Intan menuju kamar Cio dan Serena ketika Rio ingin masuk ternyata dia mengunci kamarnya jadinya Rio tidak bisa masuk
Tiara terdiam dibelakang Rio dia juga menundukkan kepalanya meratapi kesalahan nya Prince datang dia memasukkan Tiara kedalam pelukannya
Rio berbalik lalu dia menatap Tiara tapi dia hanya diam tapi tatapannya menatap Tiara
Rio lalu turun kebawah untuk mencari Indra dan Frans anak buah kesayangan intan
__ADS_1
Indra dan Frans sedang menjaga pagar sambil bermain suit-suitan untuk menghilangkan bosan sedangkan yang lainnya hanya menatap sambil tertawa tingkah mereka berdua
Rio datang membuat mereka berdua terkejut begitu pun yang lainnya
"Hehe"Tawa Indra pada Rio sedangkan Frans menunduk kan kepalanya
"Sedang apa?"Tanya Rio pada Frans
"Menjaga keselamatan mansion tuan"Ucap Frans
"Ndra suruh anak buah yang ada dimarkas kita untuk mencari tahu apa yang terjadi pada istriku secepatnya kalau lambat kalian berdua yang akan tanggung semuanya"Ucap Rio dengan wajah serius nya
"Loh kan mereka yang cari tahu kok kami yang tanggung jawab"Ucap Frans yang keberatan dengan perintah Rio
"Jabatan kamu sekarang tinggi sekali sampai-sampai menjawab perintah ku"Ucap Rio membuat Indra menutup mulut Frans
"Baik tuan laksana komando"Ucap Indra Rio menganggukan kepalanya lalu pergi sedangkan Frans memukul kepala Indra
"Lu sialan"Ucap Frans
"Gua selamatin lu dari amukan tuan"Ucap Indra
"Tangan lu bau terasi"Ucap Frans dan Indra mencium tangannya dan benar saja jika tangannya bau lalu dia tertawa
"Kalian kebanyakan ngomong lebih baik laksana kan sekarang"Ucap Sultan anak buah yang paling muda diantara mereka lalu mereka berdua pun pergi
Intan sedang menatap Cio yang masih tertidur dengan Serena
"Cio"Panggil Intan dan Cio mulai membuka matanya dia melihat intan lalu dia mengucek-ucek matanya lalu kembali menatap Intan
Intan tersenyum melihat tingkah putranya menatapnya dengan tatapan menggemaskannya
"Omy"Ucap Cio lalu intan mengangkat nya dia memeluk Cio dengan eratnya
"Cio mommy mau ingat semuanya walaupun menyakiti Mommy ,Mommy ingin ingat kalian lagi apalagi Cio"Ucap Intan
Cio hanya diam sambil menyandarkan kepalanya dibahu intan karena dia masih mengantuk
"Cio maafin Tante Tiara yah karena gak pernah mau liat Cio"Ucap Intan meminta maaf atas perlakuan Kaka nya pada Cio
"Titi"Ucap Cio pelan
"Iyah sayang maafin Titi kamu yah"Ucap Intan
__ADS_1
"Omy Didi"Ucap Cio mencari Rio
"Didi?"Tanya Intan pada Cio
"Didi Omy"Ucap Cio lagi
"Cari Daddy?"Tanya Intan
"Didi"Ucap Cio
"Kita disini dulu yah nanti Mommy anter Cio ke Daddy"Ucap Intan dan Cio menatap intan dia langsung memanyunkan bibirnya lalu menangis karena dia mencari Rio tapi intan malah tidak mau
"Didi"Ucap Cio sambil terus menangis
Intan lalu membuka baju nya dia ingin memberikan ASI nya pada Cio yang belum pernah dia berikan sebelumnya
Intan mensejajarkan kepala Cio dengan ASI-nya lalu Cio pun mulai meminumnya,intan memejamkan matanya merasakan ASI nya di sedot oleh Cio untuk pertama kalinya
"Mommy dulu sering merasa sakit di asi Mommy bahkan dia keluar dengan sendirinya"Ucap Intan
Tangis Cio sudah hilang intan membuka matanya lalu tatapannya bertemu dengan Cio dia tersenyum sedangkan Cio meraih pipi intan sambil terus meminum ASI intan
"8 bulan umur kamu dan ini baru pertama kali nya kamu merasakan ASI Mommy"Ucap Intan sambil mengelus rambut putranya
Intan lalu menatap Serena yang masih tertidur pulas dengan gaya menyamping dari segi wajah Serena mirip dengan Alice apalagi bagian hidungnya
"Serena memang bukan anak ku tapi aku harus menganggap nya anak ku juga bahkan tidak ada perbedaan"Ucap Intan sambil menatap Serena
Cio kembali menutup matanya sambil terus meminum ASI intan sampai dia benar-benar tertidur lagi di gendongan intan lalu intan kembali meletakan Cio ke ranjangnya ketika dia kembali menatap Serena ternyata mata Serena sudah terbuka sambil memasukkan tangannya kedalam mulutnya
Intan lalu menggendong Serena seperti anak nya sendiri
"Cantik Mommy sudah bangun yah?mimpi apa tadi?"Tanya Intan sambil mencium pipi gembul Serena
Serena menatap intan tanpa berkedip sambil diam lalu langsung mendekat kan wajahnya ke intan dan mengemut hidung intan membuat intan tertawa karena tingkah Serena
"Kamu haus?"Tanya Intan lalu dia mensejajarkan Serena juga ke ASI nya dan Serena meminum ASI intan
"Cantik sekali"Puji intan sambil memainkan tangan mungil Serena
Disisi Rio
Rio sedang berdiri bersandar didepan pintu kamar Cio dan Serena sambil menatap layar ponselnya dia sejak tadi menonton cctv kamar Cio yang dia pasang,sejak tadi hatinya sangat senang melihat intan sikap intan pada anak-anak
__ADS_1
"Dari sini aku bisa melihat Ay kalau kamu itu memang wanita istimewa dan gak boleh aku sia-siakan"Batin Rio
"Pemandangan yang benar-benar sangat indah ku lihat,sumpah ku sirna karena kamu datang lagi Ay"Batin Rio lagi