
Rio masih duduk disampingnya intan tapi dia duduk dikursi sambil memejamkan matanya dengan tangan melipat didadanya dia tidak berani tidur seranjang dengan intan dan juga dia takut intan akan pergi tanpa sepengetahuan nya jika dia tidur disampingnya intan
Intan terbangun tapi hari masih menunjukkan pukul 03.45 pagi intan menatap wajah Rio yang tidur sambil duduk
"Diingatan ku dia memang suami ku tapi dia suami yang jahat bahkan sering kasar dengan ku"Ucap Intan lalu dia duduk perlahan dia turun dari ranjang dan juga keluar dari kamar Rio
Tapi ketika dia melewati kamar Cio terdengar tangisan Cio membuat intan masuk kekamar Cio ternyata Cio terbangun intan buru-buru menggendong nya dia langsung tenang dengan kepala bersandar di bahu Intan
"Omyyy"Panggil Cio pelan sedangkan Serena masih tertidur pulas diranjang nya
"Iyah sayang Mommy disini"Ucap Intan sambil menepuk-nepuk belakang Cio
"Tidur lagi yah sayang"Ucap Intan lembut pada Cio dan Cio mulai menutup matanya lagi mencoba tidur
Cio tertidur pulas digendongannya intan lalu intan menaruh Cio lagi di ranjangnya
Intan mengelus rambut putranya dengan lembut sambil tersenyum
"Jika dia suami ku berarti Cio adalah putra ku?"Ucap Intan
"Tapi kenapa aku tidak mengingat jika aku aku pernah melahirkan?"Tanya Intan
"Umur Cio sudah 8 bulan selama itu aku tinggalkan dia?"Tanya Intan
"Aku pergi kenapa?apa sebabnya aku pergi meninggalkan dia selagi bayi?"Tanya Intan
"Apa gara-gara dia yang terus menyiksa ku makanya aku pergi bahkan aku mengalami hilang ingatan?"Ucap Intan dan terciptalah rasa benci dihati intan pada Rio
"Kenapa aku harus menikah dengan orang seperti dia? kenapa aku harus melahirkan anak nya?"Tanya Intan
Intan menatap Cio yang sedang tertidur diranjangnya lalu intan merebahkan tubuhnya dilantai tanpa alas dia berniat ingin tidur dikamar Cio tidak mau tidur dengan Rio
"Aku benci kamu Rio dan aku akan bertahan hanya karena Cio"Ucap Intan lalu dia menutup matanya dan tidur lagi
Pagi berganti siang
__ADS_1
Rio sudah siap dengan pakaian kerjanya lalu dia menuju kamar Cio,ketika dia bangun dia sebelum nya panik karena intan hilang tapi dia sudah tau jika intan ada dikamar Cio dari cctv yang dia pasang
Rio menuju kamar Cio ternyata anak-anak nya dan intan sudah bangun bahkan Cio dan Serena sudah rapi sedangkan intan masih lusuh
Rio tersenyum melihat anak-anak nya dan intan lalu dia ingin berjalan mendekati intan tapi intan mengangkat tangannya menyuruh Rio menghentikan langkahnya
"Ayyy"Panggil Rio lembut pada istrinya
"Didi"Panggil Cio sambil tertawa dia juga memperlihatkan giginya pada Rio
"Anak Daddy sudah ganteng yah?dimandiin mommy nya yah?"Tanya Rio sambil berdiri jauh intan dan anak-anak nya
"Omy Didi"Ucap Cio sambil menatap intan yang menggendong Serena sedangkan Cio duduk disampingnya intan
"Kamu sekarang mandi gih,aku mau ajak anak-anak jalan-jalan dan kamu juga"Ucap Rio pada intan tapi intan hanya diam menatap Rio pun tidak
Prince datang dia langsung membuka pintu kamar anak-anak Rio dia terbeku melihat wanita yang sedang menggendong Serena, dia datang hanya ingin menjemput Rio karena kemarin Rio tidak masuk kantor secara mendadak membuatnya harus menangani klien sendirian
"Intan?"Ucap Prince sambil berjalan mendekati Rio
"Dia intan?"Tanya Prince pada Rio dan Rio menganggukan kepalanya sambil tersenyum
"Kamu intan kan?"Tanya Prince pada intan dia menganggukkan kepalanya tapi dia kebingungan melihat Prince yang kaget melihatnya
"Bagaimana bisa intan ada disini sekarang?lu beli boneka yang mirip dengan intan?lu cloning dia?"Tanya Prince
"Dia asli bukan rekayasa dia istriku tapi dia hilang ingatan Prince"Ucap Rio dengan raut sedih
"Hilang ingatan?tunggu bagaimana bisa dia sekarang ada disini dan juga hilang ingatan,ini sulit di percaya"Ucap prince yang masih kebingungan
Rio mendekati intan dia berniat ingin mengambil Serena dari intan dan intan menyerahkan nya pada Rio sedangkan Cio hanya mau dengan intan
"Lu udah sarapan?"Tanya Rio pada Prince dia mengangguk kepalanya
"Ay kita sarapan dulu baru aku berangkat kerja"Ucap Rio lalu dia keluar dengan Prince sedangkan intan mengekor dibelakang Rio karena sebenarnya dia sangat tidak ingin melihat Rio
__ADS_1
Mereka sampai diruang makan Rio menaruh Serena dikursi khusus nya begitupun dengan Cio
"Lu harus ceritain semuanya ke gua,dan kalau istri gua tau dia pasti bakal sangat senang kesedihan nya akan hilang Rio,bahkan dia mungkin akan mau melihat Cio"Ucap Prince
"Tapi tunggu kenapa intan sangat dekil?"Bisik Prince pada Rio dia juga tertawa kecil
"Brengsek lu"Ucap Rio sambil tertawa kecil
"Gua bakal ceritain semuanya nanti dikantor"Ucap Rio
Intan hanya diam sambil mengambil makanan untuk para anak-anak nya sejak tadi intan tidak mau menatap wajah Rio
"De kamu lupa dengan ku?"Tanya Prince pada intan lalu intan menatap Prince dia menggelengkan
Rio menatap intan sambil tersenyum manis tapi intan sama sekali tidak menatap Rio
Mereka sarapan pagi bersama dengan khitmatnya kalaupun intan tidak mau berbicara pada Rio tapi Rio masih sabar bahkan Rio memberikan perhatian pada intan dengan mengikat rambut panjangnya membuat intan terkadang salting di buat Rio
"Boo kamu hari ini harus kesini,adik kamu masih hidup bahkan dia sehat"Batin Prince
"Cio dan Serena nanti dirumah sama Mommy yah,Daddy bakal berangkat kerja"Ucap Rio
"Omyyy"Ucap Cio sambil memperlihatkan gigi nya baru tumbuh
"Pipi"Panggil Cio pada Prince karena Cio memanggil Prince dengan sebutan Pipi
Prince selalu meminta maaf pada Cio karena Tiara tidak pernah mau datang untuk melihatnya padahal dia adalah keponakan kandungnya
"Cio nanti Pipi ajak Kaka Hellen dan Kaka King kesini yah tapi kalau aunty Tiara gak tau bisa datang atau gak"Ucap Prince
"Titi?"Ucap Cio dan Cio menganggukan kepalanya sedangkan Serena hanya diam karena dia belum bisa berbicara
Intan menatap lekat Prince membuat Rio cemburu lalu dia menarik Prince untuk berdiri agar segera pergi
"Ay aku berangkat kerja dulu yah,Cio?Serena Daddy berangkat dulu yah,jangan rewel yah kalian"Ucap Rio
__ADS_1
"Oh ya Ay aku nanti bakal suruh pegawai salon Mommy ku untuk kesini jadi kamu mandi aja dulu"Suruh Rio
Rio mencium kedua anaknya sedangkan intan dia hanya mengelus rambut intan karena intan cuek padanya bahkan hanya diam lalu dia pergi dengan Prince