
Intan berjalan terlebih dahulu sedangkan Rio mengikuti dibelakang karena Rio masih deg-degan jadi tidak bisa mengikuti langkah intan
Intan tiba-tiba menghentikan langkahnya bahkan Rio hampir menabraknya
"Ayy"Ucap Rio yang ada dibelakang intan
"Lebih baik kita pulang yuk aku takut Cio dan Serena cariin kita"Ajak intan
"Kamu mau pulang?"Tanya Rio
"Iyah,kita orang tua sekarang jadi kita gak bisa lama-lama tinggalin mereka"Ucap Intan
"Iyah - Iyah kita pulang"Ucap Rio lalu mereka pergi
"Kamu gak mau beli apa-apa Ay?"Tanya Rio yang heran pada intan yang tidak membeli apapun
"Buat apa?kalau jalan-jalan sama kamu aja udah lebih dari berharga kok"Jawab intan membuat Rio memegangi dadanya sambil menutup mata nya mulutnya juga terbuka karena dia baper karena ucapan intan
"Ayo pulang Ay"Ajak intan lagi lalu dia menarik tangan Rio menuju pergi
Menuju mobil Rio melompat-lompat kegirangan layaknya anak kecil didepan intan
"Love you ayang"Ucap Rio sambil melompat dia terus mengucapkan itu setiap kali melompat
"Love you too Ayang"Jawab intan membuat Rio tersandung dia terjatuh membuat intan tertawa melihat Rio tertawa,Rio terduduk sambil ikut tertawa juga
"Ay kamu tadi bilang apa?"Tanya Rio
"Love you too"Jawab Intan dan Rio langsung tiduran dia tanah seakan-akan pingsan karena ucapan intan
Intan berjongkok disamping Rio dia mencium bibir Rio sekilas membuat Rio tersenyum menatap intan
"Dibuat terbang sama bidadari tak bersayap gini yah rasanya"Ucap Rio
"Ayo pulang"Ajak intan lagi dan Rio berdiri dibantu intan lagi-lagi Rio berpura-pura tidak berdiri dan intan menopang Rio
"Berat Ay"Ucap intan
"Masih beratan tahan rindu ke kamu"Jawab Rio lalu dia tertawa
Rio berdiri dengan benar dan menuju mobil,mereka sudah masuk mobil dan pergi dari sana
"Ku rasa ku sedang di mabuk cinta"Nyanyi Rio sambil tersenyum dia juga menatap intan sekilas
"Kamu kenapa sih?kaya orang jadi jatuh cinta berat gitu"Ucap Intan
"Ay kamu bayangin aja, kita gak ketemu 8 bulan dan kamu hilang ingatan terus kita disibukkan dengan anak-anak gak ada waktu buat pacaran selain dikamar kan"Ucap Rio
__ADS_1
Intan lalu memeluk tangan Rio dan menyandarkan kepalanya dibahu Rio
"Ini cuma bersandar loh Ay tapi rasanya senyaman ini"Ucap Intan
Rio menghentikan mobil nya dan intan melepaskan pelukannya lalu menatap Rio sedangkan Rio menyandarkan kepalanya di stang mobil sambil menatap intan dengan senyuman manisnya
"Cuma Mandang kamu gini aja rasanya bikin dadanya dingin dan nyaman tau Ay"Ucap Rio
Rio mengambil tangan intan dan meletakkan tangan intan didada nya
"Kamu bisa rasain gak detak jantung ku?"Tanya Rio
Intan malah meletakan kepalanya didada Rio ingin mendengarkan detak jantung Rio membuat Rio terdiam
"Kok kenceng banget?kamu jantung cronis?"Tanya Intan tapi kepalanya masih didada Rio
"Kok aku deg-degan gini sih Ay?"Tanya Rio,dia mendorong intan pelan
"Kita pulang aja yah kalau lama-lama disini bisa-bisa aku gak kuat"Ucap Rio
"Gak kuat apa?"Tanya Intan polos
"Mau tambah adik buat Cio dan Serena?"Tanya Rio
"Ayok!"Ajak intan dengan mantab tapi Rio malah tertawa
"Tapi kamu selama sebulan ini gak pernah sentuh aku takut aku hamil?"Tanya Intan
"Emang kamu bolehin?"Tanya Rio lagi
"Kalau kamu minta aku bolehin"Jawab intan
"Kalau dimobil ini sekarang boleh?"Tanya Rio membuat intan terdiam tidak bisa menjawab
Rio melepaskan tali pengamannya lalu mendekati intan sedangkan intan hanya diam menatap Rio yang semakin dekat
"Memang nya harus banget disini?"Tanya Intan yang mulai menyesali perkataan nya
Rio tak menjawab pertanyaan intan dia menutup matanya lalu mengecup bibir intan
Rio mengecup bibir intan dengan lembut tapi semakin lama dia semakin ganas tapi intan juga membalas ciuman Rio
Tangan Rio mulai mencari mainan kenyalnya yang selalu dia mainkan setiap malamnya,Rio mulai turun ke leher intan dan dia membuat bekas merah di leher intan lalu melepas kan ciumannya dan menatap intan
"Kita kursi belakang"Ajak Rio dan mereka pindah kebelakang
Rio mulai melepaskan baju intan dan semua pakaiannya intan dan juga pakaiannya
__ADS_1
Intan sudah seperti yang dulu tidak dekil seperti sebulan yang lalu
Rio meminum ASI intan sedangkan tangan kirinya mencoba kekenyalan
Rio juga turun ke selangkangannya intan dia bermain disana membuat intan mengeluarkan suara desahnya tapi dia menggigit tangan nya agar suara tertahan
Rio menghentikan lalu mulai mengarahkan miliknya ke milik intan
"Aku masukin yah"Izin Rio dan intan menganggukan kepalanya
Sekali hentakan adik Rio sudah masuk semuanya didalam goa intan
Rio lalu memaju mundurkan pinggulnya awal dengan tempo pelan sampai semakin lama semakin cepat bahkan mobil menjadi bergoyang karena ulah mereka berdua
Rio dan intan sama-sama berkeringat karena olahraga menggoyangkan mobil
Rio ngos-ngosan begitupun intan Rio merebahkan tubuhnya diatas intan karena Rio hampir 1 jam menggempur intan
"Ay maaf karena kecepatan"Ucap Rio sambil ngos-ngosan masih
"Kalau kamu mau kita lanjut dikamar juga gak papa"Ucap Rio
Intan sangat kelelahan bahkan dia mulai menutup matanya dan Rio duduk di melepaskan adiknya dari milik intan
Rio memasang bajunya dan celananya,Rio jua memasakan baju dan rok mini intan dia lalu memindahkan intan ke kursi depan sedangkan dia pindah ke kursi setir untuk membawa intan pulang
"Kita pulang yah Ay"Ajak Rio tapi intan tidak menjawab karena dia kelelahan
25 menit perjalanan Rio dan intan sampai di mansion mereka Rio melepaskan bajunya untuk menutupi bawahan intan karena Rio akan menggendong nya takut bawahnya intan kelihatan oleh anak buahnya
Rio menggendong intan menuju kamarnya didepan kamar Cio dan Serena ada Frans yang sedang berjaga sambil membahas janda baru komplek yang baru pindah yang sering muncul ditempat bakso langganan mereka
Tatapan mereka tertuju pada Rio yang menggendong intan tapi Rio hanya lewat begitu saja
"Masih aja tuan main di mobil"Tegur Indra langsung mendapat kan tatapan tajam dari Rio
Rio masuk kekamar nya dia juga mengunci kamarnya lalu Rio menidurkan intan diranjang dia juga mengantikan baju intan dengan pakaian piyama tidur dia juga Menganti pakaian nya lalu ikut tidur disampingnya intan
Rio menatap Intan yang tertidur dengan kepala bertopang pada tangannya
Rio lalu terkurap sambil menutup wajahnya dia juga tertawa mengingat kejadian di mobil tadi
Lalu dia menatap langit-langit kamarnya sambil tersenyum lagi
Rio berguling-guling diatas ranjang sampai dia terjatuh dia sangat senang bahkan dia sampai terjatuh kebawah
Dia kesakitan tapi buru-buru berdiri dan memeluk intan yang masih tertidur
__ADS_1
"Good Night Ay"Ucap Rio lalu dia ikut tertidur disamping intan