Riontan

Riontan
Episode 70


__ADS_3

Disisi Lain


Seseorang sedang duduk di hotel lantai paling atas dia menatap gedung Dhekson grub dan gedung Wijaksono grub yang hampir berdampingan sambil mengisap rokok nya lalu senyum yang cukup mengerikan terbit dari bibir orang itu


"Target terkunci"Ucap nya lalu dia tersenyum miring


"Rio Wijaksono dan intan Rianti?"Ucapnya sambil menatap reklame besar yang ada foto intan dengan Rio tepat dibawah hotel nya


"Kenapa Alice menyuruh ku melenyapkan 2 orang yang seperti nya tidak ada artinya sama sekali sih?"Tanya Mattew pada dirinya sendiri


"Ini sangat memalukan"Ucap Matthew Sayersz dan Alice keluar dari kamar mandi dengan kimono miliknya


Matthew adalah mantan kekasih Alice sebelum mengenal Luis dulu tapi Matthew masih mencintai Alice sampai sekarang


"Alice kamu yakin menyuruhku untuk menghabiskan sepasang suami istri itu?"Tanya Matthew


Alice langsung duduk dipangkuan Mattew dan mengalungkan tangannya dileher Mattew


"Tapi mereka sudah keterlaluan ke aku sampai si istri nya itu menyiram aku pakai urine nya sendiri"Ucap Alice dengan manja pada Mattew


"Aku dendam sama mereka Mattew"Ucap Alice


"Tapi kamu harus fokuskan lebih ke si intan yah kalau sama Rio jangan terlalu kayanya dia bakal lebih sakit kalau dia liat istrinya menderita"Ucap Alice pada Mattew


Matthew adalah seorang bandar narkoba tapi dia juga pembunuh bayaran yang sangat di takuti di Amerika sana dan Alice datang untuk menjemput nya langsung


"Kamu tenang aja kita yah kita liat situasi nya dulu"Ucap Matthew lembut pada Alice dan Alice menganggukan kepalanya


Disisi Rio


Liburan mereka sudah selesai dan mereka sudah pulang ke mansion masing-masing dan hari sudah malam


Intan masuk ke mansion nya sambil menari-nari berputar-putar seperti anak kecil Rio tersenyum melihat Intan


"Ayyyy"Panggil Rio dan intan menoleh menatap Rio yang ada dibelakang nya

__ADS_1


"Hmmm?"Dehem intan dengan senyuman membuat Rio benar-benar gemas pada istrinya


Rio merentangkan kedua tangannya dan intan langsung berlari memeluk Rio


"Kenapa?"Tanya Intan sambil melongak menatap Rio


"Gemesin tau Ay"Jawab Rio lalu dia menempelkan dahinya dengan dahi intan


"Aku senang banget tau Ay jalan-jalan sama keluarga besar kita"Ucap Intan


"Senang?kan biasanya juga dulu seringkan?"Tanya Rio


"Tapi aku waktu itu jomblo sama kaya om Gio gak enak liat para Kaka mesra-mesraan"Ucap Intan


"Oh jadi senangnya karena ada aku dong?"Tanya Rio


"Itu kenyataan"Ucap Intan


"Aku juga senang kok"Ucap Rio dan intan menarik tangan Rio menuju kamar nya dan kemesraan mereka dilanjutkan lagi di kamar


Malam berubah menjadi pagi


Rio menarik tubuh intan agar ikut tiduran dengannya


"Aku hari gak kerja yah Ay soalnya aku mau sama kamu terus gak mau jauh-jauh"Ucap Rio dengan mata masih terpejam


"Ngapain?kata kamu bakal ada kerjaan besar kan sama ka Prince juga?"Tanya Intan pada Rio


"Batalin aja aku suruh papi aja nanti gantiin aku"Ucap Rio sambil terus memeluk Intan


"Tanggung jawab kamu itu kenapa malah diserahin sama Papi?"Ucap Intan


"Aku gak mau kerja mau nya sama kamu Ay rasanya kaya takut gitu"Jawab Rio tapi matanya masih terpejam


"Apa sih?ngomong ngaco cepat ah bangun"Ucap Intan dan intan mendorong Rio sampai dia terjatuh dan Rio bangun dengan wajah masam menatap intan

__ADS_1


Intan menutup matanya karena melihat Rio tidak memakai apapun


"Boxer kamu mana cepat pakai!"Suruh intan tapi Rio tidak menuruti ucapan intan dia malah masuk kekamar mandi


30 menit dia didalam dan dia keluar tapi wajahnya masih masam pada intan


"Wajah nya jangan ngambek gini dong"Ucap Intan sambil menusuk-nusuk pipi Rio


Rio mendengus kesal pada intan tapi intan hanya tersenyum


Intan mengeringkan rambut nya Rio dengan anduk kecil dia juga memakai baju Rio sampai ke kaos nya Rio


Rio hanya diam seperti nya dia ngambek pada intan ketika pakai Rio sudah selesai intan berdiri di depan Rio sambil tersenyum lalu Rio malah memeluk intan


"Mau sama kamu terus Ay"Rengek Rio sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya intan


"Makan siang pulang kan?aku ada niatan mau bikinin kamu sushi gulung"Ucap Intan


"Mauuuu"Ucap Rio dengan bibir manyunnya


"Sekarang kamu udah siap kan? sekarang berangkat udah jam berapa ini?"Tanya Intan


"Tium Ay tium ay"Rengek Rio pada intan dan intan menurutinya dengan mencium bibirnya Rio


Rio sangat manja pagi ini pada intan sampai intan hampir kesal padanya tapi ketika Rio sudah pergi dia menjadi sedih


Intan melihat bunga-bunga didepan rumah nya bunga mawar biru langka yang dipesankan khusunya dan Rio menyuruh para pelayan untuk menanamnya


"Para pelayan sangat pintar merawat bunga-bunga ini,aku harus memberikan penghargaan buat mereka"Puji Intan


Tapi baru dia mengucapkan itu ada beberapa pelayan wanita datang untuk menyirami bunga-bunga kesayangan intan


Intan langsung tersenyum bahkan memeluk satu persatu pelayan nya membuat mereka kebingungan


"Terima kasih atau kerja keras kalian yang sudah buat bunga-bunga ini jadi tumbuh subur"Ucap Intan

__ADS_1


"Itu kan memang tugas kami nona"Ucap Pelayan ramah pada intan


"Aku sukaaaa"Ucap Intan lalu pergi masuk ke dalam


__ADS_2