Riontan

Riontan
Episode 15


__ADS_3

Hampir 1 jam Rio dikamar mandi entah sedang apa dia didalam


Sampai dia keluar ternyata dia mandi membuat intan menahan tawanya


"Pakai tangan?"Tanya intan sambil menahan tawanya


"Lu diam!"Bentak Rio


"Okeeeee"Jawab intan sambil tersenyum


Intan turun dari ranjang dia menuju sofa lagi untuk rebahan disana


Intan membaca novel-novel hadiah Tiara padanya sambil rebahan di sofa


Rio keluar dari ruang ganti dengan baju santainya


"Baru juga dicium udah sejam aja dikamar"Ucap intan tapi matanya masih menatap Novel


"Bisa diam gak sih?"Ucap Rio dan dia ingin keluar


"Ka jangan keluar"Larang intan


"Kenapa?"Ucap Rio


"Kaka habis keramas nanti jadi bahan olokan ka Prince"Ucap Intan dan Rio terdiam sejenak lalu dia mengurung kan niatnya untuk keluar dan duduk diatas kasur nya


"Ka Rio duduk sini donggg"Rengek intan dengan manja


"Lu kenapa sih buat gua jijik"Ucap Rio dengan nada ketus


"Jangan jijik jijik Kaka nanti ketagihan terus malu sendiri gimana?"Ucap Intan


"Diam gak lu atau gua lempar keluar kamar lu"Ancam Rio tapi intan bukannya malah semakin menjadi menggoda suami nya


"Ka boleh minta ponsel ku gak?"Ucap Intan


"Udah gua buang"Ucap Rio tanpa menatap intan


Intan langsung berlari menghampiri Rio bahkan intan dengan sengaja mendekat wajahnya dengan wajah Rio membuat Rio lagi-lagi tak bisa berkata-kata


"Kaka kenapa lakuin itu?"Ucap Intan


"Kaka tau semua tugas aku selama aku cuti ada disitu kalau itu hilang bisa-bisa aku mulai dari awal"Ucap Intan


"Siapa suruh selalu berhubungan dengan teman kamu itu?"Ucap Rio


"Tunggu?Kaka buang ponsel aku gara-gara aku selalu telponan dan chatan sama gema?"Tanya Intan dengan heran


"Kaka sadar gak sih apa yang Kaka lakuin itu tanda-tanda kalau Kaka......."Ucap Intan dengan sengaja terpotong

__ADS_1


"Apa?"Jawab Rio dengan penasaran


"Cemburu"Jawab intan sambil tersenyum manis didepan Rio


"Apa gua cemburu?najis!"Ucap Rio sambil membuang mukanya


"Yakin Kaka gak cemburu?buktinya aja ponsel aku dibuang gara-gara aku berhubungan sama Gema padahal 2 hari lagi aku bakal kuliah lagi dan ketemu dia setiap hari"Pancing intan sambil terus menatap ekspresi Rio


"Lu bisa gak jauh-jauh dari gua ini terlalu dekat"Ucap Rio dan mendorong intan kesamping dan intan duduk disampingnya Rio tapi dia menengok Rio


"Gak kuat yah deket-deket aku? kedengaran kok dari bunyi jantung Kaka kenceng banget"Goda intan sambil tersenyum


"Mana ada!"Ucap Rio tapi dia memegang dadanya karena penasaran dengan ucapan intan membuat intan geleng-geleng kepala


"Kaka tau gak aku di kampus sering disebut couple nya kampus loh"Ucap Intan


"Kaka yakin gak cemburu?aku istri Kaka loh?masa Kaka mau istrinya couple an sama cowo lain?"Ucap Pancing Intan


Rio benar-benar kesal karena intan terus mengoceh didepannya dia menutup mulut intan


Intan menggigit tangan Rio dan Rio melepaskan tangannya dari mulut intan


"Sialan lu!"Ucap Rio sambil kesakitan


"Kaka kan gak perduli nih sama aku kalau seandainya aku pacaran sama Gema boleh?"Tanya intan dengan wajah tanpa bersalah


"Kaka yakin?"Tanya intan


"Tapi aku bisa liat kalau Kaka itu takut sebentar nya"Ucap Intan sambil melipatnya tangannya


"Takut apa?"Ucap Rio


"Iyah Kaka itu takut sebenarnya aku diambil orang buktinya lubang hidung Kaka kempas-kempis dari tadi"Ucap Intan dan ucapan intan berhasil membuat Rio tersenyum tapi seketika dia langsung merubah ekspresi nya lagi


"Kaka itu ganteng kalau senyum kenapa harus disimpan sih?"Tanya Intan


Rio hanya diam tapi wajahnya seperti gugup


"Yaudah lah ka aku mau kebawah dulu mau minta ka Prince beliin aku ponsel"Ucap Intan ingin turun kasur Rio tapi Rio langsung menahan intan


"Lu mau ngadu ke Prince kalau ponsel lu gua sita hah?"Tanya Rio pada intan


"Aku gak ngadu tapi aku minta yang baru aja"Ucap Intan


"Gak ada gak ada beli nya sama gua,emang gua miskin sampai lu minta ke Prince hah?"Ucap Rio dia turun dari ranjang nya tapi tangannya masih memegangi tangannya intan


Mereka pun pergi menuju tempat pembelian ponsel untuk intan sepanjang menuju mobil Rio tanpa sadar terus memegangi tangan intan tapi intan juga diam sambil tersenyum-senyum


Didalam mobil intan bernyanyi-nyanyi dengan riang nya

__ADS_1


"Kaka ingat gak dulu waktu kaka sebelum pergi"Tanya Intan sambil menatap Rio yang fokus menyetir


"Gua lupa semuanya yang gua ingat cuma Alice dan Alice"Jawab Rio ketus


"Kaka bilang jangan pacaran apalagi menikah sebelum Kaka datang kalau aku menikah sebelum kaka datang Ka Rio ancam aku gak bakal balik lagi"Ucap Intan dia menatap ekspresi Rio tapi Rio diam


"Gua pernah bilang gitu?"Tanya Rio


"Yaaaaa"Jawab intan sambil mengangguk kepalanya


"Tapi gua lupa"Ucap Rio santai


"Karena aku takut Kaka gak balik lagi,aku benar-benar tutup hati aku ka"Batin Intan


"Lupain semuanya ka?"Ucap Intan dengan nada sedih


"Ya!"Ucap Rio enteng


"Kalau tau Kaka gak perduli gini,aku banyakin mantan aja apalagi aku tau suami aku Kaka,biar Kaka pusing hadapin mantan-mantan aku"Ucap Intan ditelinga nya Rio


"Woy bisa gak usah dekat-dekat gak sih?"Ucap Rio


"Suami sendiri kenapa dilarang deket-deket?takut khilap nya"Goda intan pada Rio


"Lu kalau gak diam gua tinggal dijalan"Ancam Rio


"Tinggal aja tapi kalau aku sampai rumah bakal aku aduin ke ka Prince"Ucap Intan


"Lu jadi tukang adu?"Ucap Rio


"Udah ah ka diam aku mau diam nih"Ucap Intan


"Lu perintah gua diam?lu benar-bener uji gua?"Ucap Rio


"Kan aku udah mau diam sekarang Kaka yang ngajak ribut?"Ucap Intan


"Kaka diam nanti aku cium lagi nih?"Pancing intan dengan senyum nakalnya membuat Rio langsung diam bahkan fokus untuk menyetir


"Cie langsung nurut"Ejek Intan sambil menunjuk wajah Rio


"Kaka biasanya cuma bisa ancam kan?aku langsung eksekusi lo ka"Ucap Intan


"Bisa diam gak?"Bentak Rio


Intan menganggukan kepalanya tapi dia menahan tawanya karena berhasil membuat Rio mati kutu


"Ilmu ka Tiara manjur juga,ternyata ka Rio sama ka Prince tipikal orang kalau ditentang mereka gak berbuat apa-apa"Batin Intan


"Oke karena ka Rio udah terlanjur jadi suami aku ya gimana lagi aku harus baik dan buat dia cinta ke aku walaupun aku juga belajar mencintai dia"Batin Intan

__ADS_1


__ADS_2