Riontan

Riontan
Episode 207


__ADS_3

Hari semakin larut tapi Cio masih disana padahal Nuna dan King menyuruh nya pulang karena kondisi nya juga lemah


Cio sedang duduk kursi di samping nya Nuna sambil memejamkan matanya dengan tangan melipat di dadanya


"Berciiii" Panggil Nuna pelan dan Cio langsung melotot


"Kenapa Nuna? kamu lapar atau haus? " Tanya Cio dengan cepat


"Kamu mau tidur dengan ku? " Tanya Nuna membuat Cio mengangkat alisnya


"Kayanya muat kok buat dua orang" Ucap Nuna lagi


"Gak Nuna aku disini aja, kalau disitu takut kena luka kamu" Ucap Cio


"Udah gak sakit kok" Ucap Nuna


"Udah gak papa aku disini aja, kamu cepat sembuh yah biar kita cepat pulang" Ucap Cio lembut


Cio mengelus rambut Nuna sambil tersenyum manis lalu Nuna memegang tangan Cio


"Kamu pernah suruh panggil kamu apa dulu? " Tanya Nuna


"Panggil apa?" Malah Cio bertanya balik


"Bae kan? " Tanya Nuna sambil tersenyum manis dan baru kali ini Cio melihat senyum selebar itu dari Nuna


"Aku salah, aku sudah pikirkan semuanya,aku selalu menyiksa diriku sendiri dan selalu menyalahkan kamu" Ucap Nuna


"Aku benar-benar akan mencoba menerima semuanya Berci" Sambung Nuna


Cio mencium kening Nuna sambil memejamkan matanya dia sangat senang Nuna mengatakan itu


"Aku mohon jangan pernah buat aku berharap lagi seperti waktu Itu Nuna" Ucap Cio lirih di telinga Nuna


"Maafkan aku Berci" Jawab Nuna membuat Cio tersenyum bahkan tertawa karena Nuna meminta maaf padanya yang tidak pernah dia ucapkan


"Temeni aku Nuna untuk menertawakan dunia ini dan jadilah peran penting dalam hidupku" Ucap Cio dan dia menjauhkan wajahnya dari Nuna


"Mau kan? " Tanya Cio dan Nuna menganggukan kepalanya dengan lemah

__ADS_1


"Semoga kamu benar-benar melupakan Jordi Nuna, aku mohon jadi lah wanita ku seutuhnya" Batin Cio dan tanpa sengaja Nuna menganggukkan kepalanya


Dengan perlahan Nuna mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Cio


"Bimbing aku Berci! Ajari aku tentang ketulusan yang selalu kamu sebutkan itu" Ujar Nuna


"Mulai hari ini kamu adalah titik balik di hidupku Arbercio" Ucap Nuna, Cio meneteskan air matanya mendengar ucapan Nuna


"Jika aku masih belum bisa berubah sikap kulepaskan aku Berci karena kamu pantas bahagia kan? " Ucap Nuna tapi Cio menggelengkan kepalanya sambil menahan tangan Nuna yang ada di wajahnya


"Aku gak akan lepasin kamu, apapun yang terjadi bahkan jika aku mati aku akan suruh keluargaku menjaga janda mu" Ucap Cio membuat Nuna terkekeh mendengarnya


"Jadilah rumah ternyaman setelah Mommy dan Serena Nuna! " Ucap Cio dengan mata berkaca-kaca


"Kamu kenapa menangis? " Tanya Nuna sambil tertawa melihat suami kecilnya


"Terimakasih Nuna" Jawab Cio membuat Nuna mengerucutkan alisnya


"Kamu sudah menurunkan ego mu dan mau memperbaiki semuanya, bahkan aku masih melihat sosok Nuna yang pemberani seperti dulu" Sambung Cio


"Aku selalu bilang mencintai Jordi tapi ketika aku dibawa kesini, aku mengharapkan kamu yang datang membawa ku pulang Berci" Ucap Nuna


Cio mencium tangan Nuna sambil tersenyum manis pada Nuna begitu pun Nuna


"Sehatlah Nuna dan aku akan bawa kamu pulang" Ucap Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya tapi mata Nuna tidak sengaja menatap sepasang suami istri yang masih setia menunggu nya dia luar dengan King


Cio ikut menatap Tuan Figo dan Nyonya Figo yang sedang tersenyum pada Nuna


"Mereka sangat menginginkan kamu menjadi anak mereka Nuna" Ucap Cio


"Aku gak Mau Berci" Jawab Nuna


"Mereka bukan orang tua kita"Sambung Nuna


" Jika tes DNA yang kalian menunjukkan kamu adalah anak mereka bagaimana? Apa kamu tega melukai wanita yang sudah melahirkan kamu? "Tanya Cio sangat lembut membuat siapapun pasti meleleh


Nuna diam sambil menatap Cio dengan tatapan sendu yang dikatakan Cio memang benar


" Aku akan cari semuanya agar semuanya jelas"Batin Cio

__ADS_1


"Misalnya mereka benar orang tua apa yang harus aku lakukan? apa mereka akan membawa ku? setelah aku merasakan betapa susah hidupku dan aku berjuang sendirian tanpa ada yang mendukung ku setelah ibu ku meninggal" Ucap Nuna bergetar menahan tangisnya tapi Cio malah mencubit-cubit pipi Nuna agar dia tidak jadi menangis


"Jangan menangis Nuna! aku orangnya mudah menangis jika orang ku sayangi menangis" Larang Cio


"Maafin aku yah baru datang" Ucap Cio


"Jika mereka benar-benar orang tua kamu mintalah restu nya Nuna jangan kamu malah membenci mereka karena sudah tidak mencari kamu" Ucap Cio pada Nuna


"Lihat Mamah Nuna, keinginan sangat besar,jika kamu adalah anak nya Nuna" Sambung Cio


"Sejak aku menunggu kamu dia selalu menanyakan kamu, apa makanan kesukaan kamu, pakaian dan apapun yang kamu sukai tapi aku jawab aja dia suka aku" Ucap Cio membuat Nuna tersenyum tipis


Cio mengelus rambut pipi Nuna sambil sesekali mencubitnya


"Jangan dia buat stress yah nanti sakit kamu gak sembuh" Ucap Cio lagi Nuna menatap Cio dengan tatapan sendunya


"Berci menurut kamu apa aku harus bersikap baik sama mereka? " Tanya Nuna membuat Cio tersenyum


"Memangnya mereka persalah apa sampai kamu bertanya seperti itu? " Tanya Cio


"Kita tunggu hasil test DNA kamu yah misalnya sudah keluar dan hasilnya positif nanti kita pikirkan lagi" Ucap Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya


"Aku rindu Mommy"Batin Cio


Nuna mendengar nya dan dia mencium tangan bahkan memeluknya


" Kangen Mommy yah? "Tanya Nuna membuat Cio mengerucut alisnya


" Kok tau? "Ujar Cio


" Aku tau karena kamu itu sangat dekat dengan Mommy kan?"Ucap Nuna


"Aku terkadang bertanya Berci bagaiamana Mommy membesarkan kamu menjadi laki-laki yang sesabar ini" Sambung Nuna


"Kasih sayang Mommy sangat luas makanya aku bangga jadi anaknya berusaha membuatnya tidak terluka tapi sayang aku selalu melukai nya tanpa sadar, dia sudah mengajarkan ku kesabaran yang luar biasa sebelum dia menikah dengan Daddy" Ucap Cio membuat Nuna terharu mendengarnya


"Berci benar, Mommy dengan sabar dan mau membesarkan Serena anak kandung dari mantan kekasih Daddy tanpa membandingkan nya" Batin Nuna


"Aku selalu bersikap keras kepala pada Berci padahal dia benar-benar ingin membuat ku bahagia tapi aku malah menyiksa diri ku sendiri" Sambung Nuna

__ADS_1


"Cepatlah sembuh Nuna" Ucap Cio lirih dia menarik tangannya lalu mendekat kan kursinya ke Nuna dan meletakkan kepalanya di samping Nuna


__ADS_2