
Siang menjadi sore Rio sampai mansion dengan raut wajah yang sangat lelah dia berjalan dengan loyo menuju kamarnya
Rio masuk dia melihat intan sedang duduk diatas ranjang sedangkan anak-anak juga duduk disamping intan Rio berjalan ketika sudah ada disamping kasur dia langsung naik dan merebahkan tubuhnya berbantalkan paha intan tangannya juga memeluk pinggang Intan,Tiara sudah pulang sebelum makan siang tadi
"Ayyy cape"Rengek Rio dengan manjanya pada intan sedangkan intan tersenyum sambil mengelus rambut Rio
"Kerjaan ku hari ini banyak banget Ay rasanya cape banget"Adu Rio dengan manja pada intan lalu Rio menatap intan
"Cium Ay"Rengek Rio sambil menggoyangkan tubuh intan
"Didiiii"Teriak Cio sedangkan Serena mendekati Rio lalu memukul-mukul belakang Rio
Rio masih nyaman dipaha nya intan sambil menatap wajah cantik istrinya tanpa perduli teriakan Cio dan pukulan Serena
"Ay temenin mandi dong"Pinta Rio
"Iyah"Jawab intan singkat
Rio lalu duduk dia menggendong Serena sambil me cium-cium pipi nya
"Kamu kenapa sih suka banget pukul Daddy?padahal Daddy lagi kangen sama Mommy"Ucap Rio Serena diam lalu memukul wajah Rio intan dengan cepat mengambil Serena lalu mendudukkan disamping Cio
"Kalian disini dulu yah soalnya Mommy mau mandiin Daddy kalian dulu"Ucap Intan
"Omyyyyyy"Teriak Cio meminta digendong intan
"Cio kamu sudah seharian dengan Mommy giliran Daddy lagi dong"Ucap Rio
Cio memeluk pinggang intan dengan wajah manyun menatap Rio
"Omyy Didi"Ucap Cio lalu Rio juga memeluk intan dari depan dengan kepala ada di dada intan
"Ini istriku"Jawab Rio sambil menggoyang kepalanya didada intan
"Didiiiiiiii"Teriak Cio karena dia tidak suka Rio dekat-dekat dengan Mommy
"Ay kamu ganti baju dulu yah atau kamu tunggu aja dikamar mandi aku mau antar anak-anak dulu"Ucap Intan
"Gak mau Ay mau dekat-dekat kamu terus gak mau jauh-jauh,aku udah seharian gak sama kamu masa harus jauh-jauh lagi?"Ucap Rio
"Aku mau anter anak-anak ke kamarnya aja kok"Ucap Intan
"Gak mau tetap"Rengek Rio dengan wajah pura-pura bersedih
Cio diam melihat wajah Rio yang sedih dia mengira Rio sedih lalu Cio merangkak ingin menaiki tubuh Rio dia menatap wajah Rio dengan tatapan menggemaskannya membuat intan dan Rio tertawa melihatnya
__ADS_1
"Kenapa liat Daddy sampai segitu nya?"Tanya Intan tapi Rio jahil lalu dia memanyunkan bibirnya
Rio melepaskan pelukannya dengan intan lalu menggendong Cio
"Giliran Daddy lagi yah sama Mommy nya"Ijin Rio tapi Cio hanya diam lalu Rio mencium pipi Cio dengan gemas
"Aku anter mereka dulu ke kamarnya yah"Ucap Intan dan intan menggendong Serena menuju kamarnya tapi di kamarnya intan bertemu dengan Mommy Lala dengan Papi Riko dia diam sambil menatap Papi Riko karena intan belum bertemu dengan Papi Riko
"Cio mana?"Tanya Riko dan Rio datang sambil membawa Cio tentu Cio sangat senang Opah Oma nya datang
Cio langsung minta gendong oleh Riko dan Rio menyerahkannya Cio pada Riko
Riko memeluk intan tapi intan hanya diam didalam pelukan Riko
"Papi sangat senang kamu masih hidup ntan dan maafin Papi yah karena bisa temuin kamu sekarang"Ucap Riko
"Kita kebawah Mom Pi"Ajak Rio lalu mereka menuju kebawah
Cio ada pangkuan Papi Riko sambil mengemut tangannya dengan senang
"Aku senang kalian datang Mom Pi, apalagi Papi"Ucap Rio sambil tersenyum
"Kami kangen dengan cucu-cucu kami"Ucap Mommy Lala
"Intan masih belum ingat semuanya?"Tanya Mommy Lala
"Besok kamu jalan-jalan aja berdua Rio ajak dia kemanapun ketempat yang kalian pernah kunjungi berdua nanti Cio dan Serena biar kami yang menjaganya"Ucap Mommy
"Emangnya gak repotin Mom?"Tanya Rio
"Mommy dan Papi kamu mau qualitime dengan cucu-cucu kami memangnya salah?"Tanya Mommy Lala
"Oke deh Mom kalau gitu"Ucap Rio lalu dia merangkul pinggang intan sambil tersenyum
"Ntan kamu kenapa cuma diam aja?kamu tatap Papi kaya orang baru kenal?"Tanya Papi Riko
"Dia Papi Riko Ay,Papi ku bahkan kamu dulu waktu hamil Cio sangat senang dekat-dekat dengan dia makanya Cio sangat manja dengan dia"Jelas Rio tapi intan masih canggung pada Riko
Riko tersenyum menatap intan membuat intan juga tersenyum lalu dia sedikit mengingat Riko diingatnya
"Papi"Panggil intan membuat Rio tersenyum
"Jadi intan yang dulu yah Ntan yang ceria dan tulus"Ucap Riko
"Papi liat kamu seperti ingat seseorang yang sudah meninggal karena penyakit kanker bahkan Papi sangat sedih waktu itu berharap dia kembali dan hidup lagi namanya Agatha Nabila"Ucap Riko
__ADS_1
"Papi kira Papi akan kehilangan lagi seperti dulu tapi tuhan menutup kesedihan Papi dengan menghidupkan kamu lagi"Ucap Riko lalu dia tersenyum
"Papi samain istriku dengan wanita seperti dia?"Tanya Rio karena dia tau seperti apa bila
"Kamu cuma tau cerita nya Rio tapi kamu gak tau apa yang papi lewati sampai Papi masih kenang dia"Ucap Riko membuat Rio diam
Papi Riko dan Mommy Lala ada di mansion Rio sampai malam bahkan mereka sampai Cio dan Serena tidur baru pulang dan sekarang Rio dan intan ada dikamar
Rio menatap wajah intan yang ada diatasnya karena intan duduk sedangkan Rio tiduran di paha intan
"Aku besok mau ke tempat aquarium ikan Ay aku mau ketemu Tio,aku ingat dia kerja disitu"Ucap Intan
"Aku ingat dia orang sering datang kerumah sewaan ku bahkan dia juga yang sudah kasih aku kerjaan sebagai badut keliling"Ucap Intan membuat Rio diam menatap wajah intan
"Aku sudah cari tau tentang semuanya Ay tapi aku gak dapat apa-apa,ini semuanya terjadi seakan-akan gak ada campur tangan siapapun"Ucap Rio
"Apa aku yang terlalu lambat buat cari tau ini semuanya?"Tanya Rio
"Kalau seandainya Tio orang yang dibalik ini semuanya liat aja apa yang akan terjadi"Ucap Rio
"Aku ingat jika Tio orang baik Ay bukan orang jahat bahkan dia sering lindungi aku dari apapun"Ucap Intan
"Ay kamu ingat Gema?"Tanya Rio lalu dia menatap wajah intan lalu intan menganggukan kepalanya
"Apa yang kamu ingat tentang dia?"Tanya Rio
"Orang baik yang aku sia-sia kan"Jawab Intan
"Kamu ingat Alice?"Tanya Rio lagi
"Ibu kandung Serena?"Tanya Intan lalu Rio menganggukan kepalanya
"Aku tau cuma itu"Jawab intan lagi
"Ay kamu ingat dulu pas kita masih jadi sebagai adik kaka?"Tanya Rio tapi intan menggelengkan kepalanya
"Aku bawaan pengen marah aja ke kamu karena kamu juga suka pancing kemarahan aku tapi didekat kamu nyaman"Ucap Rio lalu dia tersenyum sambil mengingat masa-masa nya dulu
"Di ulang tahun kamu yang 17 tahun aku orang pertama yang rayain itu apa kamu lupa itu?"Tanya Rio
Intan tersenyum lalu dia menundukkan kepalanya dan mencium bibir Rio
Rio mendekatkan wajahnya ke perut intan sambil memeluk pinggang intan
"Gak mau sendirian lagi Ay,gak mau jadi duda"Ucap Rio
__ADS_1
"Iyah Ay aku gak bakal biarin kamu sendirian kok"Ucap Intan sambil mengelus rambut intan