
3 hari berlalu
Rio dan intan sama-sama tak ada interaksi setelah kejadian malam hari itu
Rio benar-benar menjauhi intan bahkan 3 sudah intan tak pernah lagi melihat Rio padahal Rio selalu pulang tapi Rio selalu tidur dikamar tamu
Intan sedang dikampusnya dia duduk didepan kelas bersama Gema
"Ntan kamu setelah lulus ini kamu langsung ke Amerika?"Tanya Gema sambil menatap wajah intan yang sedang melamun
"Ntan?"Panggil Gema sambil menoel bahu intan dan Intan langsung menatap Gema
"Kamu tanya apa?"Tanya intan
"Kamu beneran mau ke Amerika?"Ucap Gema
"Ya!"Ucap Intan sambil menganggukkan kepalanya
"Suami kamu izinin?"Tanya Gema
"Ya!"Ucap Intan lagi
"Kenapa jawab cuma itu sih?kamu aku liat 3 hari belakangan ini kaya lebih suka ngelamun kalau diajak ngomong gak nyambung"Ucap Gema
"Emang Iyah?perasaan aku kaya biasa aja"Ucap Intan
"Itu perasaan kamu intan"Ucap Gema dengan gemas
"Tapi suami kamu masih suka marah-marah atau bahkan kasar ke kamu?"Tanya Gema dengan wajah penasarannya
"Itu privasi aku Gem aku gak mungkin kan ceritain masalah ini ke orang lain?walaupun kamu sahabat aku"Ucap Intan
"Kamu tutup keburukan suami kamu?buat apa?seharusnya malah kamu itu bongkar biar dia malu ntan"Ucap Gema
Intan menatap serius Gema
"Seburuk apapun dia Kaka aku Gem bahkan sekarang dia suami sah ku asal kamu tau dia pernah selamatin aku dulu waktu kita masih SMA,dimana sekolah kita diteror dan badan aku dikasih bom dia datang buat selematin aku bahkan dia terkena tembakan di bahu nya"Ucap Intan
"Semua orang itu baik gak ada yang buruk tapi cara orang aja melihat nya bagaimana"Ucap Intan
"Kamu belain dia?kamu mulai suka sama dia ntan?cowo kasar begitu kamu suka?"Tanya Gema
"Ku pertegas dia Kaka aku Gem"Ucap Intan dia berdiri lalu pergi karena merasa kesal pada Gema
Gema tentu mengejar Intan gema bisa mengejar intan dia menahan intan
"Kamu kenapa ntan?"Ucap Gema
__ADS_1
"Aku mau sendiri"Ucap Intan
"Ntan aku temenin yah?"Ucap Gema
"Paham kata sendiri kan?"Tanya Intan
Intan menepis tangan Gema lalu dia pergi lagi Gema membiarkan nya saja
"Setelah dia menikah intan kaya tertekan bukan malah bahagia,apa mereka menikah karena terpaksa?"Ucap Gema berbicara sendiri
Disisi Rio
Rio sedang diapartemen miliknya yang baru saja dia beli beberapa jam yang lalu
Rio sedang duduk diruangan apartemen nya, ditangan kanannya ada sepotong rokok yang menyala sedangkan ditangan kiri nya ada gelas wine beserta dengan Wine nya
Rio tersenyum lalu dia menegak wine yang ada ditangannya
"Gua rasain namanya cinta tapi gua gak bisa dapatin cinta itu dan sialnya lagi gua menikah dengan orang gak pernah gua cinta tapi kenapa gua merasa bersalah karena udah kasar ke dia hah?"Tanya Rio pada dirinya sendiri
"Aliceeee"Ucap Rio lalu dia tersenyum wajah Alice terbayang-bayang
"Gua mau lu Alice bukan intan"Ucap Rio
"Gua mau lu yang gua kecup bibir saat kita ada didepan pendeta"Ucap Rio
"Kalau Alice tau gua nikah sama intan apa dia bakal marah yah ke gua atau malah sebaliknya dia gak peduli?"Ucap Rio
"Aliceeee gua mau lu sekarang kesini buat peluk gua"Ucap Rio sambil tersenyum tapi dia membayangkan intan bukan Alice
Sampai dia tertidur disana
Hari sudah malam dan malam ini intan menginap dirumah Prince
Prince dan Tiara mengizinkannya walaupun mereka bertanya-tanya kenapa tapi intan tak mau menjawab
Intan dikamar dia sedang mengerjakan tugas untuk sidang kelulusan bulan depan
"Aku harus fokus buat kelulusan ku,supaya aku bisa lulus dan aku bisa lanjut ke Amerika"Ucap Intan dengan Semangat
"Aku gak peduli dengan ka Rio apalagi pernikahan terpaksa ini aku benar-benar gak perduli"Ucap Intan
Intan duduk disisi ranjangnya sambil berpikir sampai dia merasa bosan hanya dikamar dia mengambil tas nya lalu ingin pergi
Intan pergi menggunakan motor Vespa kesayangan nya
Tempat tujuan Intan sangat dekat yaitu supermarket dekat mansion Prince
__ADS_1
Intan membeli beberapa minuman dan makanan ringan lalu dia duduk ditempat duduk yang ada disana sendirian sambil memakan cemilan yang dia beli tadi
Intan tiba-tiba tersenyum entah kenapa dia tersenyum
"Aku mau telpon Gema pasti dia sekarang lagi sibuk kerjain skripsi sidang juga tapi kalau dia disuruh kesini pasti datang"Ucap Intan berbicara sendiri
"Ayah bunda intan kangen"Ucap Intan lirih sambil tersenyum miris menatap jalanan yang dilewati kendaraan
"Ayah bunda intan sebentar lagi udah lulus kuliah dan intan bakal lanjutin study intan ke Amerika karena itu kan kemauan ayah bunda dulu"Ucap Intan
Tiba-tiba ada sebuah motor datang lalu menabrak dinding semen supermarket sampai di terjatuh
Intan langsung berlari untuk membantu nya
Badan orang itu sangat bau alkohol dan juga rokok membuat intan menahan nafasnya
"Kamu gak papa kan?"Ucap Intan sambil membantunya duduk
Dia adalah Rio yang sedang mabuk membawa motornya
Intan tak mengetahui jika itu Rio karena dia menggunakan helm fullpice
Rio juga tidak mengetahui jika yang menolongnya adalah intan
Intan ingin membuka helmnya Rio tapi Rio menepis tangan intan lalu dia berusaha berdiri tapi dia malah terjatuh karena kepalanya pusing
"Jangan sok baik!"Ucap Rio Ketus pada intan
Intan mengenai suara Rio dia langsung dengan cepat membuka helm Rio dan intan terdiam melihat Rio ,rambut yang berantakan seperti orang yang kacau
Rio terjatuh dan kepalanya ada didada intan tangan Rio juga memeluk pinggang intan
"Ka Rio?"Ucap Intan sambil membeku karena melihat Rio
"Kaka habis minum?"Ucap Intan
Rio hanya diam bahkan dia sudah tak sadarkan diri
Intan ingin berdiri tapi Rio malah mempererat pelukannya membuat intan tak bisa berdiri
"Jangan tinggalin aku sendiri"Ucap Rio pelan tapi intan masih bisa mendengar suara Rio terdengar jika Rio benar-benar butuh seseorang saat ini
Pikiran apa yang masuk kekepala intan dan dia memeluk Rio bahkan mengelus rambut Rio
"Kaka minum?"Tanya intan lembut pada Rio
Rio menganggukan kepalanya pelan tapi matanya terpejam
__ADS_1
"Bukannya Kaka janji gak bakal minum bahkan Kaka anti minum kaya gitu?"Tanya Intan lagi
Rio hanya diam tak menjawab pertanyaan intan