Riontan

Riontan
Episode 147


__ADS_3

Intan sampai di mansionnya Indra dan Frans membantu intan membawa belanjaan nya ke dalam ketika sudah selesai ponsel Indra berdering yang menelpon adalah Rio membuat kedua sama-sama tegang bahkan berkeringat dingin


Indra mengangkat telpon Rio dengan tangan gementar sedangkan Frans menempelkan telinganya dia ponselnya Indra


"Hallo"Ucap Rio dengan nada ketus pada Indra


"Iiiya tuan"Jawab Indra tergagap


"Kalian berdua harus dapat hukuman,kalian berdua sekarang kesini tapi harus jalan kaki gak boleh singgah-singgah apalagi minum"Ucap Rio lalu dia langsung mematikan ponselnya sepihak


Indra dan Frans langsung buru-buru berlari menuju kantor Rio sedangkan intan menuju kamar anak-anak nya


Tapi masuk perlahan sambil tersenyum tapi ternyata anak-anak nya belom bangun tidur lalu intan menghampiri nya dia menatap anak-anak nya


Intan berdiri menatap anak-anak nya sambil tersenyum manis mengelus pipi keduanya yang tidur bersebelahan


"Mommy kira kalian sudah bangun ternyata belum"Ucap Intan sambil tersenyum


Pintu kamar intan terbuka yang masuk adalah Tiara sambil tersenyum manis masuk kedalam kamar intan


"Ntan"Panggil Tiara sambil berjalan masuk kedalam intan tersenyum melihat Kakanya datang


Mereka berpelukan menandakan rasa rindu mereka tapi padahal mereka baru bertemu 1 Minggu yang lalu


"Kaka sendiri aja?"Tanya Intan


"Ya kamu tau kan Hellen dan King sudah banyak masuk dunia pendidikan jadi mereka disuruh suamiku untuk lebih banyak belajar lagi diumur segini"Ucap Tiara


"Oh gitu aku kira kaka emang sengaja tinggal"Ucap Intan


"Gimana kabar kamu?"Tanya Tiara


"Aku baik ka"Jawab Intan


"Ah iya ka,aku mau tanya tentang orang tua kita boleh?"Tanya Intan membuat Tiara terdiam

__ADS_1


"Kaka?"Panggil Intan


"Iyah"Ucap Tiara lalu dia menatap intan karena dia tadi menundukan kepala nya


"Kaka?"Panggil Intan lagi


"Aku mau ketemu orang tua kita boleh?atau gak mereka suruh kesini karena aku udah mau sebulan disini tapi mereka gak pernah kesini,apa mereka sibuk atau gimana?"Tanya Intan


"Kamu gak ingat Ayah bunda Ntan?"Tanya Tiara dengan raut wajah sedihnya


"Ayah bunda?"Tanya Intan sambil tersenyum


"Aku tanya Kaka karena mau ketemu mereka karena kata suamiku aku harus tanya Kaka masalah ini"Ucap Intan


"Tapi mereka masih hidup kan?"Tambah intan lagi


"Kaka kesini mau ketemu kamu buat malah cerita hal beginian ntan"Jawab Tiara membuat intan mengerucutkan alisnya


"Maksudnya Kaka apa?Kaka gak mau ceritain ayah bunda ke aku?"Tanya Intan


"Bahkan ayah bunda meninggal karena kecelakaan dan kamu juga ikut didalam kecelakaan itu ntan"Jawab Tiara membuat intan terdiam dia tidak bisa berkata-kata lagi bahkan dia air matanya jatuh membasahi pipi nya cerita Tiara berhasil membuat peristiwa celakaan ayah bundanya tersetel dikepalanya


"Ayah bunda"Ucap Intan dan Tiara memeluk adiknya itu tapi dia tidak menangis


"Gak perlu nangis ntan semuanya sudah berlalu"Ucap Tiara


"Aku ada disana tapi kenapa aku bisa lupa? aku anak durhaka"Ucap Intan


"Anak Ayah bunda gak ada yang durhaka bahkan sekarang mungkin ayah bunda sedang tersenyum melihat anak-anak yang sudah sukses"Jawab Tiara


Intan melepaskan pelukannya dan Tiara menghapus air mata adiknya sambil tersenyum


"Ayah bunda meninggal kenapa aku bisa lupa ka?"Tanya Intan lagi


"Itu bukan kesalahan intan"Jawab Tiara

__ADS_1


"Aku gak mau gini ka aku mau ingat semuanya,aku kesel kayagini kematian ayah bunda aja aku lupa apalagi kenangan sama mereka"Ucap Intan


"Sabar de semuanya butuh proses"Ucap Tiara


"Kamu tau de Kaka sangat bahagia karena tau kamu hidup lagi walaupun kamu lupa siapa Kaka dan masalalu kita"Ucap Tiara


"Aku akan ingat semua nya ka"Ucap Intan yakin


"Kamu harus ingat semuanya de,Kaka mau kamu yang dulu teman berantem Kaka "Jawab Tiara


Intan menganggukan kepalanya tapi tangis Serena mengejutkan keduanya bahkan Cio juga bangun tidur


Intan dan Tiara langsung menuju ranjang mereka tangis Serena langsung hilang ketika melihat intan sedangkan Cio hanya diam sambil menatap Tiara karena Tiara sampai saat belum pernah menggendong Cio apalagi Serena dia sangat tidak mau


"Kaka seperti nya Cio ingin digendong kamu"Ucap Intan tapi Tiara hanya diam Cio duduk lalu dia merentangkan kedua tangannya meminta digendong oleh Tiara


"Titi"Panggil Cio sambil menunjukan gigi nya yang baru tumbuh


"Kaka kenapa gak pernah mau gendong anak-anak ku?"Tanya Intan tapi Tiara hanya diam dia tidak bisa menjawab pertanyaan intan


"Kenapa ka?Cio anak ku dia darah daging dan darah kita sama kan?"Tanya Intan


"Dan Serena memang dia bukan anak ku tapi dia sudah ku anggap anak ku sendiri, sikap Kaka yang seperti ini benar-benar membuatku tersinggung ka"Ucap Intan lagi


"Apa alasan Kaka seperti ini dengan anak-anak ku?"Tanya intan


"Kaka menganggap Cio adalah penyebab kematian kamu de jadi Kaka kesal"jawab Tiara sambil menundukkan kepalanya


"Tapi aku hidup dan Kaka gak pernah mau gendong dia padahal dia mau Kaka yang gendong dia"Ucap Intan


Tiara menatap Cio yang diam sambil mengulum tangannya lalu Tiara menggendong Cio membuat Cio sangat senang sekali bahkan dia tertawa sambil bertepuk tangannya


Intan diam melihat Cio ada digendongan Tiara tapi wajah intan masih kecewa pada Tiara


"Dia keponakan kamu ka,kalau Kaka masih seperti ini dengan anak-anak ku sama saja Kaka gak anggap aku adik kaka"Ucap Intan tegas dengan sorot mata tajam pada Tiara membuat Tiara diam

__ADS_1


__ADS_2