Sahabatku, Maduku

Sahabatku, Maduku
Fakta


__ADS_3

Malam menggelap, Aly terkesiap kaget karena tangannya terasa seperti tersengat sesuatu yang panas. Mata Aly terbuka sempurna dan melihat keadaan istrinya, tangan Aly terulur ke arah kening Alsya dan sangat terkejut ternyata  suhu tubuh Alsya sangat panas.


Aly memperhatikan tidur Alsya yang terlihat tenang-tenang saja tidak gelisah sama sekali seperti demam pada umumnya.


"Al, sayang... Bangun." Aly menepuk-nepuk wajah istrinya.


Alsya menggeliat dan membuka matanya. "Mas." Panggilnya dengan suara parau khas orang bangun tidur.


"Al, badan kamu panas, kita ke rumah sakit ya ?." Ucap Aly dengan raut wajah khawatir dan sangat cemas.


Dia ingat jika dari malam kemarin Alsya sepertinya sudah tidak enak badan sebab sering muntah-muntah sampai tadi sebelum tidur pun Alsya sempat memuntahkan makanan yang baru saja dimakannya saat makan malam.


"Nggak, ahh, mas. Badanku lemas, aku mau tidur lagi aja." Tolak Alsya lalu memejamkan matanya kembali.


Aly tidak peduli dengan penolakan Alsya, dia sudah sangat khawatir akan keadaan Alsya jadi tanpa berbicara lagi, dia langsung menggendong tubuh Alsya untuk dibawanya ke rumah sakit.


Alsya memberontak untuk diturunkan tapi Aly tidak menghiraukannya sama sekali dan tetap pada pendiriannya.


Mobil Aly melaju membelah jalanan beraspal dan sampai di parkiran rumah sakit yang hanya berisi beberapa kendaraan saja. Dia sangat berharap jika di jam sekarang masih ada dokternya sebab terbilang masih cukup sore yaitu jam sembilan.


Aly menuntun Alsya masuk ke dalam bangunan yang dipenuhi oleh bau obat-obatan tersebut, bertanya pada penjaga meja resepsionis dan ternyata memang masih buka. Aly meminta penjaga itu untuk menghubungi dokter yang sebelumnya menjadi dokter yang menangani Alsya saat Alsya kecelakaan waktu itu.


Setelah menunggu beberapa menit saja, akhirnya mereka masuk ke dalam ruangan dokter Evanna, dokter wanita muda yang berwajah cantik dengan hijab simpelnya.


"Assalamualaikum, dok..."


"Waalaikumsalam, mari ?!." Ujar dokter Evanna ramah lalu meminta Alsya untuk menaiki ranjang pemeriksaan. "Nona Alsya sedang demam ?." Tanyanya spontan saat kulitnya bersentuhan dengan kulit Alsya.


"Iya, dok. Saya khawatir itu masih berkaitan dengan kondisi Alsya sebelumnya."


"Iya tuan, kita langsung melakukan pemeriksaan, ya nona."


Alsya hanya mengangguk lemah. Dokter Evanna memulai pemeriksaannya dari yang luka pada kepala, badan juga kaki.


"Semuanya normal, tuan. Nona, apa yang anda rasakan sekarang ?." Tanya dokter itu pada Alsya yang masih berbaring.


"Hanya lemas, mungkin karena muntah-muntah terus dari kemarin, dok."


"Apa sebelumnya nona Alsya salah makan ?."

__ADS_1


Alsya terdiam dengan pemikiran mencoba mengingat-ingat apa yang ditanyakan oleh dokter Evanna, tapi seingatnya dia tidak memakan sesuatu yang salah selain es krim rasa strawberry yang dibelikan Aly beberapa hari lalu.


"Saya rasa tidak, dok. " Jawab Alsya akhirnya.


Dokter itu terdiam seperti sibuk dengan pikirannya sendiri. "Maaf, sebelumnya nona Alsya pernah mengalami keguguran, kan ?." Tanya dokter itu seperti ragu-ragu.


Alsya mengangguk. "Iya, dok." Jawabnya.


"Tapi, bagaimana bisa ya ?." Gumam dokter itu tapi masih bisa terdengar jelas di telinga Alsya dan Aly.


"Kenapa dok ?." Tanya Alsya penasaran.


"Tidak apa-apa, sebentar ya, saya akan menghubungi teman saya untuk kesini dulu." Ucap dokter Evanna lalu langsung menyambar handphone nya dan menghubungi seseorang.


 


Beberapa menit kemudian, dokter Evanna tampak menyambut ramah seseorang yang baru saja datang, seorang wanita dengan pakaian formal seperti yang dikenakan oleh dokter Evanna, sama-sama berprofesi dokter.


"Assalamualaikum..." Ujar dokter yang baru datang itu dengan senyum ramahnya.


"Waalaikumsalam." Jawab semua orang.


"Ada apa dokter Anna ?."


"Maksudnya bagaimana, ya ?." Tanya dokter Lia.


"Dia adalah pasien yang waktu itu kecelakaan dan mengalami keguguran pada calon bayinya. Nah, sekarang nona Alsya sedang mengalami kondisi yang aku tidak memahaminya, dok. Mungkin anda bisa melihatnya sebentar, apa yang terjadi dengan nona Alsya ini." Ucap dokter Evanna berbelit-belit membuat Alsya dan Aly semakin dibuat bingung saja, tapi ternyata tidak untuk dokter Lia, mungkin karena mereka berteman jadi dokter Lia masih bisa memahami ucapan dokter Evanna.


Dokter Lia mengangguk dan mendekat ke arah Alsya. "Selamat malam, nona Alsya." Sapanya ramah.


Alsya tersenyum. "Siang dok." Jawab Alsya.


"Maaf, ya. Saya akan periksa dulu, keadaan anda."


"Silahkan, dok."


Dokter Lia memulai pemeriksaannya yang berbeda dengan cara pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Evanna tadi. Alsya dan Aly yang masih tidak mengerti hanya menontonnya saja.


"Baiklah, selesai." Ucap dokter Lia setelah selesai melakukan pemeriksaannya.

__ADS_1


"Maaf, tuan, nona. Sebelumnya, saat pemeriksaan terhadap kandungan nona Alsya siapa yang melakukannya ?." Tanya dokter Lia pada Alsya dan Aly.


"Dokter Diana, dok." Jawab Aly.


"Dokter Diana, dia mengatakan bahwa nona Alsya mengalami keguguran ?." Tanya dokter Lia lagi.


"Iya, dok." Kaki ini Alsya yang menjawab.


"Sudah melakukan proses kuret ?."


"Sudah, dok." Jawab Aly yakin, sebab sebelum dilakukannya proses itu, pihak rumah sakit meminta persetujuannya dulu.


"Baiklah, jadi sekarang saya katakan saja, ya. Jika kondisi yang dialami oleh nona Alsya memang adalah kondisi kehamilan. Jadi muntah-muntah adalah hal wajar. Nona Alsya sudah pernah mengalaminya kan, sebelumnya ?."


Alsya mengangguk masih dalam fase bingung juga kaget.


"Hamil, dok ?." Pekik Aly tak percaya. "Tapi, istri saya baru saja mengalami keguguran, dan kami belum melakukannya lagi, dok." Ucap Aly yang juga sama bingungnya seperti yang dialami Alsya.


Dokter Lia tersenyum seolah sangat memahami keterkejutan yang dialami oleh Alsya dan Aly. "Jadi begini, tuan. Kehamilan dapat terjadi ketika terjadi pertemuan antara sel ****** dengan sel telur dimana pada pertemuan tersebut berhasil terjadi pembuahan. Hasil pembuahan tersebut nantinya akan dibawa ke dalam rahim untuk kemudian menempel pada dinding rahim dan berkembang sesuai dengan usia kehamilan.


 


Pada keguguran, yang terjadi adalah hasil pembuahan tersebut dilepaskan dari dinding rahim, sehingga tidak akan ada yang berkembang. Jika tidak terjadi pembuahan ulang maka tidak mungkin terjadi kehamilan (tidak mungkin terjadi kehamilan tanpa berhubungan intim).


 


Pada kasus Anda jika memang terjadi keguguran namun masih ada kehamilan, harus dipastikan sebelum nya apa yang terjadi, apakah memang keguguran? apakah memang kehamilan? Pemeriksaan tersebut dapat menggunakan USG. Jadi bisa jadi hanya terjadi perdarahan dari jalan lahir namun janin masih dipertahankan. Jadi sebaiknya menjadi opini dokter kandungan terlebih dahulu sehingga dapat diketahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi, sehingga langkah yang akan diambil selanjutnya dapat tepat sesuai dengan keadaan sebenarnya. " Jelas dokter Lia panjang lebar.


"Jadi, sebenarnya calon bayi kami masih ada dok ?." Tanya Aly dengan binar bahagia.


"Seperti yang terlihat. Tapi saya sarankan untuk melakukan USG dulu, untuk mengetahui lebih jelasnya." Ucap dokter Lia memberikan pengarahan yang terbaik.


"Baiklah, kami akan melakukan sesuai arahannya, terima kasih, Dok." Ucap Aly antusias.


"Iya, sama-sama, tuan dan nona." Ujar dokter Lia sangat ramah.


Dokter Lia langsung pamit pergi setelah mendapatkan ucapan terima kasih dari temannya, dokter Evanna.


Setelah selesai dengan urusannya bersama dokter Evanna, keduanya berpamitan pulang.

__ADS_1


 


_____________


__ADS_2