Sahabatku, Maduku

Sahabatku, Maduku
Sandiwara hati


__ADS_3

Di satu bangku, seorang pria sedang menatap sendu ke arah panggung pelaminan. Dia melihat pancaran cinta dan kasih sayang dari mempelai pria nya dan melihat ketulusan hati dari mata perempuannya.


"Kamu kenapa ?."


Aly menoleh menatap ke arah Charyra yang sudah ada di sampingnya saja. "Tidak apa-apa. Aku hanya terharu melihat mereka." Ujarnya datar.


"Ouh, iya. Mereka sangat romantis ya ?."


Ditanya bukannya menjawab tapi dia hanya tersenyum menanggapi. Aly mulai menyibukkan diri dengan ponselnya.


Tadi pagi, dia memang mengantarkan Charyra berangkat ke acara pernikahan temannya dan siapa sangka jika teman Charyra adalah pria yang kini telah resmi menjadi suami Alsya, Anand Haikal Ghuinandra yang juga pernah menjadi klien perusahaannya.


Kedekatan diantara Aly dan Charyra memang sudah terjalin hanya dengan tinggal bersama selama beberapa hari saja. Kisah hidup Charyra yang sangat menakutkan yang pernah diceritakan kepada Aly membuat Aly tak tega untuk membiarkan Charyra keluar dari rumahnya.


Tinggal bersama dalam satu rumah, keduanya menjadi semakin memahami sikap dari masing-masing diantara mereka membuat keduanya seperti dua orang kakak-beradik, dan Aly pun tahu jika saat ini Charyra sedang memiliki seorang kekasih yang ternyata juga adalah sepupu suami Alsya.


"Kamu tidak bersama Melvin ?." Tanya Aly mengalihkan pembicaraan.


"Dia sedang sibuk bersama keluarganya jadi aku kesini saja menemanimu."


"Ouh,"


"Iya Ly. Oh ya, kamu dapat salam dari sepupunya Melvin."


Aly mengerjitkan alisnya bingung. "Sepupunya Melvin?." Tanyanya heran.


"Iya, namanya Nareena, hmm lihatlah !." Charyra menunjuk seorang gadis yang duduk di teras rumah seorang diri.


Aly memicingkan matanya menatap lekat sosok itu karena pandangan matanya yang sedikit buram jika menatap kejauhan. "Dia... ?." Tanyanya sedikit terkejut saat sudah mengenali wajah sosok itu.


"Iya, dia adik sepupunya Melvin. Hmm sepertinya akan ada kisah asmara seorang duda nih." Charyra berbisik meledek.


Charyra memang sudah tahu tentang kisah hidup Aly yang ternyata duda beranak empat dari dua mantan istrinya. Charyra juga tahu jika salah satu istri Aly adalah anak pemilik pesantren. Tapi dia tidak tahu nama mereka apalagi wajah-wajah mereka karena Aly tidak memberitahu.


Aly langsung menatap tajam wajah gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya itu. "Kamu tahu siapa dia ?." Tanyanya masih menatap tajam.


Charyra mengerjitkan alisnya heran. "Kamu mengenalnya ?." Tanyanya penasaran dengan ucapan Aly barusan.


"Tentu saja, dia sekretaris pribadi ku di kantor ." Aly menjawab dengan santai.


"Apa ?!. Hahaha !." Charyra tertawa lepas, entah apa yang membuatnya sampai tertawa seperti itu dan apakah yang lucu ?!.


Aly melotot melihat tingkah laku adik angkatnya itu. "Kenapa ?."


"Tidak apa-apa, hehehe tadi aku bercanda saja mengatakan kamu mendapat salam dari Nareena."


"Dasar !." Aly bangkit dari duduknya dan berlalu meninggalkan Charyra yang menatap heran kepergiannya tapi kemudian dia segera menyusul Aly.

__ADS_1


"Ehh, kamu mau kemana ?."


"Pulang lah, aku bukan pengangguran seperti mu." Jawab Aly sengit.


"Yah, jangan dong... Kalau kamu pulang sekarang nanti aku pulang sama siapa ?." Charyra merajuk manja. Pasalnya semenjak kejadian penculikan itu Charyra tidak memiliki apapun lagi jika bukan dari kebaikan Aly. Saat ini Charyra juga tidak memiliki sepeser uang pun.


"Kamu bisa meminta Melvin mengantarkanmu kan bisa ?."


"Yah, Melvin mana mungkin bisa. Dia sedang sibuk-sibuknya sekarang."


"Ya sudah, berarti kamu ikut pulang sekarang sekalian."


"Ihh, Aly. Aku belum menemui pengantinnya masa langsung pulang aja?!, sebentar lagi ya?, Janji tidak akan lama." Tatapan mata Charyra penuh permohonan.


Aly menghembuskan nafasnya berat, entah kenapa dia tidak pernah bisa menolak keinginan Charyra yang memang sangat sederhana. Seumur hidup ingin memiliki seorang adik perempuan namun tak pernah terwujud, dan saat kehadiran Charyra dia seakan merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang kakak yang tidak pernah tega membiarkan adiknya merengek. "Baiklah." Ujarnya kemudian.


Charyra melebarkan senyumannya kemudian berbalik dan kembali ke tempat duduknya dan diikuti oleh Aly di belakangnya.


Mereka kembali duduk di kursi yang tadi, sedikit menyingkir dari orang-orang yang hadir di acara.


Proses menyalami mempelai dimulai, satu-persatu tamu undangan menaiki panggung pelaminan dan bersalaman pada kedua mempelai juga memberikan doa-doa terbaik untuk kelangsungan rumah tangga mereka.


Charyra kembali membuat ulah dengan mengajak Aly menyalami tangan pengantin, padahal seharusnya dia bisa bersama Melvin kesana.


"Tidak, Ryra, kamu saja yang kesana. Lagian aku tidak diundang disini." Tolak Aly mentah-mentah.


Dan bukan Charyra jika tidak memaksakan kehendaknya. Dia menarik-narik tangan Aly untuk diajaknya menuju panggung pelaminan.


"Ryra, jangan ngaco deh. Sebaiknya aku pulang saja."


"Tidak !. Jangan pulang dulu, kamu tadi sudah janji akan menungguku sampai aku selesai menyalami pengantin nya. Nah, biar sekalian kamu juga ikut aku kesana."


"Tidak ahh, aku tidak mau !."


"Pokoknya harus mau !."


Tangan Aly terus ditarik hingga akhirnya mereka sampai di dekat panggung pelaminannya. Aly tak kuasa melihat penampilan Alsya di samping Anand. Alsya begitu cantik dengan pembawaan yang semakin dewasa dan anggun.


"Ayo ?!. Sudah kepalang kelihatan loh ."


Kembali. Aly hanya bisa pasrah menuruti kemauan Charyra. Keduanya menapaki tangga panggung pelaminan. Dan setelah sampai di atas.


Pandangan mata Aly dan Alsya bertabrakan. Ada perasaan rindu yang sangat menggebu di hati Aly saat menatap mata itu dan perasaan kesal bercampur benci menyelubungi hati Alsya.


Alsya memalingkan wajahnya ke arah lain sehingga memutuskan kontak mata mereka. Aly menguatkan hati dan pikirannya lalu berjalan di belakang Charyra.


"Hallo Alsya, selamat yaa. Semoga rumah tangga kalian selalu dilindungi dan diberkati Allah." Ujar Charyra lalu memeluk tubuh calon kakak sepupunya itu.

__ADS_1


"Makasih, Ryra. Semoga kamu dengan Melvin juga cepat menyusul yaa." Alsya tersenyum ramah.


Charyra beralih pada Anand dan mengucapkan doa yang sama seperti saat berhadapan dengan Alsya tadi.


Dan berbeda dengan Aly yang kini sedang menata hatinya saat berhadapan dengan Alsya begitupun sebaliknya.


Sejenak mereka saling terdiam dengan pemikiran masing-masing namun Aly segera tersadar dari keterpurukannya.


"Selamat yaa, semoga Allah memberkati rumah tangga kalian." Ujarnya tulus.


Alsya tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya dengan menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


Aly mengangguk lalu beralih pada sosok suami dari mantan istrinya itu.


"Tuan Aly ?, Ouh ternyata kita bertemu lagi." Ujar Anand sangat terkejut dengan kehadiran Aly disana.


"Iya, saya hanya menemani Charyra."


"Oh iya, anda adalah kakak angkat Charyra ya ?."


Aly mengangguk mengiyakan. Mereka saling berpelukan sebentar.


"Semoga Allah selalu memberikan Rahmat nya pada rumah tangga kalian. Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab." Ujar Aly sedikit melirik ke arah Alsya.


Ucapannya merupakan sindiran untuk dirinya sendiri yang dahulu pernah menyia-nyiakan ketulusan hati Alsya saat mereka masih bersama.


Aly menyusul Charyra turun dari panggung pelaminan dan mereka langsung menuju mobil yang di parkiran.


Wajah Aly masih murung tak bersemangat saat mobil mulai melaju meninggalkan area acara. Tatapan matanya masih terlihat sendu dan itu sedikit membuat Charyra heran.


"Aly, kau kenapa ?."


"Tidak apa-apa, kenapa memangnya ?."


"Wajahmu terlihat murung sekali. Apa kau sedang memikirkan sesuatu yang membuat hatimu tidak nyaman ?."


"Tidak, aku tidak memikirkan apapun.". Aly terus mengelak dari pertanyaan yang diberikan Charyra. Karena tidak mungkin juga dia memberitahu alasannya kenapa dari tadi terlihat murung.


"Ly, menikah itu enak gak sih ?."


"Setengah-setengah."


"Maksudnya?."


"Yah enaknya setengah gak enaknya setengah."


"Ihh, aku tidak faham sama sekali dengan ucapan kamu." Charyra sangat tidak puas dengan jawaban Aly yang seperti itu.

__ADS_1


Aly mengedikkan bahunya tak perduli.


✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓


__ADS_2