Sahabatku, Maduku

Sahabatku, Maduku
Rahasia Nareena


__ADS_3

Hari semakin sore, satu persatu keluarga yang tadi menginap di rumah Anand dan Alsya kembali pulang ke rumahnya masing-masing dan hanya meninggalkan orang-orang penghuni rumah tetap saja.


Setelah mengantar kepergian orang terakhir di teras rumah, Anand membawa anak istrinya masuk kembali ke dalam rumah.


"Fazal mau mandi sama Ummi apa sama mbak Inne ?." Tanya Alsya pada putranya yang kini sedang duduk di pangkuannya.


Fazal terlihat sibuk berpikir. "Sama mbak Inne aja ." Jawabnya kemudian.


"Sama mbak Inne ya ?, Ya sudah, sana Fazal mandi dulu ."


"Iya." Fazal turun dari pangkuan sang ibu dan berjalan menghampiri pengasuh nya yang berdiri tak jauh dari mereka.


Inne menggandeng tangan anak majikannya menuju ke kamar Fazal yang berada di lantai atas.


Melihat sudah tidak ada di sekelilingnya, Anand mendekati Alsya dan memepetkan tubuhnya dengan tubuh Alsya. "Yang." Anand merengkuh tubuh Alsya ke dalam pelukannya.


"Hem." Alsya menatap wajah suaminya dengan tatapan mata yang sangat lembut.


"Kamu wangi banget sih ?." Anand menghirup aroma wangi yang menguar dari tubuh istrinya. Dan jangan lupakan juga tangan Anand yang kini melilit erat di pinggang sang istri. "Jalan-jalan yuk ?!."


"Kemana ?."


"Kamu maunya kemana ?."


"Yah kan aa yang ngajakin."


"Hem kamu suka ke tempat apa ?."


"Apapun suka, yang penting jangan ke tempat maksiat aja." Alsya terkekeh kecil di akhir kalimat nya.


Anand tersenyum mendengar penuturan Alsya kemudian mendaratkan kecupannya di pipi sang istri. "Masuk ke kamar yuk ?." Ucapnya tiba-tiba.


Alsya membelai pipi suaminya. "Mau apa ke kamar ?."

__ADS_1


"Kita ulangi kegiatan tadi malam." Ucap Anand dengan suara berbisik-bisik. "Ayo ?!."


Alsya merasakan tubuhnya melayang di udara dia terpekik kaget dan langsung mengalungkan tangannya di leher Anand.


Anand tersenyum cerah sambil membawa Bidadarinya memasuki lift untuk ke atas menuju kamar mereka.


Sampai di kamar, benar apa yang diucapkan oleh suaminya. Alsya hanya menuruti keinginan sang suami yang ingin mengulangi kegiatan tadi malam.


Suasana yang sudah sore tidak menghalangi mereka untuk memadu kasih dalam kehangatan.




"Huhh, melelahkan juga menjadi sekretaris !." Nareena masih terus berkutat dengan kesibukannya sebagai sekretaris pribadi tuan Zuhally.


Dia hari ini hari lembur karena diberi tugas tambahan oleh sang bos untuk menyeleksi hasil dari karya tangan orang-orang berkreativitas yang beberapa hari lalu di minta untuk membuatkan produk baru untuk barang pemasaran di perusahaan.


Karena kemampuannya yang sudah diketahui oleh Aly, alhasil bosnya itu selalu meminta pendapatnya untuk kelangsungan kesuksesan perusahaan nya.


Seandainya Nareena mau, dia bisa saja menolak tapi ada satu hal yang membuatnya tidak bisa menolak saat bosnya itu memberikan perintah, dan itu hanya Nareena dan author sendiri tangan tauπŸ˜….


Pukul setengah sembilan malam, Nareena keluar dari ruangannya dan di kantor sudah sangat sepi tak ada siapapun yang masih tinggal. Nareena bergegas menuju ke parkiran mobilnya karena merasakan sedikit merinding dengan suasana sepi di dalam kantor.


Di tempat parkiran pun, mobilnya adalah satu-satunya kendaraan yang masih ada disana. Nareena memasuki mobilnya dan keluar dari area parkiran.


Dia mengendarai mobilnya menuju rumah yang berada di area perkomplekan yang dia beli dari kerja kerasnya sendiri setelah disuruh keluar dari rumah oleh ayahnya sendiri.


Masih dalam perjalanan, belum sampai di rumahnya, Nareena dikejutkan dengan munculnya seorang bocah yang berlarian menyeberangi jalan. Nareena spontan menginjak pedal gasnya dan membuat mobilnya berdecit keras karena di rem mendadak.


Jantung Nareena seakan ingin loncat dari tempatnya melihat sosok itu. Dia melirik jam di pergelangan tangannya yang sudah jam sembilan lebih, kemudian dia menoleh ke arah anak kecil tadi berlari.


"Tadi apa ?,..." Nareena bergidik ngeri membayangkan jika sosok yang tadi lari bukanlah manusia.

__ADS_1


Nareena merasakan bulu-bulu halusnya meremang semakin membuatnya ketakutan dan langsung tancap gas lagi meninggalkan area yang menyeramkan itu.


Sampai di rumah, Nareena berlari terbirit-birit ke kamarnya. Dia merupakan salah satu orang yang takut akan makhluk astral seperti itu dan kejadian tadi dia benar-benar melihatnya dengan jelas. Seorang bocah perempuan yang berlarian menyeberangi jalanan beraspal perkomplekan.


Nareena menelusupkan tubuhnya di bawah selimut dan langsung memejamkan matanya tanpa mau ke kamar mandi untuk membersihkan diri dulu karena dia teringat jika kamar mandi adalah sarangnya makhluk astral juga.


Kejadian besar terjadi di sebuah rumah yang lain. Suami istri terlihat sedang berseteru saling menyalahkan diantara keduanya.


"Ini semua gara-gara kamu !. Kemana lagi kita harus mencarinya ?!." Seorang wanita tampak berapi-api menyalahkan keteledoran suaminya.


"Kenapa malah aku yang disalahkan ?!. Kamu sendiri yang ibunya kenapa tidak menjaga anakmu dengan baik ?!."


"Dia bukan anakku !. Sudah aku katakan, dia bukan anakku !." Teriak istrinya sambil melemparkan barang-barang yang berbeda di dekatnya.


"Oke, dia memang bukan anak kita, tapi kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaganya, Nisa !. Kita sudah diberi amanah sama orang tuanya."


"Kamu yang menerimanya, ini semua gara-gara kamu, coba dulu kamu tidak menerimanya mungkin semuanya tidak akan seperti ini..." Istrinya terlihat sangat terpuruk.


Mereka adalah pasangan yang baru saja mengarungi kehidupan rumah tangga selama dua tahun lamanya.


Dulu, saat sang istri sedang hamil muda anak pertama mereka dan akan berangkat ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan kandungan istrinya. Kecelakaan terjadi, dimana dua mobil terjadi tabrakan dan melenyapkan penghuni mobil salah satunya yang ternyata berisi sepasang suami istri dan anak bayi perempuan.


Tapi dalam mobil satunya pun tak kalah kehilangan, karena calon buah hati mereka luruh sebab tidak bisa dipertahankan disebabkan benturan keras yang menyentuh perut Ibundanya.


Kesepakatan terjadi setelah dua keluarga dipertemukan dan hasilnya, bayi perempuan itu di asuh oleh sepasang suami istri tersebut yang telah kehilangan calon buah hati mereka.


Tapi rupanya, kasih sayang wanita tersebut tidak pernah dilimpahkan kepada bayi asuhnya. Selama setahun lebih mereka bersama tapi wanita itu tidak pernah sekalipun mau menerima bayi perempuan itu sebagai anaknya dan bahkan selalu menganggapnya orang asing. Tapi karena sikap perhatian suaminya, bayi itu masih bertahan di lingkungan mereka hingga saat ini.


Kejadian buruk pun terjadi hingga entah kenapa bayi itu malah hilang saat kedua orang tuanya sedang tidak ada satupun yang mengawasinya.


"Bagaimanapun kita harus tetap mencarinya, ini sudah malam dan itu sangatlah berbahaya untuknya."


Istrinya terdiam sambil berpikir keras tapi kemudian mengangguk mengiyakan. Dan akhirnya keduanya keluar, berusaha mencari keberadaan anak angkat mereka yang entah ada dimana sekarang.

__ADS_1



βœ“βœ“βœ“βœ“βœ“βœ“βœ“βœ“βœ“βœ“


__ADS_2