Sahabatku, Maduku

Sahabatku, Maduku
Rona pengantin baru


__ADS_3

"Apa ini berkaitan dengan mantan suamimu ?." Anand menatap lekat wajah istrinya.


Alsya mengangguk membenarkan tebakan Anand. Dia melihat Anand mengeraskan rahangnya seperti sedang menahan amarah.


"Katakan semuanya, aku ingin mendengarnya." Ucapnya serius dengan tatapan mulai dingin melihat Alsya.


Selama ini, selama mereka berkenalan hingga sampai saat ini, Alsya tidak pernah memberitahukan mendetail tentang bagaimana kisahnya dulu dengan Aly. Dia hanya memberitahu Anand tentang penyebab bagaimana kehancuran rumah tangga nya yang dulu dikarenakan oleh mantan suaminya yang telah membohonginya dengan menikahi wanita lain tanpa sepengetahuannya. Alsya tidak pernah menyebutkan siapa nama laki-laki mantan suaminya itu, dia juga tidak pernah memberitahu siapa madunya, dan dia juga tidak memberitahu bahwa mantan suaminya itu telah memiliki seorang anak bersama istri keduanya saat itu.


"Dia sudah memiliki seorang anak dengan istri keduanya saat aku mengetahui tentang kebohongannya." Alsya menunduk penuh karena setelah sekian lama mencoba melangkah jauh dari masa lalu, hari ini dia harus diingatkan kembali tentang penghianatan yang dilakukan Aly terhadapnya dulu.


Alsya merasakan Anand memeluknya sangat erat dan mendaratkan kecupannya di puncak kepala Alsya berkali-kali.


"Umurnya sama sama seperti Fazal, dia dilahirkan di bulan sebelum anak-anakku dilahirkan..." Airmata Alsya sudah mulai terjun bebas dan membasahi kaos yang sedang dipakai Anand.


Anand mengusap-usap lembut punggung Alsya. Dia tidak menyangka jika ternyata masa lalu istrinya lebih buruk lagi dari yang dia ketahui selama ini.


Anand tidak tau seperti apa sosok pria yang begitu tega menelantarkan berlian seperti Alsya itu karena dia pernah diminta berjanji pada Alsya agar tidak mencaritahu tentang siapa pria yang dulu pernah menjadi suami Alsya.


Saat itu, Anand sangat mengingatnya ketika mereka baru saling mengenal, Alsya mengatakan jika Anand tidak boleh ikut campur dengan urusan pribadi di masa lalunya. Dan jika Anand yang dengan kekuasaannya itu melanggar janjinya, maka Alsya tidak akan pernah mau lagi untuk menemui Anand dan memaafkannya.


Dan Anand ternyata menepati janjinya hingga sampai saat ini, Anand tidak mengetahui apapun tentang masa lalu Alsya selain yang pernah Alsya ceritakan saja.


"Lalu apa hubungannya dengan Keyya, sayang ?." Tanya Anand kemudian.


"Aku tidak tau apa yang terjadi dengannya dan putrinya, tapi melihat Keyya, dia sangat mirip dengannya juga dengan istri keduanya yang memang sahabat ku."


"Maaf, sayang... Tapi boleh kah aku tahu siapa pria itu ?, Tapi kalau kamu tidak mau mengatakannya, tidak apa-apa aku tidak akan memaksamu." Anand masih terus memeluk erat tubuh istrinya.


Mata mereka saling mengunci saat Alsya mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya. "Aku akan mengatakannya, tapi kamu janji tidak akan membuat ulah ?." Alsya memberikan pilihan.


Anand tersenyum lalu mengangguk. "Iya, aku berjanji." Ucapnya yakin.


Alsya kembali mengalihkan pandangannya dan kini beralih menatap ke arah jendela kamar.


"Aly. Pria yang waktu itu datang bersama Charyra." Ucap Alsya akhirnya.

__ADS_1


Anand tertegun. Dia teringat jika bos dari adik sepupunya itu adalah seorang duda tanpa tahu tentang kisah hidupnya. Tapi melihat kepribadian Aly, Anand rasanya tidak percaya jika orang seperti Aly pernah melakukan kejahatan yang sangat memalukan kaum pria seperti itu. Yah, sebagai sesama pria, Anand juga tidak membenarkan apa yang dilakukan mantan suami Aly yang berani menikahi wanita lain dengan tanpa sepengetahuan istrinya sendiri dan lebih parahnya lagi wanita itu adalah sahabat dari Alsya sendiri. Sungguh ironis memang !.


"Aku yakin Aly sedang pusing memikirkan putrinya yang hilang." Ucap Anand setelah dia kembali pada keadaan sekarang.


"Tidak, setahuku putrinya tidak tinggal bersamanya, karena anak mereka dibawa oleh keluarga pihak ibunya."


"Kenapa bisa sampai seperti itu ?. Bukankah anak itu seharusnya bersama Aly karena dialah orang tua satu-satunya yang masih ada untuk anaknya ?."


"Dia sempat dimasukkan ke dalam penjara atas tuntutan yang diajukan oleh kak Affan dan setelah keluar dari penjara dia juga mengalami depresi berat sehingga harus melakukan perawatan terhadap mentalnya. Dan sudah pasti Chayra tidak diperbolehkan untuk ikut tinggal bersamanya. "


"Chayra ?." Anand langsung mengerjitkan alisnya mendengar Alsya menyebut nama itu. Alsya juga sadar dengan ucapannya sendiri dia langsung mendongak menatap wajah suaminya lagi.


"Chayra, berarti bukan Keyya." Ucap Alsya meyakinkan diri sendiri juga Anand.


Anand akhirnya mengangguk setelah memikirkan dua nama itu yang hampir sama. Mungkin Keyya tidak bisa menyebutkan nama aslinya sendiri mengingat cara bicaranya yang belum lancar seperti Fazal.


"A, aku mau turun dulu. Aku ingin melihat Chayra untuk memastikannya..."


Cup


"Apa yang harus kamu pastikan, Hem ?. Apa kamu berniat untuk mengembalikan Keyya pada ayahnya dan kamu bisa bertemu dengan mantan suamimu itu ?." Ucap Anand terdengar mulai posesif pada istrinya.


Alsya tersenyum, tangannya terulur menyentuh wajah Anand dan mengelusnya lembut. "Tidak perlu khawatir seperti itu, sayang." Ucap Alsya dengan suara yang sangat lembut.


Anand terkejut mendengar istrinya memanggilnya dengan sebutan itu. Rasanya dia tidak percaya sama sekali dengan Indra pendengarannya sendiri. "Aku suka dengan panggilan itu." Anand menatap wajah Alsya penuh dengan cinta.


"Apa aku harus mengubah panggilanku untukmu ?."


"Aku tidak memaksa, kamu bebas memanggilku apa saja."


"Kalau aku memanggilmu Abi seperti Fazal ?."


Anand mendekatkan wajahnya ke wajah Alsya kemudian saat sudah semakin dekat, dia menggigit hidung mungil Alsya membuat pemiliknya terpekik kesakitan.


"Aaa...! Aa' sakit..!!." Alsya berteriak keras sambil memukul-mukul dada bidang suaminya. " Dasar KDRT !." Semburnya menatap tajam wajah Anand.

__ADS_1


Anand tersenyum tanpa merasa bersalah sedikitpun. Dia malah terlihat sangat senang melihat Alsya yang sedang marah-marah karena ulahnya. Tapi melihat Alsya yang cemberut masam membuatnya menjadi tidak tega.


"Oke, oke. Maafkan aku, habisnya kamu gemesin banget sih ?!." Dengan penuh perasaan Anand mengusap-usap hidung Alsya yang memerah karena perbuatannya. "Sakit yaa ?."


"Iya lah !."


"Mau di obati gak ?."


"Memang mau diobati pake apa ?."


"Pake ini."


Cup


"A'." Alsya memutar bola matanya jengah. Suaminya memang selalu mengambil kesempatan di dalam kesempitan.


Cup


Sekali lagi Anand mencium hidung Alsya. Kemudian di susul dengan kecupan-kecupan sing berikutnya di tempat yang masih sama.


Alsya yang sudah merasa risih mendorong tubuh suaminya agar menjauh dan dia bisa menghindar tapi Anand malah lebih dulu menarik tubuhnya dan memeluknya erat.


Anand mencium kening Alsya lama setelah Alsya sudah mulai terdiam dan membalas pelukannya.


"Biarkan Keyya disini, setidaknya agar Fazal memiliki teman untuk bermain."


"Tapi mereka pasti mencari keberadaannya, A."


"Tidak apa-apa, kalau mereka sudah tau, yah tinggal kita kasih aja Keyya sama mereka."


"Baiklah, terserah kamu saja." Alsya hanya bisa menuruti ucapan suaminya.


Detik selanjutnya, momen indah kembali mewarnai mereka berdua yang masih berstatus pengantin baru, setelah pernikahan mereka yang diadakan tiga hari yang lalu.


✓✓✓✓✓✓✓✓✓

__ADS_1


__ADS_2