
Karena hari menuju tanggal bahagia itu akan segera tiba. Dua Keluarga dibuat sibuk oleh segala keperluan untuk pernikahan Alsya dan Anand. Acara yang begitu megah karena mempelai prianya yang merupakan keturunan kalangan atas.
Alsya sempat menolak untuk mengadakan acaranya secara besar-besaran karena bagaimanapun ini adalah pernikahan keduanya yang dia pikir akan diadakan secara sederhana saja. Tapi calon mertuanya juga Anand tidak menerima penolakan Alsya. Mereka mengatakan jika Anand adalah putra pertama dari keluarganya dan ini adalah hari besarnya jadi mereka akan mengadakan acara yang lumayan megah.
Acara dilaksanakan di rumah baru Anand yang sudah menyelesaikan pembangunannya tepat setengah bulan yang lalu.
Alsya beserta keluarga dibuat ribet oleh segala pernak-pernik sebelum hari H. Sudah tiga kali Alsya melakukan fitting gaun pengantinnya yang ditemani langsung oleh calon ibu mertuanya. Dan hari ini Alsya kembali mencoba gaun yang ke tiganya. Gaun pengantin dengan desain simpel dan elegan, berwarna pich berpadu krem dengan taburan berlian-berlian kecil di beberapa bagiannya.
Alsya menatap pantulan dirinya di kaca cermin. Wajahnya yang putih bersih juga kulitnya yang mulus sangatlah cocok dengan pakaian berwarna feminim ini. Alsya menoleh ke arah calon mertuanya yang sedang duduk di kursi.
Ningrum semakin melebarkan senyumannya saat melihat Alsya sangat cantik dengan gaun itu. Ningrum bangkit dari duduknya dan menghampiri Alsya. "Kamu cantik sekali, sayang. Warnanya sangat cocok dengan karakter kamu." Ujar Ningrum sangat puas.
Alsya tersenyum kaku. "Makasih, ma." Ucapnya tulus.
"Sebentar lagi Anand datang, kamu jangan lepas dulu gaunnya."
Wajah Alsya langsung memerah saat mendengar nama calon suaminya itu. Dia baru sadar jika sekarang adalah fitting terakhir yang berarti Anand pun akan ikut datang. Karena sebelum-sebelumnya, Anand dan Alsya berbeda waktu saat melakukan fitting baju karena saking sibuknya seorang Anand di perusahaannya.
Alsya mengangguk mengiyakan lalu mengikuti Ningrum untuk duduk di sofa sambil menunggu Anand.
Tak lama menunggu, sosok gagah dan tampan itu datang dan langsung melangkahkan kakinya menghampiri Alsya. Tatapan matanya terpaku lekat ketika melihat tampilan Alsya yang dimatanya sangatlah cantik. Bak bidadari dari kayangan, namun tak bersayap.
Ditatap seperti itu membuat Alsya gugup sekaligus malu. Bukan apa-apa, hanya saja tatapan mata Anand saat ini sangatlah berbeda seperti biasanya.
"Ekhem !." Deheman Ningrum langsung menyadarkan dua insan yang saling berpandangan.
Alsya tampak salah tingkah sedangkan Anand tampak tenang saja padahal dihatinya saat ini sedang bergemuruh hebat.
Ningrum tersenyum memaklumi. "Ayo, Anand, sana kamu ganti dulu pakaiannya !." Ucap Ningrum mengusir putranya untuk.
__ADS_1
Anand hanya menurut pasrah. Anand mengambil setelan kemeja dan jas yang ditunjukkan oleh pegawai butiknya lalu memasuki ruang ganti pakaian.
Setelah lima menit berlalu, Anand kembali dengan tampilannya yang berbeda. Dengan warna kalem itu membuat aura ketampanan Anand meningkat drastis. Anand membuat Alsya tak bisa berkedip saat menatapnya tapi tidak berlangsung lama karena lagi-lagi sang ibu merusak suasananya.
Setelah semuanya beres, sang owner butik meminta mereka untuk berkumpul di area photo shoot untuk pengambilan gambar dari gaun yang lagi dipakai.
Karena mereka merupakan pasangan yang taat agama. Jadi pengambilan gambar dilakukan dengan pose yang berjarak namun dibuat se elegan mungkin untuk mempercantik hasilnya.
Usai melakukan fitting baju, semuanya bergegas pulang karena waktu yang semakin beranjak sore.
Beberapa saat Alsya yang di antar oleh Anand telah sampai di rumah. Rupanya sang buah hati sedang menunggu kedatangan ibundanya. Fazal langsung berlari menyongsong kedatangan Alsya.
Alsya menangkap tubuh mungil itu kedalam gendongannya. "Assalamualaikum, pangeran Ummi..." Ujar Alsya
"Waalaikumsalam,. Abi mana ?." Tanya Fazal menagih janji umminya yang akan pulang bersama abinya.
Anand melangkah mendekati dengan senyum manisnya. "Hallo pangeran Abi?." Ujar Anand menatap wajah Fazal yang terlihat sangat senang atas kedatangannya.
Yah, dari saat di makam itu, sudah hampir sebulan Anand tidak pernah berkunjung ke sini karena dibuat sibuk oleh perusahaan juga pembangunan rumah yang sebentar lagi diselesaikan itu. Apalagi mengurus segala sesuatu tentang pernikahannya dengan Alsya yang akan diadakan beberapa Minggu lagi ini.
Anand memeluk erat tubuh mungil Fazal karena dia juga sangat merindukan sosok putra sambungnya itu. "Fazal kangen sama Abi ?." Tanya Anand.
Fazal mengangguk antusias. Membuatnya semakin terlihat menggemaskan.
"Masuk dulu, a." Ucap Alsya membuyarkan kebersamaan antara Anand dan Fazal.
Anand mengangguk mengiyakan lalu berjalan mengikuti Alsya sambil menggendong Fazal. Abah dan Umma langsung menghampiri kedatangannya dan Anand dengan penuh sopan santun menyalami tangan kedua orang tua Alsya itu.
"Silahkan duduk, nak." Tawar umma mempersilahkan.
__ADS_1
"Iya, Umma." Anand menurut dan langsung duduk sambil memangku Fazal yang tidak mau sama sekali lepas darinya.
Keluarga Alsya hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Fazal yang kelewat manja pada abinya itu.
"Fazal, sini sama Ani Umma." Ucap Umma pada Fazal.
Fazal menggeleng menolak. "Nggak mau,. Fazal mau sama Abi aja." Ucap Fazal semakin mengeratkan pelukannya di leher Anand.
Anand hanya tersenyum mendapati tingkah lucu Fazal. Tangannya mengusap lembut punggung mungil Fazal. "Tidak apa-apa, Umma. Mungkin Fazal memang kangen karena saya juga sudah lam tidak menemuinya." Ucap Anand mengerti apa yang diinginkan oleh putranya itu.
Umma akhirnya mengangguk pasrah.
Obrolan mengalir begitu saja tanpa terasa. Hingga waktu sholat Maghrib berkumandang, Anand berpamitan pulang dan kali ini Fazal membuat ulah karena tidak mau ditinggal oleh abinya.
Semua orang berusaha untuk menenangkan Fazal tapi Fazal tidak mau juga menghentikan tangisnya dan itu membuat Anand tidak tega yang akhirnya mengurungkan niatnya untuk pulang.
Anand akhirnya memutuskan untuk sholat berjamaah di rumah bersama Abah dan yang lainnya termasuk Fazal.
setelah selesai sholat Anand membawa lagi Fazal pada gendongannya untuk menenangkan tangis Fazal dan beberapa menit kemudian Fazal ternyata tertidur pulas di dalam gendongan Anand.
Anand dengan hati-hati meletakkan tubuh mungil Fazal di atas tempat tidurnya yang juga merupakan tempat tidur Alsya. Setelah memastikan bahwa Fazal sudah kembali nyenyak, Anand berpamitan pulang.
"Hati-hati." Ujar Alsya tulus.
Anand tersenyum manis lalu mengangguk. "Kamu istirahat gih, pasti lelah karena tadi." Ucap Anand mengingatkan.
Alsya mengangguk mengiyakan dan membiarkan calon suaminya itu pergi pulang.
Setelah mobil Anand sudah tidak terlihat, Alsya kembali masuk kedalam rumah dan masuk ke dalam kamarnya yang sudah terisi oleh Fazal yang sedang terlelap tenang.
__ADS_1
Dengan penuh hati-hati, Alsya membersihkan tangan, kaki dan wajah Fazal dengan tisu basah lalu menggantikannya baju tidur kemudian dia sendiri masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum melaksanakan sholat isya.
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓