
Sepeninggalan Nareena, Alsya memberikan Keyya pada pengasuhnya lagi.
"Keyya sama mbaknya dulu ya sayang, Ummi mau ke Abi dulu." Ucap Alsya pada Keyya dan Keyya menjawabnya dengan anggukan kepala.
Alsya naik lagi ke lantai lima untuk menemui suaminya yang sedang ada di kamar. Tapi saat dia membuka pintu kamarnya, ternyata di dalam tidak ada siapa-siapa begitupun di kamar mandi yang juga kosong.
"Aa' kemana ya ?." Gumamnya lirih.
Alsya memilih keluar lagi kemudian beralih ke ruang kerja suaminya. Dan ternyata benar dugaannya jika Anand sedang berkutat di meja kerjanya saat ini.
"Assalamualaikum..." Ujarnya lirih sambil melangkah masuk.
Anand yang tadi sedang sibuk langsung menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arah kedatangan Alsya. Juga tidak dilupakan senyuman manisnya yang selalu dia berikan untuk istri tercinta. "Waalaikumsalam, Nareen nya sudah pulang ?." Tanya Anand.
"Sudah, baru saja tadi." Alsya melangkah menuju sofa yang terletak tak jauh dari meja kerja Anand.
Melihat itu Anand langsung bangkit dari kursi kerjanya dan menghampiri Alsya kemudian ikut duduk di sisinya.
"Loh, kok Aa' ikut kesini ?, Udah gak papa sana lanjut aja." Ujar Alsya spontan karena kaget dengan kedatangan Anand yang malah menghampirinya, padahal tadi dia datang ke sini hanya untuk menemani suaminya itu menyelesaikan pekerjaannya.
"Sudah selesai, sayang. Kamu jahat banget sih, masa suami suruh sibuk bekerja terus." Anand memasang wajah kesal.
Alsya tersenyum melihatnya. Dia membalikkan badannya dan duduk menghadap Anand. "Aku tidak pernah berpikiran seperti itu, Aa' sayang... Tadi aku kesini juga karena Aa' tidak ada di kamar. Dan saat melihat aa sedang sibuk ya udah aku langsung duduk aja sambil nungguin Aa' selesai." Ucap Alsya menjelaskan.
"Hmm iya deh."
"Aa' lapar gak ?."
"Sedikit. Kenapa memangnya ?."
"Aa' mau makan ?."
Anand terdiam sambil berpikir. Kemudian dia melirik jam tangannya. "Tanggung, sebentar lagi Maghrib, sayang. Aku akan makan setelah sholat Maghrib aja." Jawabnya akhirnya. Karena waktu yang sudah sangat mepet.
"Hmm, baiklah..." Alsya terlihat tak bersemangat.
Anand langsung mengerjitkan alisnya heran melihat wajah Alsya yang malah murung. "Kamu kenapa, Hem ?." Tanyanya penasaran.
"Kenapa apanya ?."
"Itu wajah kamu kok jadi murung ?."
"Ehh, iya kah ?,."
__ADS_1
Anand mengangguk mengiyakan.
"Tidak apa-apa kok, aku cuma sedikit gak enak badan." Jawab Alsya lirih tapi Anand langsung bereaksi.
Anand menyentuhkan punggung tangannya di kening, pipi juga leher Alsya. Wajahnya tampak panik setelah menyadari jika tubuh Alsya sedikit panas. "Sayang, kamu sakit ?." Tanyanya sangat panik.
"Ehh, nggak A, aku cuma sedikit pusing aja..."
"Iya, tapi tubuh kamu panas sayang... Kita ke rumah sakit ya ?, Aku tidak mau kamu kenapa-napa." Anand segera bangkit dari duduknya kemudian hendak mengangkat tubuh Alsya tapi Alsya langsung menolaknya.
"Aa'.... Beneran aku tidak apa-apa, aku cuma pusing sedikit doang kok, tidak perlu ke rumah sakit." Tolak Alsya spontan.
"Badan kamu panas, sayang...!." Anand keukeh karena terlalu khawatir.
"Aa' aku tidak apa-apa, sudah ya ?, Aku mau ke kamar dulu." Ucap Alsya kesal sendiri dengan sikap posesif Anand yang menurutnya terlalu berlebihan.
Alsya berjalan keluar dari ruangan tersebut menuju ke kamarnya sendiri. Dan setelah sampai di sana, dia langsung mengambil pakaian ganti untuk sholat Maghrib.
Anand yang sangat khawatir mengikuti di belakang, dia memperhatikan apa yang sedang dilakukan istrinya itu yang ternyata sedang bersiap-siap untuk melakukan sholat. Melihat Alsya memang baik-baik saja membuat Anand sedikit lega dan ikut mempersiapkan diri untuk melakukan sholat berjamaah dengan sang istri.
Usai semuanya siap, mereka memasuki ruangan khusus yang biasa digunakan untuk melakukan sholat, bertepatan dengan adzan Maghrib yang mulai berkumandang.
"Abi... !."
"Ummi...!."
Penampilan keduanya juga sudah rapi dengan perlengkapan sholat. Mereka terlihat sangat lucu dan menggemaskan dengan memakai pakaian islami seperti itu.
Anand dan Alsya langsung melebarkan senyumannya melihat tingkah laku anak-anak yang semakin hari semakin menjadi-jadi.
"Kalian lucu sekali..." Ujar Alsya sangat terkejut dengan penampilan baru kedua anaknya. Pasalnya ini untuk pertama kali dia melihat anak-anaknya memakai pakaian seperti itu. Berbeda lagi dengan Anand, dia memang belum pernah melihat Keyya ataupun Fazal memakai perlengkapan sholatnya, tapi dialah yang telah membelikan keduanya pakaian seperti itu.
"Hehehe, Fazal suka sama bajunya Abi !." Seru Fazal menatap senang ke arah Anand.
"Keyya juga !, Suka, waynanya pink !." Ujar Keyya menimpali dengan bahasanya yang belum sesempurna seperti Fazal.
Anand semakin tersenyum lebar. "Alhamdulillah, berarti kalian harus ikut sholat ya ?."
"Iya !."
"Ya sudah, ayo kita sholat berjamaah !."
"Iya, Abi !."
__ADS_1
"Sini, Fazal deket Abi, terus Keyya sama Ummi ya..."
Kedua anaknya menurut dan mengikuti titah abinya. Alsya semakin tidak bisa berkata-kata dengan menyaksikan kelakuan Anand yang benar-benar mencerminkan sosok suami idaman.
Dalam hati, Alsya sangat bersyukur bisa disatukan dengan Anand yang ternyata sangat perhatian terhadap anak-anak yang bukan darah dagingnya sendiri. Sikap Anand, meski bukanlah Abi kandungnya Fazal, tapi dia menyayangi Fazal seperti ayahnya sendiri.
Alsya sampai tak sadar meneteskan air matanya karena terharu melihat keluarganya yang sangatlah harmonis, seperti yang dia mimpikan dahulu.
"Sayang..." Panggilan Anand membuyarkan lamunan Alsya.
Alsya tersenyum menatap wajah suaminya. "Makasih, A'." Ucapnya tulus.
Anand membalas senyumnya kemudian mengangguk lalu dia mulai mempersiapkan diri untuk memulai menjadi imam sholat berjamaah untuk keluarga kecilnya.
Mereka sholat dengan khusyuk, tapi lebih tepatnya hanya untuk Anand dan Alsya saja. Karena, Fazal dan Keyya yang masih belum terlalu memahami gerakan sholatnya kadang salah-salah ketika melakukan gerakan sholat. Tapi, mereka tetap menyelesaikan sholatnya dengan berjamaah disambung dengan wirid dan do'anya.
Selesai berdoa, Anand berbalik posisi sehingga menghadap ke arah Alsya dan Keyya, Fazal juga langsung mengikuti apa yang dilakukan abinya.
Alsya menyalami tangan suaminya diikuti oleh Keyya kemudian bergantian dengan Fazal.
"Sekarang kita ngaji dulu ya ?." Ujar Anand setelahnya.
Mendengar itu Alsya langsung melihat ke wajah suaminya. "Aa' gak mau makan dulu ?." Tanyanya mengulang pertanyaan sebelum mereka sholat tadi.
"Nanti aja, sayang. Sekarang waktunya mengajari anak-anak dulu." Jawab Anand penuh kelembutan.
Alsya kembali dibuat terpana oleh sikap suaminya itu. "Iya, A."
"Ya sudah, kalau gitu, kita dibagi aja, Keyya ngajinya sama Ummi, terus Fazal sama Abi ya ?."
"Iya !!." Seru keduanya bersamaan.
Mendidik anak di usia yang sangat kecil memang harus penuh dengan kesabaran dan ketelatenan. Karena baik Fazal maupun Keyya, mereka masih sangatlah polos dan sering bertingkah.
Alsya dengan sabar membimbing Keyya untuk mengikuti apa yang dia melafalkan, dan Keyya yang sedang duduk di pangkuannya sering kali mengabaikan tapi kemudian tetap mengikutinya.
Lain lagi dengan Anand, Fazal yang memang sedari kecil sudah sering diberikan hafalan pada Alsya, jadi dia sedikit lebih nurut dari Keyya. Bahkan, di usianya yang masih kurang dari dua tahun, Fazal sudah hampir mengkhatamkan juz 30 nya.
Salah satu keistimewaan dari istrinya itu yang sangatlah pandai mendidik anaknya ke jalan yang baik meski di usia dini sekalipun.
Keluarga Warrahmah, Mawadah dan Sakinah adalah impian setiap manusia. Namun, kadang karena terlalu terburu-burunya keinginan untuk menikah, seseorang menjadi lupa apa itu arti persiapan sehingga dia salah ketika memilih jodoh yang akhirnya malah rugi untuk dirinya sendiri.
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓
__ADS_1
Ambil baiknya dan buang yang kurang berkesan 🙂🙂
Maaf, othor membuat lika-liku kehidupan pemerannya sedikit membingungkan 🙏🏻🙏🏻😊😊😊