Sahabatku, Maduku

Sahabatku, Maduku
Abinya anak-anak


__ADS_3

Seminggu sudah Anand menghabiskan masa cuti pernikahannya. Dia memang pemilik perusahaannya, tapi selama ini Anand sangat profesional dan tidak pernah meninggalkan kewajibannya dan absen dari kegiatan di kantor jika tidak dalam keadaan mendesak.


Setiap harinya selama seminggu ini dia habiskan waktunya bersama anak dan istri di rumah, tapi lebih banyak bersama Alsya lebih tepatnya.


"Kamu tidak apa-apa, kan ditinggal di rumah sayang ?." Anand bertanya pada Alsya yang sedang sibuk menyimpul dasinya.


"Tidak apa-apa, lagian di rumah juga banyak orang juga."


"Syukurlah, tapi nanti kamu jangan kecapean ya, aku tidak mau melihatmu sampai sakit kelelahan."


"Iya, Aa sayang..."


Anand tersenyum melihat wajah istrinya yang sedang cemberut wajah Alsya tepat di bawah dagunya saat ini, Anand begitu senang memandang wajah cantik istrinya yang hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahnya.


Alsya menyelesaikan kegiatannya. Dasi berwarna silver sudah terpasang rapi di leher Anand. Anand tersenyum puas saat melihat hasil karya dari istrinya yang begitu pandai memasang dasi, padahal sebelumnya Alsya mengatakan jika dia tidak pernah memakai dasi meski saat sekolah pun. Tapi, Alsya sering melihat seseorang memakai dasi jadi dia sedikt memahami caranya. Entah siapa seseorang yang dimaksud Alsya itu, yang jelas mungkin orang di masa lalu Alsya.


Anand tak ingin memikirkan seseorang yang tidak disebutkan namanya oleh Alsya itu. Dia memilih diam tanpa mau memperkeruh keadaan dengan mengingatkan Alsya pada masa lalunya.


"Yuk kita ke bawah ?!."


"Iya, A."


Mereka keluar dari kamar dengan tangan saling menggenggam erat.


"Abi, ummi ."


Baru saja mereka akan melangkah memasuki lift, terdengar suara Keyya memanggil keduanya. Anand dan Alsya menoleh bersamaan.


"Key , sayang." Alsya mendekati putrinya dan membawanya ke dalam gendongannya. "Keyya udah bangun ?." Tanyanya karena melihat pakaian Keyya sudah rapi dan tubuhnya pun sudah wangi khas anak kecil.


"Nona sudah bangun dari jam lima, nyonya." Jawab Nani, selaku baby sitter


"Oh, Key bangun pagi ya nak ?." Ujar Alsya merasa bangga dengan putrinya yang bangun lebih awal dari biasanya.


"Iya, ummi. "


"Kalau mas sudah bangun belum ?." Kini Alsya bertanya pada putrinya


"Belum. Mas masih bobo !." Jawab Keyya dengan wajah polosnya.


Selama tinggal disini, Keyya memang tidur bersama dengan Fazal di kamar Fazal, dan hanya dipisahkan tempat tidurnya saja yang saling berdampingan.


Keyya melihat ke arah Anand. "Abi mau kemana ?." Tanyanya polos saat melihat pakaian Anand yang menurutnya sangat rapi.


Anand mengusap lembut kepala Keyya. "Abi mau berangkat kerja, nak."


"Key ikut !." Seru Keyya membuat semua orang disana kaget.


"Ehh kok ikut ?, Abi kan mau kerja sayang?," Ujar Alsya menjelaskan.


"Gak mau !, Key mau ikut Abi !."

__ADS_1


"Key, yah gak boleh dong, nak. Key masih kecil harus di rumah aja ya, sayang."


"Nggak mau...!." Keyya memberontak di gendongan Alsya meminta turun.


Alsya menurunkannya dan setelahnya, Keyya beralih minta di gendong oleh Anand. "Abi gendong !." Ujarnya merengek manja.


Anand menuruti permintaan putrinya, membawa Keyya ke dalam gendongannya. "Keyya, putri cantik Abi,.. Keyya di rumah aja ya ?, Sama Ummi sama Abi, mainan sama kelinci ." Anand membujuk putrinya lembut.


Meski Keyya baru seminggu bersama mereka, tapi Keyya seakan seperti bagian dari keluarga sendiri. Dia sudah seperti Fazal yang selalu manja pada Anand, abinya. Bahkan kadang, Keyya dan Fazal saling berebut untuk mendapatkan perhatian dari sang Abi.


Dan Anand selalu sabar menghadapi keduanya. Dia tidak pernah membedakan antara Fazal maupun Keyya. Baginya, keduanya adalah anak-anaknya meski bukanlah darah dagingnya sendiri


Belum selesai menenangkan Keyya, kini ditambah kedatangan Fazal. Melihat Keyya sedang digendong Anand, membuat kecemburuan di hati Fazal. Dia juga meminta digendong oleh abinya.


Anand dan Alsya semakin dibuat pusing oleh kelakuan keduanya. Kedua baby sitter nya yang menyaksikan itu juga sama bingung nya tanpa bisa ikut campur dengan urusan keluarga majikannya.


Fazal merengek meminta digendong Anand dan meminta Anand untuk menurunkan Keyya dari gendongannya.


Anand dan Alsya harus ekstra jika menghadapi sikap kedua anaknya yang sedang tidak akur seperti itu. Dengan penuh perhatian dan pengertian, mereka membujuk keduanya. Dan setelah penuh perjuangan, akhirnya Anand bisa bebas dari kedua anaknya dan bisa berangkat ke kantor meski sudah kesiangan.


✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓


"Fazal !, Keyya!, Kemarilah !." Seru Anand memanggil anak-anaknya untuk mendekat.


Keyya dan Fazal yang dari tadi sibuk bermain dengan kelinci kembar milik Fazal, berlarian menyongsong kedatangan abinya yang baru saja pulang dari kantor.


"Abi...!,"


Keduanya berteriak keras sambil berlari kencang ke arah Anand. Tubuh mereka yang sama-sama mungil dan jalannya yang masih belum sempurna tapi dipaksakan berlari, membuat mereka semakin menggemaskan. Ditambah wajah mereka yang memiliki garis yang sama dan mata yang sama juga, mereka sudah seperti kembar tak seiras.


Anand merentangkan tangannya menyambut kedatangan mereka dan setelah mereka sampai dia langsung memeluk erat tubuh keduanya. Anand mendaratkan kecupan sayangnya di kepala Fazal dan Keyya secara bergantian.


"Abi mana oleh-olehnya ?." Fazal bertanya.


"Iya, Abi !." Keyya menimpali.


Setelah tadi pagi kerepotan mengurus kedua anaknya, Anand bisa lepas dari keduanya dengan berjanji akan membelikan keduanya oleh-oleh saat dia pulang nantinya.


"Iya, Abi tidak akan lupa sama kalian." Ujar Anand membuat kedua anaknya sangat senang.


Di pintu, terlihat asisten pribadi Anand masuk dengan membawa dua paper bag di kedua tangannya.


Fazal dan Keyya yang melihat itu langsung melepaskan diri dari pelukan sang ayah dan berlari menghampiri Max, asisten pribadi abinya.


Max terlihat kebingungan dan melirik ke arah bosnya dan setelah melihat Anand mengangguk dia memberikan paper bag itu pada Fazal dan Keyya dengan warna yang sesuai dengan isinya.


Warna pink untuk Keyya dan warna hijau untuk Fazal.


Kedua baby sitter anak-anaknya juga tak luput dari kebaikan Anand yang juga memberi mereka satu paper bag untuk satu orang.


"Abi, makasih...!, Fazal sayang sama Abi !,. "Fazal mendekat lagi ke arah Anand dan mencium pipi abinya.

__ADS_1


"Makasih Abi !,." Keyya juga melakukan hal yang sama seperti kembarannya.


Keduanya lalu berlarian pergi ke arah taman bermain dan kedua baby sitter nya juga langsung mengikuti kemanapun mereka pergi.


Melihat anak-anaknya yang sudah fokus bermain dengan mainan barunya, Anand memilih pergi untuk menemui Alsya yang dari kedatangannya belum juga terlihat batang hidungnya.


Alsya memasuki lift menuju kamarnya dan memang benar, Alsya sedang ada di kamarnya mematut wajahnya di depan cermin.


"Assalamualaikum..." Anand melangkah memasuki kamarnya dan mendekati istrinya.


Alsya menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman manisnya, dia bangkit berdiri lalu menyalami tangan Anand.


"Waalaikumsalam."


"Kamu baru selesai mandi ?." Tanya Anand setelah dia mendaratkan kecupannya di kening Alsya dan tercium aroma segar dan wangi dari tubuh istrinya itu.


"Iya, A. Maaf tidak menyambut mu di depan."


"Tidak apa-apa, ya sudah, aku mau mandi dulu ya ?."


"Iya, biar aku siapkan airnya." Alsya segera memasuki kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya.


Setelah selesai, dia keluar lagi dari kamar mandi dan memberitahukan pada Anand lalu beralih memasuki ruangan khusus pakaian sedangkan Anand sendiri masuk ke kamar mandi.


Alsya yang sudah mulai hafal dengan kebiasaan suaminya, sudah tidak ragu lagi menyiapkan perlengkapan pakaian yang akan dipakai suaminya jika di jam sore seperti ini.


Setelan pakaian santai dia letakkan di atas tempat tidur kemudian beralih lagi ke telepon seluler untuk menghubungi bagian dapur untuk menyiapkan makanan untuk suaminya saat ini.


Alsya duduk di tepi ranjang sambil menunggu Anand selesai mandi. Dan hanya sepuluh menitan, Anand mulai keluar dengan menggunakan handuk yang melilit di sebagian tubuhnya saja.


Anand tersenyum saat melihat pakaiannya sudah disiapkan oleh sang istri tercinta. Anand mendekati Alsya lalu mencium keningnya sebentar. "Makasih, sayang." Ucapnya tulus atas perhatian Alsya yang selalu pengertian terhadap apapun kebutuhannya.


"A, tadi anak-anak lagi pada ngapain ?."


"Tadi mereka sedang bermain dengan mainan barunya."


"Aa' beliin mereka mainan lagi ?."


Anand mengangguk. "Aku sudah janji pada mereka tadi pagi, sayang."


"Hmm baiklah, tapi jangan sampai keseringan ya, nanti mereka jadi kebiasaan."


"Iya, sayang."


"Ya sudah, aku keluar dulu mau menemui anak-anak."


"Iya, sayang."


Alsya bangkit dari duduknya dan keluar dari kamar menuju lantai bawah untuk menemui anak-anaknya dibawah.


Sedangkan Anand membawa pakaiannya ke ruang ganti.

__ADS_1


✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓


__ADS_2