
"Lama tidak bertemu dengan anda, tuan Zuhally..." Ucap wanita itu basa-basi untuk memulai obrolan.
"Iya, nona Fyzha... Saya juga sampai pangling melihat penampilan anda saat ini." Ujar Aly di akhir dengan kekehan ringan.
Iya, wanita itu adalah Fyzha, kembarannya Anand. Terakhir kali mereka bertemu pada dua tahun lalu di pertemuan dengan urusan perusahaan yang mengaitkan antara perusahaan Anand dengan Aly.
Saat pertemuan sebelumnya, cara berpakaian Fyzha masih belum tertutup rapat seperti sekarang.
Entah kapan Hidayah itu mendatanginya sehingga kini tampilan Fyzha sudah bagaikan bidadari di bumi. Begitupun dengan pembawaannya yang terlihat lebih kalem namun terkesan tegas.
Nareena yang juga tidak tahu siapa klien bosnya sekarang sedikit terkejut saat melihat jika orang itu tak lain adalah sepupunya sendiri. Kepergian Fyzha ke Cirebon selama beberapa bulan terakhir ternyata datang dengan membawa kejutan besar. Tapi, setelah melihat lagi nama perusahaan yang di CEO- i oleh Fyzha, Nareena mulai faham karena itu diambil dari kepanjangan nama Fyzha.
"Hallo, Nareen..." Fyzha mengapa sepupunya dengan senyuman manisnya.
"Hai, Fy... Kapan kau kembali ?."
"Aku kembali seminggu yang lalu, maaf belum sempat memberitahumu,." Fyzha terlihat sangat menyesali perbuatannya sendiri yang belum sempat mengabari kepulangannya pada sang sepupu.
"Iya, tidak apa-apa." Nareena tersenyum memaklumi.
"Kalau begitu, kita langsung mulai saja pembahasannya ya, tuan Aly ?." Ucap Fyzha lagi yang kini kembali menatap wajah Aly.
Aly langsung mengangguk. "Iya, silahkan." Ucapnya.
Asisten pribadi Fyzha berdiri dan mulai menjabarkan isi kerjasamanya yang akan dibangun dengan perusahaan Aly disambung dengan Fyzha yang melanjutkan isi lebih rincinya.
Aly dan Nareena sangat serius menyimak penjelasan yang dijabarkan asisten Fyzha dan juga Fyzha. Selesai menjelaskan semuanya, mereka kembali duduk di kursi.
"Apa anda bisa bekerjasama dengan saya, tuan Zuhally ?."
"Iya, saya akan menandatangani kontrak kerjasamanya."
"Alhamdulillah, silahkan tuan." Fyzha menyodorkan berkas kontrak kerjasamanya di hadapan Aly untuk ditandatangani.
Aly dengan begitu yakin langsung membubuhkan tanda tangannya di atas materai yang sudah di tempelkan.
"Baiklah, terima kasih tuan Zuhally... Semoga bentuk kerjasama ini bisa berjalan dengan lancar. " Ucap Fyzha begitu tampak senang.
__ADS_1
"Insya Allah." Aly menjawabnya dengan anggukan.
"Kalau begitu, kami pamit lebih dulu ya, karena saya masih ada keperluan lainnya, assalamualaikum..."
"Oh, iya. Waalaikumsalam."
Fyzha beserta asistennya bangun dari duduknya dan berjalan pergi dari tempat tersebut. Kini hanya menyisakan Aly dan Nareena saja. Keduanya masih terdiam dengan pemikiran masing-masing, dimana Aly sedang sibuk memikirkan tentang gadis kembarannya suami Alsya tadi dan Nareena sibuk memikirkan tentang sikap yang ditunjukkan oleh Aly terhadap sepupunya tadi.
Aly kembali pada kesadarannya. Dia menoleh ke arah Nareena yang terlihat masih terdiam melamun.
"Ekhem !."
Deheman Aly berhasil membuat Nareena kembali pada kesadarannya. Nareena terlihat salah tingkah dan langsung membenarkan posisi duduknya.
Aly memperhatikan tingkah laku Nareena dengan wajah datar dan dingin seperti biasanya kemudian dia memanggil seorang pelayan untuk mendekat.
"Selamat datang di kafe kami, tuan dan nyonya..." Ujar pelayan itu sangat ramah dan tidak memperlakukan Nareena sebagai bos-nya seperti yang telah Nareena perintahkan sebelumnya. "Silahkan, mau pesan apa ?." Ucapnya lagi sambil menyodorkan buku menunya.
Aly mengambilnya dan memesan minuman juz juga makanan ringan. Nareena juga memesan, tapi dia hanya memesan minumannya saja.
✓✓✓✓✓✓✓✓
"Baik, Bu."
Seorang gadis cantik dengan penampilan barunya, keluar dari mobil yang berhenti di depan gerbang rumah besar yang baru tiga bulanan jadi. Langkah gadis itu tampak anggun dan cantik saat mendekati penjaga gerbangnya.
"Permisi..." Ujarnya sopan di hadapan pria setengah baya yang sedang duduk sambil mengopi di pos jaganya.
"Oh, iya. Siapa dan ada perlu apa ya nona datang kemari ?." Ujar pria itu spontan.
"Maaf, saya mau nanya. Apakah benar ini rumah Tuan Anand Haikal Ghuinandra beserta istrinya, Alsya ?." Tanya gadis itu menyebutkan nama yang sangat tepat sekali.
"Ohh, benar ini rumahnya. Ada perlu apa ya ?, Maaf karena saat ini tuan Anand belum kembali dari kerjanya dan di rumah hanya ada istri dan anak-anaknya saja." Ucap penjaga gerbang itu menjelaskan.
Gadis itu tersenyum ramah dan mengangguk. "Saya hanya ingin mampir kesini, pak. Saya adiknya tuan Anand, nama saya Fyzha." Ucapnya masih bersikap sopan santun.
"Adiknya tuan Anand ?." Tanya penjaga gerbang itu seperti masih ragu.
__ADS_1
"Iya, pak. Kalau bapak tidak percaya, silahkan bapak hubungi tuan rumahnya jika saya datang berkunjung."
"Hmm iya, maaf ini untuk menjaga keamanan rumah ya, jadi saya harus memastikannya dulu."
"Iya, silahkan pak."
Penjaga gerbang itu langsung mengambil telepon khususnya dan menghubungi pihak dalam rumah.
Fyzha memang tidak pernah wajah pria tersebut, mungkin dia adalah pegawai baru di rumah kakaknya karena yang sebelumnya telah diganti.
Fyzha menunggu dengan sabar dan tenang, dia melihat pria itu menyudahi teleponannya kemudian menoleh ke arah Fyzha lagi.
"Maafkan saya, nona. Saya tidak bermaksud mencegah Anda disini, mari, saya akan bukakan gerbangnya." Ujar pria itu sepertinya sudah mengetahui siapa Fyzha.
"Iya, tidak apa-apa, pak." Fyzha tidak ingin mempermasalahkan karena dia memaklumi bagaimana lingkup keluarga Ghuinandra yang memang harus selalu dalam penjagaan yang ketat.
Gerbang mulai dibuka oleh penjaganya. Fyzha mengangguk dan berterima kasih kemudian dia melangkah menuju pintu utama rumah besar itu. Perubahan sikap dan penampilan Fyzha memang baru satu bulanan tapi awalnya masih belum tetap karena belum yakin, dia dapatkan setelah beberapa hari tinggal bersama kedua orangtuanya di Cirebon setelah pernikahan kembarannya. Di sana, meski hanya sebentar tapi dia banyak sekali menemukan ilmu hidup yang sebenarnya.
Dia dilatih untuk selalu bersosialisasi dengan lingkungan tetangga, dia juga pernah beberapa kali ikut pengajian yang sering dilakukan oleh ibunya.
Hingga setelah mendapatkan kabar dari perusahaan pusat miliknya yang ada di Eropa, Fyzha langsung terbang ke sana dan menyelesaikan urusannya selama hampir satu bulan. Dan barulah beberapa hari yang lalu dia pulang lagi ke Indonesia, tepatnya ke Jakarta untuk menyelesaikan pekerjaannya yang dia bawa dari Eropa.
Di saat kepulangannya itu juga dia mulai merubah penampilannya sendiri dengan menutup auratnya dengan sempurna. Bahkan, orang yang dia kenal yang pertama kali melihat penampilannya seperti itu adalah Nareena berikut juga Aly. Sebab, Fyzha belum menceritakan tentang perubahannya terhadap siapapun termasuk kedua orang tuanya yang ada di Cirebon.
Sampai di depan pintu, tangan Fyzha sudah akan memencet bel nya tapi, seseorang lebih dulu membukakan pintunya.
Senyuman Fyzha langsung terbit saat melihat sosok yang berdiri di hadapannya. "Assalamualaikum, kakak ipar..."
Alsya masih belum menjawab dan malah terpaku pada penampilan Fyzha saat ini. "Waalaikumsalam, Fyzha. Kamu Fyzha, kan ?!." Ucapnya heboh setelah tersadar dari keterkejutannya.
Fyzha mengangguk dan tersenyum. "Iya, kak. Ini Fyzha. Kaget ya, sama penampilan Fyzha sekarang ?." Ucap Fyzha di akhiri dengan kekehan kecil.
Alsya mengangguk mengiyakan lalu langsung memeluk erat tubuh adik iparnya. "Masya Allah... Kamu sangat cantik Fyzha..." Ucapnya sangat terharu.
"Alhamdulillah, Allah memberiku hidayah Nya, kak."
"Iya, Fy. Ya sudah, sekarang masuk yuk ?!."
__ADS_1
"Iya, kak."
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓