
Suasana malam di jalanan menuju alun-alun kota, ramai dipadati oleh pemuda-pemudi yang sedang menikmati hari weekend nya. Ditambah dengan deretan penjual kaki lima yang hampir memenuhi setiap sisi jalan hingga ke alun-alun.
Aly sengaja keluar malam ini ke alun-alun kota karena sudah bosan berkunjung di tempat maksiat terus.
Melihat beberapa orang berjalan berpasang-pasangan bahkan ada yang membawa buah hatinya, Aly jadi teringat pada anak-anaknya. Dia sudah lama tidak bertemu dengan Fazal maupun Chayra. Ada rasa ingin menemui mereka tapi dirinya terlalu malu menampakkan wajahnya pada orang-orang yang mengelilingi anak-anaknya.
Aly membeli beberapa makanan ringan dan minuman lalu duduk di bangku taman alun-alun sambil menikmati makanannya.
"Maaf ?!."
Aly yang akan memasukkan makanan ke mulutnya terlonjak kaget dan reflek menoleh ke arah suara. Matanya langsung menatap datar wajah wanita yang sedang berdiri di sampingnya.
"Boleh saya bergabung ?." Tanya wanita itu dengan senyuman anehnya.
Aly mengedarkan pandangannya ke segala arah dan melihat memang semua bangku taman sudah penuh semua. Pantas wanita itu memilih bergabung disampingnya. Ditambah, suasana di daerah sini sedikit remang-remang bahkan lebih dominan gelap.
Aly dengan malas menggeser posisi duduknya tanpa mengatakan apapun. Wanita itu terlihat tersenyum senang dan langsung duduk disamping Aly.
Suasana hening menyertai keduanya. Aly sibuk dengan makanannya sendiri dan wanita itu sibuk dengan ponselnya.
"Huhh, punya sepupu dua tapi tidak ada yang beres !." Wanita itu berdecak seperti orang orang kesal pada seseorang karena matanya masih terfokus pada layar ponselnya.
Aly melirik sekilas lalu kembali menikmati makanannya, masih tak mau bersuara.
"Sialan !. Awas aja, nanti aku buktikan bahwa aku juga sebentar lagi akan menikah !." Lagi-lagi wanita itu meracau sendiri.
Aly hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku wanita aneh disampingnya. Dia kenal wanita itu, sangat malah. Tapi sepertinya wanita itulah yang tidak menyadari bahwa pria disampingnya adalah Aly.
Terdengar suara sering ponsel. Aly bergegas merogoh saku celananya. Tapi,..
"Hallo ?!. Apa lagi ?, Rumah mu sudah aku cek, tinggal bagian kamar utama saja yang belum!." Decak wanita itu marah-marah tak jelas pada orang di seberang sana.
Aly menatap layar ponselnya sendiri yang ternyata tidak ada telepon sama sekali. Berarti yang tadi berbunyi bukanlah ponsel miliknya. Pantas saja dia tidak merasakan getarannya saat masih berdering.
Aly semakin merasa risih oleh kehadiran wanita itu. Dia bangkit dari duduknya dan berniat akan pergi untuk mencari tempat lainnya yang lebih tenang tentunya.
"Ehh, tuan. Kau mau kemana ?!." Seru wanita itu saat melihat Aly pergi meninggalkannya.
Aly tidak menggubrisnya dan terus melanjutkan langkahnya ke tempat lain. Setelah melihat-lihat akhirnya dia menemukan tempat yang dirasa cukup tenang. Tapi sebelum dia menuju kesana dia memutuskan untuk membeli minuman lagi karena minuman sebelumnya dia tinggalkan di bangku tadi.
Setelah selesai membeli minumannya Aly bergegas menuju tempat tadi dan duduk disana.
"CK, sekretaris aneh."Aly bergumam lirih masih memikirkan tingkah wanita tadi yang tidak lain adalah sekretaris pribadinya sendiri di perusahaan.
Aly kembali menikmati kesendirian dengan tenang dan damai. Dua jam kemudian dia kembali bangkit dari tempat duduknya karena sudah lelah dan ingin segera mengistirahatkan tubuhnya di kamar apartemennya.
Antara sadar dan tidak, mulut Aly bergema menyenandungkan shalawat yang dulu sering dia lantunkan. Dan entah kenapa hatinya saat ini sangat tenang dan begitu damai saat bersholawat sambil terus melangkah menyusuri jalanan.
__ADS_1
Suasana mulai sepi dari orang-orang setelah Aly berjalan beberapa meter menjauh dari keramaian. Dan semakin hening kala dia melewati perumahan komplek yang sangat sepi sebab malam juga semakin larut.
"Tolooong...!!." Teriakan itu membuat Aly terkesiap dan melihat ke arah suara.
Sejauh mata memandang, dia melihat dua pria sedang menyeret-nyeret seorang wanita yang terlihat meronta-ronta untuk dilepaskan. Aly segera berlari menghampiri mereka.
"Hei !!. Lepaskan dia !!." Teriakan Aly membuat mereka menghentikan langkahnya.
"Siapa kau ?!. Kami tidak ada urusan dengan mu, jadi lebih baik kau menyingkir !!." Geram salah satu dari pria itu.
Aly tampak tak terpengaruh dan malah semakin mendekati mereka. "Siapa kalian ?, Kenapa kalian ingin membawanya ?." Tanya Aly dengan suara tertahan.
Aly melihat wajah wanita itu yang tampak ketakutan juga menatap tak percaya pada Aly.
"Siapa pun kami, itu bukan urusan mu !!."
"Bukan urusan ku ?. Hei, ayolah, wanita itu sudah jelas-jelas meminta tolong, dan itu menjadi urusan ku !." Aly sedikit meninggikan suaranya.
Kedua pria itu menyeringai mengejek. "Rupanya kau sungguh pemberani." Ujar salah satunya semakin merendahkan.
Aly masih tenang dan tanpa diduga mereka langsung menyerangnya dengan gerakan yang mengagetkan. Aly berusaha menyeimbangkan gerakannya dan berusaha untuk terus melawan dari setiap serangan yang diarahkan.
Aly terus melakukan perlawanan dan setelah menemukan celah dia mulai menaklukkan kedua lawannya hanya dengan beberapa pukulan keras yang ternyata langsung membuat dua pria itu terkapar tak berdaya.
Aly bukanlah anggota pesilat ataupun pemilik ilmu bela diri tinggi, tapi setidaknya dia sedikit memiliki kemampuan untuk bertarung meski tidak begitu ahli.
Aly ingin mendekati mereka berdua tapi kedua cecunguk itu langsung bergegas pergi melarikan diri.
"Kau tidak apa-apa ?." Tanya Aly saat sudah berjongkok di hadapan wanita itu.
Wanita itu hanya menggeleng tanpa mengatakan apapun.
"Mereka sudah pergi. Sekarang kau sudah aman,." Aly membantunya kembali berdiri dari duduknya.
Wanita itu hanya menurut kembali tak mengatakan apapun. Mungkin masih sangat syok, pikir Aly.
"Dimana rumah mu ?, Ayo aku akan mengantarmu pulang." Ucap Aly lagi menawarkan tapi wanita itu langsung menggeleng.
"Kenapa ?. Tenanglah, aku tidak seperti mereka. Aku hanya akan mengantarkan kamu pulang."
"Tidak, aku takut. Mereka orang jahat. Aku tidak mau pulang." Akhirnya dia bersuara. Dan itu adalah pintanya yang berupa tolakan.
Aly terdiam. Dia bingung harus melakukan apa sekarang. Dia tidak mengenal wanita di sampingnya itu dan dia juga tidak apa-apa tentang masalah yang sedang menimpa wanita tersebut.
"Baiklah, apa kau mau ikut dengan ku saja ?. Kau bisa bersamaku dan tidak akan menemui mereka lagi." Ucap Aly akhirnya.
Wanita itu menatap wajah Aly sebentar lalu memalingkan wajahnya lagi kemudian mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah, mari ?!,."
Keduanya berjalan beriringan menuju mobil Aly yang terparkir tidak jauh dari tempat kejadian. Aly melajukan mobilnya menuju rumah yang sudah tidak pernah dia datangi lagi selama ini. Rumah yang mungkin sudah sangat dingin karena tidak dihuni dan hanya sesekali Aly meminta petugas cleaning servis untuk membersihkan rumahnya.
Aly masih berpikir waras untuk tidak membawa wanita itu ke apartemennya. Dan diapun tidak mungkin menempatkan wanita itu ke sebuah penginapan karena wanita itu pasti juga tidak akan mau.
Mereka sampai di rumah Aly yang dulu pernah ditempati Aly bersama kedua anaknya. Yah, rumah itu kosong tak berpenghuni saat ini.
Aly mengajak wanita itu turun dari mobil dan melangkah memasuki rumah yang terasa senyap dan sepi. Aly menyalakan sakral lampunya membuat ruangan yang tadinya gelap gulita menjadi terang benderang.
"Ayo, aku antar ke kamar yang akan kau tempati." Ujar Aly dan wanita itu hanya mengangguk mengiyakan.
Aly membawa wanita itu ke kamar utama. "Ini, selama kau disini ini akan menjadi kamar mu. Kalau ada apa-apa, kau bisa memanggilku di kamar sebelah sana." Aly menunjuk sebuah kamar lain. "Ini sudah sangat malam, sebaiknya kau istirahat." Ujar Aly lagi lalu berjalan pergi.
"Tunggu !."
Aly menoleh.
"Siapa namamu ?."
"Aly, panggil saja aku Aly."
Wanita itu mengangguk. "Terimakasih, karena sudah menolongku."
Aly tersenyum. "Sama-sama. Dan, siapa namamu ?."
"Charyra,."
"Baiklah, Charyra. Sebaiknya kamu masuklah."
Charyra mengangguk dan memasuki kamarnya lalu menutupnya. Begitupun Aly yang langsung masuk ke dalam salah satu kamarnya yang dulu sering dia gunakan untuk ruang kerjanya. Aly segera membersihkan diri di kamar mandi lalu setelah selesai dia mulai beranjak ke tempat tidur dan mencoba melelapkan matanya.
Aly begitu nyenyak dalam tidurnya. Entah kenapa malam ini dirinya seperti sedang mendapatkan ketenangan dalam kehidupan yang selama ini seperti tidak karuan dan terus dirundung kehampaan. Setengah jam berlalu, Aly tersentak dalam tidurnya dan spontan duduk lagi.
"Aku tidak memiliki pakaian wanita. Bagaimana Charyra akan tidur jika tidak mengganti pakaiannya ?." Aly bergumam sendiri.
Dia sudah lama tidak pernah berhubungan dengan wanita jadi tidak pernah terpikirkan olehnya tentang Charyra yang mungkin saja sedang kebingungan.
Aly beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil kunci mobilnya dan bergegas keluar dari rumah. Dia mencari toko pakaian yang masih buka di jam malam ini. Dan setelah ketemu Aly langsung memasukinya dan mencari pakaian untuk Charyra pakai.
Saat melihat deretan pakaiannya, Aly sedikit bingung untuk membeli ukuran apa ?. Dia benar-benar tidak tahu ukuran apa yang pas dengan tubuh Charyra.
Aly terdiam sambil membayangkan tubuh Charyra. Mencoba meneliti tubuh Charyra lewat dari ingatannya saja. Dan beberapa menit kemudian, meski tidak yakin Aly akhirnya membeli beberapa potong pakaian lengkap beserta serba-serbinya. Setelah membayar nya, Aly segera pulang ke rumah.
Sampai di depan pintu kamar yang sedang digunakan Charyra, dia sedikit bingung harus melakukan apa. Ada rasa gugup saat akan mengetuk pintu itu karena takut akan mengganggu istirahat Charyra.
Tapi setelah menimang-nimang, akhirnya Aly memberanikan diri dan mulai mengetuk pintunya.
__ADS_1
"Charyra... !."
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓