Sahabatku, Maduku

Sahabatku, Maduku
Penjara masa lalu


__ADS_3

Aly melangkah masuk ke dalam ruangannya. Seperti biasa, beberapa hari ini wajahnya selalu murung dan terlihat seperti kelelahan.


Aly menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi kebesarannya. Dia lelah, sangat lelah mencari keberadaan Chayra yang entah ada dimana. Seluruh anak buahnya juga masih belum menemukan titik terang tentang keberadaan sang putri.


"Permisi..."


Nareena masuk dengan penuh kesopanan. Hal yang selalu dilakukannya di pagi hari yaitu memberikan jadwal kegiatan yang akan dilakukan oleh bosnya hari ini.


"Langsung saja." Ujar Aly dingin.


Nareena mengangguk dan membuka memo jadwal kegiatan Aly. "Di jam sembilan ada rapat bersama dewan keuangan perusahaan hingga makan siang. Jam setelah waktu Dzuhur ada pertemuan dengan CEO Ghuinandra's Hotels di Arts Cafe. Dan jam setengah tiga ada rapat lagi dengan divisi manajemen produksi hingga selesai." Nareena menjelaskan dengan sekali tarikan nafas.


Aly menatap wajah Nareena yang begitu serius pada deretan tulisan di i-pad nya.


Cukup cantik dan menarik, tapi juga ngeselin.


Bathin Aly saat memperhatikan wajah Nareena yang masih belum sadar jika sedang diperhatikan.


Aly kembali memalingkan wajahnya lagi ke arah mejanya saat melihat wajah Nareena bergerak.


Nareena menyodorkan berkas jadwal yang akan dihadiri oleh Aly ke hadapan Aly.


Aly menerimanya dan mengeceknya terlebih dahulu. "Ghuinandra ?." Tanya Aly kembali menatap wajah Nareena. "Bukankah itu perusahaan keluargamu ?." Lanjutnya.


Nareena mengangguk mengiyakan. "Iya, tuan."


"Siapa CEO nya ?." Tanya Aly lagi karena tiba-tiba penasaran.


"Anand Haikal Ghuinandra."


"Suaminya Alsya ?!." Pekik Aly tanpa sadar.


Nareena sedikit terkejut mendengar bosnya menyebut nama istri sepupunya itu. Dia memicingkan matanya menatap lekat wajah sang bos karena heran.


"Iya, tuan. Maaf, apakah anda mengenal istrinya Anand ?." Tanya Nareena ingin tahu.


Aly terdiam cukup lama, tapi kemudian dia menggelengkan kepalanya. "Tidak, saya hanya pernah dengar dari Charyra saja." Jawabnya berbohong.

__ADS_1


Mana mungkin juga dia menyebutkan bahwa Alsya mantan istrinya pada Nareena. Ucap Aly di dalam hatinya.


Nareena mengangguk saja meski sedikit ragu antara percaya dan tidak. Tapi saat melihat mata Aly, Nareena yakin jika Aly tidak mengatakan yang sebenarnya. Tapi apalah daya, Nareena hanyalah seorang sekretaris pribadi yang tidak boleh terlalu ikut campur dalam urusan pribadi bosnya.


"Baiklah, tuan. Saya keluar dulu." Ucap Nareena mengundur diri.


Aly hanya mengangguk menanggapi. Dan saat Nareena sudah keluar dari ruangannya, Aly mulai disibukkan dengan pemikirannya tentang Alsya dan juga suami barunya.


Apa kabar Alsya saat ini ?, Apakah Alsya menemukan kebahagiaannya bersama lelaki yang kini telah menikahinya ?, Apakah Fazal sudah mendapatkan Abi yang lebih baik dari dirinya ?. Semua pertanyaan berkecamuk di pikirannya.


Aly mengeram tertahan sambil mengusak wajahnya sendiri dengan kasar.


Lupakan Alsya !, Lupakan masa lalu !, Biarkan Alsya dan Fazal bahagia bersama keluarga barunya !.


Bathin Aly kembali berperang antara rela dan tidak untuk melepaskan bayang-bayang masa lalu bersama Alsya dan juga anaknya.


✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓


"Kamu yakin ingin menemuinya ?." Alsya menatap ragu wajah suaminya.


Tadi malam, keduanya sudah sepakat untuk memberitahu Aly tentang keberadaan Keyya yang kini tinggal bersama mereka.


"Apa kamu takut kehilangan Keyya ?, Hem ?." Anand membelai wajah Alsya yang disenderkan di dadanya.


Alsya mengangguk mengiyakan. "Aku sudah sangat sayang sama Keyya, dia sudah seperti anakku sendiri." Ujarnya lembut dengan mata berkaca-kaca.


Anand mendaratkan kecupannya di puncak kepala istrinya. "Dia memang anakmu, sayang. Ayahnya dengan ayah Fazal sama." Ucap Anand penuh pengertian.


Alsya mendongakkan kepalanya. "Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengannya." Ujarnya merajuk .


Anand tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah Alsya. "Kamu memang sudah tidak ada, tapi Fazal tidak." Ucap Anand tepat dihadapan wajah sang istri yang hanya berjarak beberapa senti saja.


Cup


Anand menjauhkan kembali wajahnya setelah mendaratkan kecupan singkat di bibir Alsya dengan sempurna.


"Ya sudah, aku berangkat dulu ya ?,." Anand melepaskan pelukannya dan tubuh Alsya.

__ADS_1


Alsya menahannya, tidak mau melepaskan tubuh Anand dari pelukannya. "A, gak usah berangkat lagi..." Rengek Alsya seperti anak kecil yang merajuk.


"Sayang, aku masih ada urusan lagi. Aku kan kesini cuma mau makan siang aja sama kalian." Kedua tangan Anand membingkai wajah istrinya.


"Tapi aku mau kamu tetap disini..." Alsya mengerucutkan bibirnya manja.


Melihat itu malah membuat Anand terkekeh geli dan langsung mengecup lagi bibir istrinya. "Kamu mau apa ?, Nanti aku belikan sebelum pulang." Tanya Anand menawarkan.


"Ihh !, Aku bukan Fazal sama Keyya !." Decak Alsya kesal sambil memukul-mukul dada bidang suaminya.


Anand semakin terkekeh melihat tingkah laku istrinya yang semakin kesini semakin manja saja. Tapi dia sangat suka dengan sikap Alsya yang seperti itu.


Anand memeluk lagi tubuh Alsya dan mencium keningnya lama. Dan benar saja, Alsya langsung terdiam seperti terhipnotis saat mendapatkan perlakuan manis dari suaminya itu.


"Kamu memang bukan anak-anak, tapi kamu ibunya anak-anak." Anand berucap dengan suara yang sangat lembut. "Aku janji akan pulang lebih awal, sayang... Boleh ya ?."


Akhirnya Alsya mengangguk meski berat. Tapi dia langsung menatap tajam mata suaminya. "Aku mau martabak ketan merah spesial !." Ujarnya kemudian.


"Oke !, Apapun untuk istriku yang cantik ini !." Anand mencubit gemas kedua pipi Alsya kemudian dia turun dari ranjang dan bersiap untuk berangkat ke kantor lagi.


Mereka turun ke lantai bawah dengan tangan yang saling bergandengan mesra. Anand menghampiri anak-anaknya dulu yang sedang bermain di taman bermain di samping rumah.


"Abi mau berangkat lagi ?." Tanya Fazal mendekat ke arah Abinya.


Anand berjongkok di hadapan kedua anaknya. "Iya, nak. Abi berangkat dulu yaa." Anand mengusap gemas kepala Fazal dan Keyya bergantian.


Keyya berjinjit dan mencium salah satu pipi Anand. Kemudian disusul dengan Fazal yang mencium salah satunya lagi. "Dadaah Abi... !." Ujar keduanya sambil melambaikan tangan mungilnya.


Anand tersenyum kemudian berdiri tegak lagi dan membalas lambaian mereka.


Fazal dan Keyya semakin hari semakin memiliki watak dan sikap yang sama seperti dua orang kembar namun watak Fazal sedikit lebih pengertian dibandingkan dengan Keyya. Padahal menurut penuturan Alsya, usia mereka terpaut waktu sebulan, dan lebih tua Keyya.


Sebelum memasuki mobil, Anand memeluk sebentar tubuh Alsya dan mencium kening Alsya. "Aku pergi dulu ya sayang. Assalamualaikum..."


"Iya, hati-hati, waalaikumsalam."


Mobil Anand mulai keluar dari area pekarangan rumah dan Alsya kembali masuk ke dalam rumah menghampiri Fazal dan Keyya yang masih sibuk bermain dengan pengasuh-pengasuhnya.

__ADS_1


✓✓✓✓✓✓✓✓✓


__ADS_2