Sahabatku, Maduku

Sahabatku, Maduku
Tingkah si kembar


__ADS_3

"Anand masih belum pulang kak ?."


"Iya, belum. Biasanya dia pulang jam lima sore."


Fyzha mengangguk mengiyakan lalu tatapan matanya terfokus pada dua bocah yang keluar dari lift kemudian berlarian saling mengejar. Fyzha tentunya sangat kenal dengan Fazal yang merupakan anak sambung Anand, tapi dia tidak mengenal bocah perempuan yang sedang bermain dengan Fazal.


"Kak, itu siapa ?." Tanya Fyzha menunjuk ke arah Keyya.


"Itu Keyya. Anaknya teman A' Anand."


"Oh, apa dia sering dititipin di sini ?."


"Bukan hanya dititipin, Fy. Dia memang tinggal disini sudah hampir dua bulan terakhir."


"Dia bulan ?!." Pekik Fyzha langsung menatap wajah Alsya. "Kalian menikah juga baru dua bulanan, kan ?."


"Iya."


"Lalu ?."


"Eee, kisahnya panjang, rumit juga. Tapi yang jelas, sekarang Keyya sudah seperti bagian dari keluarga kami. Keyya sudah kami anggap sebagai anak sendiri."


"Hmm, oke oke. Aku paham. Kalian memang begitu orangnya, terlalu baik sama orang." Ucap Fyzha akhirnya.


Alsya hanya tersenyum menanggapi.


"Ayo, silahkan diminum dulu, Fy."


"Iya, kak." Fyzha menikmati hidangan yang disediakan oleh tuan rumah dengan santai.


"Oh ya, kamu pulang kapan ?."


"Mungkin dua mingguan, tapi karena aku harus mengurus cabang perusahaanku, aku baru bisa berkunjung sekarang."


Obrolan berlanjut dengan diselingi canda dan tawa bahkan keduanya sampai tidak sadar jika waktu terus bergulir cepat dan di luar matahari telah menyeret semburat merahnya ke tempat peraduannya di ufuk barat.


"Assalamualaikum..." Suara berat yang sudah sangat dikenal oleh Alsya itu membuyarkan kebersamaan antara Alsya dan Fyzha.


Alsya langsung bangkit dan menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman manisnya. "Waalaikumsalam,.." ujarnya kemudian mengalami tangan Anand.


Tatapan Anand beralih pada sosok wanita yang sedang duduk di sofa dengan posisi membelakanginya jadi dia tidak tau siapa wanita itu.


"Siapa, sayang ?." Tanya Anand pada Alsya.


Alsya menoleh ke belakang sekilas kemudian kembali menatap wajah suaminya.


"Kita ada tamu, A."

__ADS_1


"Iya, aku tahu. Kamu membawa temanmu berkunjung ke rumah, Hem ?." Ujar Anand sambil tangannya merangkul pinggang sang istri dan melangkah mendekati tamunya.


"Kamu pasti kaget melihat wajahnya, Aa' sayang..." Ucap Alsya dengan mata berbinar cerah.


Melihat itu Anand semakin dibuat penasaran. Dia semakin melangkah cepat untuk melihat wajah wanita yang duduk di sofa ruang tamu. Dan setelah sampai...


"Hai, kak...!." Ujar wanita itu dengan senyum cerahnya.


"Fyzha ?!. Heyy, kamu benar Fyzha kembaran ku ?!." Pekik Anand tampak sangat syok melihat wajah wanita itu yang tidak lain adalah kembarannya sendiri.


"Hmm. Aku cantik yaa ?." Fyzha terkekeh kecil.


Anand tanpa sadar langsung melepaskan rangkulannya di tubuh Alsya dan mendekati kembarannya yang baru kelihatan batang hidungnya itu.


Cetakk !!.


"Aww !!. Anand, apaan sih kamu ?!!, Sakit tau gak ?!!." Sembur Fyzha tak terima dengan perlakuan Anand yang tiba-tiba menyentil dahinya sangat keras.


Anand tak menggubrisnya tapi dia langsung membawa tubuh sang adiknya ke dalam pelukan. Pelukan Anand sangat erat kafe dia sangat merindukan adiknya yang sudah dua bulan ini tidak pernah dia lihat.


"Anand...!!, Sesak, Woyy !!." Bentak Fyzha dengan suara tertahan karena tubuhnya terasa dihimpit sangat kencang.


Anand melonggarkan pelukannya dan menatap tajam wajah adik tersayangnya. Yah, meski mereka terkadang suka tidak akur tapi karena keterikatan yang sangat kuat, Anand merasa sangat merindukan bagian dari tubuhnya itu.


"Kamu kapan balik, dek ?. Kenapa tidak mengabariku ?, Apa menjadi CEO menjadikanmu melupakan kembaran mu sendiri ?!." Tanya Anand beruntun tanpa jeda dengan tatapan matanya yang setajam silet.


Fyzha mendengus kesal lalu menoleh ke arah Alsya yang saat ini sedang terkekeh melihat kelakuan suaminya sendiri.


"Mama sama papa tau kamu sudah di Indonesia lagi ?."


"Sudah."


"Hmm." Anand mengalihkan pandangannya ke wajah sang istri yang sedang duduk di sofa di sebelahnya.


Menyadari itu, Anand segera bangkit dari duduknya dan duduk disamping Alsya kemudian tangannya kembali membelit tubuh mungil istrinya dengan sangat posesif.


Fyzha yang menyaksikan itu hanya mendengus jengah. Seromantis itukah ikatan pernikahan ?. Umurnya dengan umur Anand sama, tapi Anand telah lebih dulu menemukan tambatan hatinya. Entah kapan masa itu datang juga untuk Fyzha ?.


Alsya tersenyum kaku karena tidak enak hati dengan kelakuan suaminya yang tidak tau tempat. Dia tau saat ini pikiran Fyzha sedang kalut melihat kemesraan yang dia dan suaminya lakukan tepat di depan mata Fyzha.


"A, lepasin tangannya, gak enak sama Fyzha." Bisik Alsya pada suaminya.


Bukannya melepaskan, Anand malah semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Alsya. Alsya semakin mendengus kesal dibuatnya.


"Fy, kamu tidak iri melihat kami ?." Tanya Anand tiba-tiba dan itu membuat Alsya terkejut dan langsung menatap tajam wajah suaminya.


Anand yang ditatap seperti itu hanya acuh saja karena saat ini fokusnya pada sang kembaran.

__ADS_1


Fyzha terlihat santai saja. "Ngapain iri, jodoh aja belum Nemu." Ucapnya datar.


"Yah, nyari lah... Kamu kemaren pulang ke Cirebon gak ketemu siapa gitu ?." Anand sudah mulai pada mode cowok rempong.


Yah, sikap Anand yang terlalu terbuka pada seseorang tertentu memang menjadikannya sedikit bertingkah seperti perempuan yang paling suka dengan gosip ataupun curhat. Itulah kenapa tempo hari Nareena datang untuk curhat ke Anand.


"Dikira aku pulang nyari jodoh apa ?, Kamu sebagai kakak, kenapa tidak mencarikan seseorang gitu untuk adiknya yang nelangsa ini." Fyzha menatap tajam wajah saudara kembarnya.


"Kamu mau dijodohkan ?, Dulu berapa kali kamu nolak pria yang dikenalkan mama ?." Ucap Anand mengungkit kisah hidup adiknya yang senasib dengan dirinya. Menolak setiap kali dikenalkan seseorang oleh sang mama, tapi akhirnya Anand menemukan sendiri kekasih hatinya yang kini menjadi bidadari hidupnya, si istri tercinta.


Alsya hanya menyimak perdebatan antara sang suami dengan kembarannya itu karena dia rasa dia juga tak ada berhak untuk ikut campur masalah pribadi keluarga dari suaminya.


"Yah, daripada jomblo terus sampai tua."


Mendengar itu Alsya sedikit menerbitkan senyumnya.


"Fy, aku punya kenalan, mau aku kenalin kamu dengannya ?." Alsya akhirnya bersuara.


"Oh ya, siapa kak ?, Hmm apakah orangnya ganteng, mapan dan..."


"Hehh !!, Seleramu terlalu tinggi pantas saja tidak ada yang berani mendekati mu !." Seru Anand menjeda ucapan Fyzha.


"Kaya kamunya gak ?. Kriteriamu malah lebih banyak." Sungut Fyzha tak terima dengan ucapan Anand.


Alsya semakin dibuat bingung oleh tingkah laku kakak-beradik itu. Setelah lama tidak berjumpa seharusnya mereka sedang kangen-kangenan tapi ini malah sebaliknya, mereka bahkan seperti kucing dengan tikus.


"Kak Alsya, bagaimana, apakah dia sesuai kriteria yang ku sebutkan tadi ?." Fyzha memilih menatap wajah Alsya lagi.


"Eee, kamu pernah lihat kak Affan tidak ?, Suaminya mbak Nisa ?."


"Iya, pernah."


"Iya, itu. Kamu mau aku kenalin dengan kembarannya kak Affan ?."


Bukan hanya Fyzha yang kaget, tapi juga Anand. Keduanya menatap tak percaya ke arah Alsya.


"Sayang, memangnya kak Affan memiliki seorang kembaran ?." Tanya Anand dengan suara lirih tepat di telinga Alsya.


Alsya mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya. "Iya, tapi sekarang dia sedang melanjutkan studinya di luar negeri dan setahuku, tahun ini wisudanya." Ucap Alsya mantap sambil melirik ke arah wajah Fyzha.


Fyzha tampak melamun sendiri. Entah apa yang sedang mengganggu pikirannya saat ini.


"Bagaimana, Fy ?."


"Eee, aku belum tahu orangnya kak." Fyzha terlihat masih bimbang.


"Insya Allah, orangnya baik, dan untuk sesuai kriteria kamu juga sepertinya dia lulus seleksi." Alsya terkekeh kecil sengaja menggoda si adik ipar.

__ADS_1


Mendengar itu Fyzha hanya tersenyum kaku menanggapi.


✓✓✓✓✓✓✓✓✓


__ADS_2