Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 9 Pulang


__ADS_3

Keesokan harinya


Seorang laki-laki tengah menyeret sebuah koper kecil ditangannya. Langkah besarnya menyusuri lorong demi lorong disebuah gedung apartemen mewah.


Walau menggunakan kacamata hitamnya, Ketampanan yang dimiliki laki-laki itu nyatanya tetap saja terlihat. Laki-laki dengan model rambut French crop itu semakin terlihat gagah dengan setelan formalnya yang berwarna navy tersebut.


*tett. tett. tett. tett ...


ceklek*


Setelah sampai di apartemen tujuan, laki-laki itu langsung membuka kacamatanya sehingga membuat sorot mata keabu-abuan miliknya


terpancar dengan jelas. Dengan menyeret koper miliknya, laki-laki itu langsung memasuki apartemen itu dengan wajah lesunya. Hanya di dalam rumah, laki-laki itu memperlihatkan ekspresi wajahnya yang terlihat datar.


Sedangkan jika ia berada luar sana, ia tak segan-segan memasang wajah ramahnya.


Meletakkan kopernya di sembarang tempat, ia berjalan kearah kamar yang ditempati oleh wanitanya. Saat ini memang dirinya tengah berada di apartemen milik sang wanita. Ia memerlukan amunisi baru untuk memulihkan stamina dan semangatnya.


ceklek


Temaram. Suasana di dalam kamar tersebut masihlah gelap. Menandakan jika sang pemilik apartemen tersebut masih bergulat dengan mimpinya.

__ADS_1


Perlahan laki-laki itu melepaskan pakaian dan celananya, hanya menyisakan bokser yang menutupi aset miliknya.


Saat ia hendak naik ke atas ranjang sang wanita, ia melihat seorang bocah laki-laki kecil yang tertidur dengan memeluk tubuh wanitanya. Sedangkan sang wanita hanya menggunakan gaun tidur tipis berbahan satin dan bertali spaghetti. Membuat sang wanita tampak mempesona dari arah belakang.


"Hah, ada bocil disini. Sebaiknya aku pindahkan ke kamar sebelah saja," gumam laki-laki itu. Lalu dengan hati-hati ia mengambil tubuh kecil itu dan membawanya keluar dari kamar itu dan memindahkannya ke kamar sebelah.


Setelah memastikan anak kecil itu kembali tertidur nyenyak, ia segera kembali memasuki kamar sang kekasih.


Melihat sang kekasih masih saja memejamkan mata, membuatnya membaringkan tubuhnya di belakang tubuh wanita itu. Perlahan ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping sang wanita sambil menghembuskan napasnya di ceruk leher wanitanya.


Eungh...


Suara lenguhan terdengar dari bibir tipis kekasihnya. Mendengar suara itu membuat laki-laki itu semakin gencar memberikan rang...sangan demi rang...sangan di tubuh indah itu.


Engh ....


Perlahan tapi pasti kelopak cantik milik sang wanita tampak berkedut dan pelan-pelan ia membuka matanya. Harum tubuh maskulin nan familiar tercium oleh Indera penciuman nya.


"Mar-cell?" panggil wanita tersebut sambil menikmati sentuhan yang diciptakan oleh kekasihnya itu. Remasan yang semula pelan kini kian kuat bahkan sesekali jarinya mem...ilin pucuk gunung indah itu.


Akh ....

__ADS_1


Er...angan dan de...Sahan mulai terdengar seperti alunan nada yang sangat merdu di telinga lelaki bernama Marcell tersebut. Perlahan tangan kiri wanitanya terangkat, meraih rambut cokelat sang kekasih.


Ouch .... Marcell


Hisapan kuat Marcell labuhkan pada leher jenjangnya. Sesekali ia menji...lati cuping telinga sang wanita. Mendengar de....Sahan yang kian nyaring, membuat has...rat Marcell perlahan memuncak. Dengan perlahan ia membalikkan tubuh kekasihnya hingga terlentang.


You so hot, Vanya


Ya, wanita yang merupakan kekasih dari Marcell Darwin adalah Vanya Avriella. Kini tatapan mata keduanya tengah berbalut penuh has...rat, membuat keduanya langsung saling mema..


gut, menye...sap, dan saling berbelit Li...dah mereka.


Akh ...


Dengan tergesa-gesa Marcell meloloskan gaun tidur milik Vanya. Setelah itu giliran ia yang turun dari ranjang lalu melepaskan bokser kesayangannya sehingga membuat miliknya kini tegak menantang dibawah sana.


Marcell mulai merangkak menghampiri tubuh Vanya. Setelah sampai tepat di depan inti milik Vanya, Marcell membuka lebar kedua pa...ha milik Vanya. Ia meludahi jari telunjuk dan jari tengahnya sendiri. Lalu mengarahkan kedua jarinya itu membuat gerakan demi gerakan pada kuncup mawar yang berwarna kemerahan itu.


*Ouch .... Akh .... Ouch ....


De...sahan* kembali terdengar merdu kala jari-jari itu bergerak nakal di bagian inti tubuh Vanya. Tak mau menunggu lebih lama lagi, Marcell memposisikan dirinya sejajar dengan sang kekasih.

__ADS_1


*Akh ..... Akh .....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...


__ADS_2