Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 10 Aku lelah, Bu


__ADS_3

Akh .... Akh .....


Perlahan Marcell menghentakkan miliknya menembus lu...bang kenikmatan milik Vanya. Sedangkan Vanya hanya bisa memejamkan matanya sambil kedua tangannya meremas sprei yang ada di kedua sisi tubuhnya. Wajahnya mendongak keatas sehingga memperlihatkan leher jenjangnya yang seketika mengundang Marcell untuk segera menci...uminya.


*Ouch .... Ouch ....


Akh .... Akh* ....


Bibir tipis Vanya terus mengeluarkan suara merdunya seiring dengan hen...takan demi hen...takan yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Sesekali Vanya juga menggi...git bibir ba..wahnya, membuat wajahnya semakin terlihat menggoda di mata Marcell.


*Akh.... ini sangat nikmat, baby


Ouch .... Fu...ck* ....


Marcell pun tak mau kalah dengan sang kekasih. Ia begitu menikmati permainan yang ia ciptakan sendiri. Peluh yang membasahi tubuh kekarnya membuat dirinya semakin terlihat lebih gagah. Yang hanya ada di pikirannya adalah bagaimana ia bisa menuntaskan has...rat dalam dirinya tersebut.


Akh .... Vanya ....


Tak puas dengan posisi mini..onary, Marcell membalikkan tubuh ramping Vanya. Vanya yang mengetahui posisi yang diinginkan oleh Marcell, ia pun menekuk kedua lututnya hingga membuatnya menung...ging. Tubuh mulus Vanya semakin membuat Marcell kehilangan kendali. Apalagi sebuah tatto bergambar mawar merah di pinggangnya, membuat Vanya semakin terlihat mempesona.


Akh .... akh .....


ini sangat nikmat, sayang ....


Fu..cking SH...it ....

__ADS_1


Ran...cauan demi ran...cauan dilontarkan oleh Marcell sambil terus dirinya meng.... hentakan miliknya ke dalam Vanya.


Plak .... Plak ....


Di sela-sela Marcell memaju mundurkan ru...dalnya, ia juga menam...par bo...Kong sintal milik sang kekasih.


Akh .... akh .... Akh ....


Vanya pun terus menerus mengeluarkan suara merdunya hingga membuat Marcell semakin gencar mempercepat gerakannya demi meraih puncak miliknya yang sebentar lagi akan tercapai. Bahkan saking cepat dan kerasnya hen...Takan itu, menimbulkan bunyi-bunyian yang sangat nyaring. Bunyi khas dari perpaduan dua tubuh yang sedang beradu dalam permainan indah.


plok .... plok .... plok ....


Merasa dirinya sudah mencapai puncaknya, Marcell menggapai Surai indah milik Vanya dan menariknya ke belakang sehingga membuat Vanya mendongakkan kepalanya.


Ouch .... Ouch* ....


Sedangkan Vanya? Walau bibirnya terus menerus menge...rang namun tanpa Marcell ketahui wajah cantik kekasihnya itu terlihat datar. Seakan ia tak menikmati permainan panas sang kekasih. Hanya saja wajah datar itu hanya di ketahui oleh Vanya seorang dikarenakan Marcell terlalu fokus dengan permainannya sendiri.


Akhhhhhhh.......


Semakin lama semakin cepat hen...Takan yang diciptakan oleh Marcell hingga beberapa saat kemudian terdengar lolongan panjang Marcell, menandakan bahwa dirinya telah sampai pada puncak kenikmatan milik dirinya.


Setelah Marcell menyemburkan cairan ken...tal miliknya, ia langsung terjatuh dan ambruk di samping tubuh Vanya. Dengan napas tersengal-sengal, Marcell tidur terlentang tanpa menghiraukan Vanya yang kini mulai beringsut dari sana.


Mengetahui Marcell kini memejamkan matanya karena kelelahan, Vanya turun dari ranjang miliknya lalu berjalan kearah kamar mandinya tanpa menggunakan sehelai benang pun. Ia berjalan sambil meletakkan tangan kirinya pada inti tubuhnya, mencegah cairan yang ada di dalam nya keluar kembali dan mengotori kamarnya.

__ADS_1


Sesampainya ia di dalam kamar mandi, ia langsung menuju ke dalam bilik kecil yang tertutup oleh dinding kaca buram disana. Vanya berdiri di bawah guyuran air shower dingin lalu ia melepaskan tangan kirinya, hingga ia bisa merasakan sesuatu yang mengalir dari lembah Sur...gawinya.


'Sampai kapan, Tuhan? Sampai kapan aku menjadi budak naf...sunya? Adakah orang yang bisa membantuku keluar dari belenggu ini, Tuhan?' ucap Vanya dalam hati.


Vanya hanya bisa menangisi nasib yang ditakdirkan padanya di bawah guyuran air shower itu sambil ia membersihkan tubuhnya.


5 tahun. Selama itu pula ia menjadi tempat pelampiasan bagi seorang Marcell. Pelampiasan has...rat, pekerjaan, sampai kemarahan dari Marcell. Apa saja yang membuat Marcell tidak puas, ia selalu melampiaskan semuanya kepada Vanya. Walaupun itu bukan kesalahan Vanya, Marcell selalu melampiaskan kepadanya.


Kenapa Vanya masih bertahan hingga sekarang? Semua karena adik-adiknya yang berada di panti. Ia ingat betul bagaimana ia bisa sampai dititik seperti ini jika bukan karena Marcell.


'Aku capek, Bu. Vanya juga ingin merasakan bahagia, Bu. Tapi bagaimana Vanya keluar dari sini? Vanya tidak mungkin mengabaikan adik-adik, Bu. Hiks hiks hiks,' Vanya seakan mengeluh kepada Ibu panti.


Walau kadang pikirannya menginginkan dirinya untuk kabur dari belenggu cinta Marcell, tapi hatinya kembali menahannya saat wajah-wajah ceria adik-adiknya yang menari-nari di kepalanya.


Dengan sekuat tenaga Vanya menahan Isak tangisnya agar tak sampai didengar oleh Marcell. Ia tak mau sampai Marcell melihat wajahnya sembab atau ia akan mendapatkan hukuman darinya. Berulang kali ia mencoba menarik napasnya panjang-panjang agar bisa menetralisir pernafasannya.


Setelah ia selesai menumpahkan semuanya, Vanya bergegas keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe miliknya.


ceklek


Namun betapa terkejutnya saat dirinya melihat sosok laki-laki yang tengah berdiri di depan pintu kamar mandi itu.


"Mar-marcell?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2