
''Kalian sudah datang ?'' sapa Annisa kepada kedua sahabatnya.
''Iya. Pagi Om, Tante, Daniel.'' sapa Vanya dan Renata hampir bersamaan. Saat ini Annisa dan keluarga tengah berada di meja makan. Sepertinya mereka habis sarapan.
''Pagi juga Renata , Vanya. Duduk sini, Sayang.'' balas Clarissa Tamara Valentino yang merupakan mertua Annisa sekaligus Ibu dari Daniel Valentino. Sedangkan Albert Valentino hanya menganggukkan kepala membalas sapaan dari sahabat menantunya.
''Kalian sudah sarapan ?'' tanya Clarissa.
''Sudah, Tante.'' jawab Vanya mewakili dirinya dan Renata. Kemudian mereka mengobrol santai sambil menikmati camilan yang disediakan oleh Maid yang ada di sana. Tak beberapa lama kemudian kedua orang tua dari Angela Ricard juga ikut bergabung bersama mereka.
Saat mereka semua tampak asyik mengobrol tentang jalannya pemberkatan pernikahan yang dilaksanakan besok pagi, kedua mata Renata menatap seorang wanita muda yang tengah berjalan bergabung bersama mereka.
" wah .... akhirnya bangun juga ni anak." ucap Rena sambil menyunggingkan senyumnya ke arah Vale. seketika membuat semua orang disana menoleh dan menatap ke arah Vale.
sedangkan Vale hanya bisa cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" maaf semuanya ... aku kesiangan ya ?? hehehe " ucap Vale malu-malu. Terlihat jelas raut wajah Vale yang memerah karena merasa tertangkap basah oleh semua anggota keluarganya karena bangun kesiangan.
"Dasar anak nakal.ckckck " ucap Daniel yang saat ini sedang menemani jagoannya bermain itu.
sedangkan keempat orang tuanya hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat Vale.
"Dimana Alex Val ? " tanya Clarissa. Mendengar nama laki-laki yang merupakan kekasih dari Valerie disebut, Vanya bisa menyimpulkan jika dia berada disini. Mungkin menginap semalam.
"Masih mandi ma " jawab Vale sambil ia celingukan seperti sedang mencari sesuatu. Albert yang melihat gerak-gerik Vale merasa heran.
" kamu cari apa sayang ? " tanya Albert yang saat ini sedang menikmati kopinya bersama David.
" em ... ada yang tahu handphone Alex gak ?? sepertinya tadi malam masih disini " ucap Vale.
" ini kah ? " ucap Mama Agatha yang merupakan Ibu dari Angela Ricard. Wanita itu tampak mengambil 2 buah handphone yang tergeletak di samping duduknya.
terlihat Vale tersenyum dan menganggukkan kepalanya melihat kedua benda itu.
" iya mi .... " jawab Vale sambil mengulurkan tangannya.
Agatha pun langsung memberikan handphone tersebut kepadanya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan ponselnya, terlihat Vale langsung mengotak-atik nya kemudian menempelkan benda pipih itu di telinga kanannya. Vale sedang memanggil seseorang. Lalu ia pun bergegas meninggalkan tempat itu.
''O iya, kemana si Angel?'' tanya Renata.
Tampak para orang tua saling pandang. Tentu membuat Renata dan Vanya bingung.
'Sepertinya ada yang gak beres,' batin Vanya. Namun ia tak mau membuka mulut, takutnya salah bicara. Mengingat ia bukan bagian dari keluarga tersebut.
''Angel sejak kemarin belum pulang,'' akhirnya pertanyaan Renata dijawab oleh Mama Agatha sendiri. Raut wajahnya tampak sendu saat mengatakan hal itu. Sontak membuat Vanya dan Renata penasaran.
''Memangnya Angel kemana, Tante?'' kini giliran Vanya yang bertanya. Vanya bisa melihat Mama Agatha nampak menghembuskan napas kasarnya sebelum menjawab pertanyaan tersebut.
''Biasa lah. Ada kesalahpahaman antara aku dan Angela. Lalu ia marah dan pergi meninggalkan rumah. Sampai sekarang dia belum juga kembali.'' jawab Mama Agatha bersedih. Papa David hanya bisa mengelus punggung sang istri berusaha menenangkan hatinya.
''Angela pasti pulang. Dia hanya butuh waktu sendiri. Trust me, hm?'' ucap Papa David kepada Mama Agatha. Mama Agatha tampak menganggukkan kepala sambil memeluk tubuh suaminya yang duduk di sebelahnya.
''Iya, Agatha. Lagipula nanti kan Vale akan menyusulnya bersama Alex. Jadi kamu gak usah khawatir. Oke? Putri-putri kita jago beladiri, sehingga mereka bisa melindungi diri mereka sendiri.'' Kini giliran Clarissa berkata agar menenangkan hati adik iparnya itu.
Tak beberapa lama kemudian terlihat Vale kembali menghampiri mereka dengan langkah tergesa-gesa. Tak lupa ponsel miliknya masih bertengger di telinganya.
" ada apa Val ? " tanya mama Clarissa setelah Vale mematikan panggilan tersebut.
sontak membuat Agatha bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri Vale.
" dimana ? " tanya Agatha. Sebagai seorang Ibu, Mama Agatha pasti sangat menghawatirkan sang putri. Apalagi Angela merupakan putri satu-satunya yang dimiliki oleh David dan Agatha.
" di pantai Tanjung lesung " ucap Vale. mendengar ucapan itu membuat Rena terkejut lalu sedetik kemudian ia menyunggingkan senyumnya.
" apa ?? tanjung lesung ?? " tanya Rena dan Agatha bersamaan. lalu Rena dan Agatha saling bertatapan karena tidak menyangka keduanya bersamaan mengucapkan perkataan yang sama. sedangkan yang lain hanya diam dan menyimak.
" bagaimana ini ?? besok adalah hari pernikahan Daniel dan Annisa " ucap mama Clarissa yang khawatir.
" iya .... Dallas sudah memantau nya sejak tadi malam. saat ini Angel sedang berada di pantai itu ... kalian tenang saja !!! aku akan menjemput nya bersama Alex !!! aku akan membujuknya untuk mau kembali sebelum besok " ucap Vale meyakinkan mereka. Tiba-tiba saja Renata berdiri dari duduknya dan berseru hingga membuat mereka semua terkejut.
" aku ikut !!! sekalian kita bermain disana !!! ya ya ya ?? aku sudah lama tidak bermain di pantai !! " ucap Rena sambil memasang puppy eyes nya. semua orang yang ada di sana geleng-geleng kepala mendengarnya. Sedangkan Vanya yang melihat tingkah polah sahabatnya itu hanya bisa menepuk jidatnya sendiri.
'Aataga! Renata benar-benar seperti anak kecil saja.' batin Vanya sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
" haih .... baiklah !! tapi kamu bawa mobil sendiri ya ? " ucap Vale. mendengar ucapan itu Rena berganti menatap temannya Vanya masih dengan tatapan memohon nya. Vanya yang ditatap oleh Renata seperti tatapan seekor kucing yang lucu membuat Vanya mengangkat kedua tangannya keatas.
" astaga !! baiklah !! " ucap Vanya mengeluh namun ia juga tidak bisa menolaknya.
" yeyy !!! " ucap Rena dengan semangatnya membuat yang lain hanya geleng-geleng Melihat tingkah lucu dari Rena.
beberapa saat kemudian terlihat Dallas datang membawa sebuah paperbag di tangannya. Dia berjalan menghampiri Vale yang masih berdiri di sana.
" ini nona " ucap Dallas sambil memberikan paperbag itu. Vale pun menganggukan kepalanya sambil menerimanya.
" terimakasih " ucap Vale.
" sama-sama nona ... kalau begitu saya permisi dulu !!! pekerjaan tuan sudah menunggu " ucap Dallas.
" baiklah !!! kamu pergilah ke kantor " ucap Vale. lalu Dallas pun pergi meninggalkan rumah itu.
setelah kepergian Dallas Vale pun tersenyum sambil melihat ke semua orang yang ada di sana.
" tunggulah sebentar !! aku akan ke atas dulu " ucap Vale.
setelah mengatakan itu , Vale pun berjalan menuju ke kamar nya.
''Kalian beneran mau ikut mereka?'' tanya Annisa pada Renata dan Vanya.
''Tentu saja. Aku sudah lama tidak menghirup udara segar. Lagipula aku mau memanfaatkan hari cutiku dengan sebaik-baik.'' ucap Renata sambil tersenyum membayangkan betapa menyenangkannya dirinya nanti disana. Seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Renata , membuat Vanya menonyor kepala sahabatnya itu.
''Awas ya kalau loe macam-macam disana,'' ucap Vanya memperingatkan Renata.
Sedangkan Renata hanya bisa tersenyum penuh arti kepada Vanya.
''Jadi kalian tidak jadi menemaniku seharian disini?'' tanya Annisa bersedih.
''Sorry, Nis. Tapi kapan-kapan aku sama Vanya pasti akan datang kesini lagi,'' ucap Renata.
''Melihat Kelian akan pergi kesana membuatku juga ingin ikut,'' ucapan Annisa seketika membuat semua orang terbelalak.
''No,''
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...