Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 73 Restoran 'The beauty of you'


__ADS_3

Cut


''Break thirty minutes,'' teriak seorang fotografer kepada seluruh orang yang ada di dalam lokasi pemotretan tersebut.


Saat ini Vanya sudah berada di dalam studio foto yang ada di Singapura. Ia tiba sudah sejak dua hari yang lalu dan ini merupakan hari kedua baginya. Ia sangat menikmati alur pemotretan nya kali ini.


Disamping seluruh kru yang ramah, ternyata lawan modelnya - Jonathan juga asyik orangnya. Tak ada kesombongan sama sekali yang melekat pada dirinya. Berbanding terbalik dengan image yang beredar di luaran sana.


Awalnya Vanya sangat canggung, namun lama-kelamaan ia sudah mulai terbawa suasana hingga kini ia sudah merasa nyaman dengan keberadaan nya disana.


tringg


Terdengar suara pesan masuk dari ponsel Vanya. Vanya yang sedang beristirahat sambil meminum air putihnya seketika menoleh dan segera mengambil ponselnya.


Bibirnya terangkat sangat mengetahui siapa yang mengiriminya pesan singkat tersebut.


"Hi, baby💜


lagi ngapain? I Miss you so much,'' tulis Arga disana.


''Hi, Ar. Ini aku sedang break shooting. Aku juga rindu,'' jawab Vanya sambil tersenyum tipis.


"Aku akan kesana lusa, babe. Pekerjaan ku masih banyak. I am sorry, okay?'' ucap Arga.


"Hm, no problem. Gunakan waktumu dengan baik, Ar. Jangan terburu-buru,"


"Okay. I have to go now. Bye baby. Love you," tulis Arga.


"Hm, love you too." balas Vanya.


Setelah itu ia beranjak dari sana dan melanjutkan pekerjaannya hingga selesai.


Pemotretan hari ini berjalan lancar tanpa halangan. Waktu masih menunjukkan pukul enam sore. Saat ini Vanya telah berganti dengan pakaiannya sendiri dan sedang bersiap-siap untuk pulang.


''Vanya?'' panggil seseorang. Vanya seketika menoleh saat mendengar namanya di panggil.

__ADS_1


''Oh, hi Jo. What's up ?'' tanya Jonathan. Dari gerak-geriknya bisa dilihat kalau laki-laki itu ada ketertarikan pada Vanya. Apalagi pembawaan Vanya yang ramah dan lembut. Berbeda dengan model lain yang terkesan angkuh dan sombong.


''I want to ask you out. It's still too late to go home, right? How?(Aku ingin mengajakmu keluar. Ini masih terlalu sore untuk pulang, bukan? Bagaimana?)" tanya Jonathan.


Memang saat ini masih sangat sore. Tapi bagi Vanya lebih baik tak menerima tawaran dari orang lain daripada nanti ada masalah ke belakang. Vanya sangat menghindari itu. Ia tahu jika Jonathan menaruh perhatian padanya. Karena memang sejak kemarin laki-laki itu berusaha mendekatinya. Tapi Vanya juga tak mau terang-terangan menolak, ia takut jika menyinggung perasaan Jonathan.


''Sorry, Jo. I can't.'' jawab Vanya sambil memberikan senyum manisnya.


''Why? Isn't your lover not here? Come on, this is gonna be so much fun. I will invite you to enjoy the beauty of this city at night, (Bukankah kekasihmu tak ada di sini? Ayolah, ini akan sangat menyenangkan. Aku akan mengajakmu menikmati indahnya kota ini di malam hari,)" ucap Jonathan tak pantang mundur. Terlihat jelas binar matanya yang menatap Vanya dengan penuh harap.


Sebisa mungkin Vanya menahan diri agar tak tergoda dengan tawaran Jonathan.


Ia masih menyayangi nyawanya dan tidak akan terpengaruh oleh ucapan dari laki-laki itu.


"Next time, okay?" ucap Vanya berusaha menolak.


Terdengar helaan napas dari sang lawan main. Wajahnya terlihat lesu mendengar penolakan dari wanita yang diincarnya itu.


"Okay. Promise?" tanya Jonathan sekali lagi. Memastikan bahwa Vanya bersedia keluar bersamanya lain waktu.


"Hm, promise." jawab Vanya dengan senyuman.


Selama di negara tersebut, Vanya difasilitasi dengan mobil dari pihak brand yang mengontraknya. Saat ini ketiganya sedang berada dalam perjalanan pulang menuju hotel tempatnya menginap selama disana.


"Kita mampir dulu di restoran depan ya? Kita makan dulu," ucap Vanya yang saat ini duduk di kursi penumpang.


"Baik, Nona." jawab salah satu asisten yang saat ini memegang kemudi.


Tak lama mobil itu pun berbelok memasuki area parkir sebuah restoran yang ada di sana.


"Apa ini restoran mewah? Banyak sekali mobil-mobil bagus disini,'' tanya Vanya.


''Nona tidak tahu? Ini kan restoran tempat syuting film 'The beauty of you' yang sempat viral itu, Nona.'' jawab asisten satunya. Vanya bisa melihat antusiasme yang ditunjukkan oleh kedua asistennya tersebut.


''Benarkah? Aku tak tahu tentang film itu,'' jawab Vanya santai. Namun kedua matanya masih melihat keluar jendela.

__ADS_1


Setelah beberapa lama kemudian mobil itu pun mendapat lokasi untuk parkir.


''Mari, Nona. Saya sudah tak sabar untuk melihat ke dalam sana,'' seru asisten itu lagi.


Setelah mobil itu terparkir dengan rapi, wanita itu bergegas keluar dari sana.


Sedang si pengemudi dan Vanya hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.


''Sepertinya kamu sangat antusias sekali, Asti?'' tanya Vanya kepada wanita itu.


''Tentu, Nona. Katanya sih, di dalam sana ada berbagai foto dari aktor dan aktris yang membintangi film itu,'' terang wanita bernama Asti tersebut.


''Baiklah, ayo kita masuk Asti, Gita.'' Ajak Vanya kepada kedua asistennya.


Lalu ketiganya segera keluar dari area parkir dan menuju ke pintu masuk restoran tersebut.


Mata ketiga wanita itu dibuat tercengang melihat dekorasi yang ada disana. Benar kata Asti, di beberapa sudut restoran terdapat banyak sekali foto-foto dari artis yang terlibat dalam penggarapan film itu.


Selain itu juga musik yang mengalun merdu di dalam sana juga merupakan sountrack dari film itu sendiri.


Sebagai penggemar dari film itu, Asti tampak sangat antusias dan segera mengeluarkan ponsel miliknya. Beberapa kali ia memotret dan memvideo pemandangan dalam restoran itu. Bahkan ia juga seringkali Selfi dengan background foto artis-artis kesukaannya.


''Sudah, ayo kita pesan makanan dulu,'' ucap Vanya menginterupsi kedua asistennya yang masih sibuk dengan ponsel mereka.


''Baik, Nona.'' jawab keduanya. Lalu ketiga wanita itu segera mencari tempat duduk dan mulai memanggil pelayan disana.


Setelah menunggu beberapa menit, pesanan mereka telah sampai. Tanpa menunggu waktu lama lagi, ketiganya segera menyantap makanan mereka sambil sesekali mengobrol santai terkait acara pemotretan mereka.


Disela-sela aktivitas mereka, baik Asti dan Gita menceritakan kepada Vanya tentang Film dan juga restoran ini. Tentu di sambut baik dan antusias oleh kedua asistennya tersebut.


''Sepertinya menarik,'' ucap Vanya Sete mendengar cerita dari mereka.


''Benar, Nona. Filmnya seru, tak hanya keromantisan tapi juga ada komedi di dalamnya, Nona. Sangat menghibur sekali,'' ucap Asti. Vanya hanya menganggukkan kepala. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada jam tangannya.


''Sudah belum? Ayo kita pergi. Sudah hampir pukul delapan,'' ucap Vanya.

__ADS_1


''Baik, Nona.'' Lalu ketiganya pun segera pergi dari restoran tersebut setelah menyelesaikan pembayaran bill makanan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2