Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 117 Marcell yang sekarang


__ADS_3

Disebuah rumah tahanan di kawasan Kota Jakarta, terlihat seorang sipir berjalan menghampiri salah satu sel yang ada disana.


''Hei, kau yang bernomor 6578. Ada orang yang datang menemuimu,'' ucap sang Sipir ke dalam sel yang berjumlah lima orang di dalamnya. Kelima orang laki-laki di dalam sana menoleh ke arah sipir. Perlahan salah satu dari kelima orang itu beranjak dari lantai dingin tempatnya duduk dan berjalan menuju ke pintu keluar sel-nya.


Sipir itu menggiring tahanan berambut gondrong tersebut ke sebuah ruang kecil yang ada sekat pembatas di tengahnya. Dari pintu tempatnya berdiri, tahanan tersebut dapat melihat seorang wanita muda dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya tengah duduk di kursi dan menghadap padanya.


Setelah mempersilakan tahanan itu duduk di kursi tempatnya, sipir itu pergi dari ruangan tersebut. Tak lupa juga ia menguncinya dari luar.


''Bagaimana kabarmu, Kak?'' tanya wanita muda itu sambil melepas kacamatanya. Terlihat jelas raut wajah sang wanita tampak khawatir melihat sang Kakak. Sedangkan si laki-laki tampak cuek melihat kedatangan wanita itu.


''Ada apa kamu kesini? Pergilah,'' sahut laki-laki itu seraya beranjak dari tempat duduknya. Wanita itu semakin sedih karena kakaknya terlihat tak menyukai kedatangannya.


''KAK MARCELL,'' teriak wanita itu seketika membuat langkah laki-laki berseragam orange terhenti.


Marcell Darwin. Setelah kepergian Vanya lima tahun lalu, hidupnya semakin hancur berantakan. Dalam kurun waktu tiga tahun setelah kepergian kekasihnya itu, Marcell kehilangan kendali pada hidupnya. Kariernya hancur, perusahaan agency-nya ikut gulung tikar. Itu semua dikarenakan kejahatan-kejahatan yang dilakukan olehnya mencuat pelan-pelan.


Kejahatan yang dilakukan oleh Marcell diantaranya ada kasus prostitusi online yang di mucikari oleh dirinya sendiri, penyekapan serta penyiksaan terhadap beberapa artisnya hingga membuat artisnya itu kehilangan kewarasannya, hingga paling parah adalah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh dua orang suruhannya kepada seorang model dari agensi lain yang merupakan adalah rivalnya dulu.

__ADS_1


Entah bagaimana bisa semua kasus kejahatannya yang dulu-dulu bisa beredar di dunia Maya. Hal itu juga yang membuat perusahaan yang dimilikinya menjadi tak terkendali. Banyak artis dan model yang memilih hengkang dari perusahaannya. Kerjasama yang terjalin dengannya juga memilih memutuskannya dengan alasan kasus yang menjerat Marcell. Bahkan kasus kejahatannya itu juga berdampak pada perusahaan milik keluarganya.


Diketahui wanita berinisial NS itu ditemukan tak bernyawa di apartemen miliknya yang ada di jalan Cakra Buana no.56. Setelah penyelidikan yang memakan waktu hampir satu bulan lamanya, akhirnya terungkap penyebab dari kematian sang Model itu.


Hasil otopsi menyatakan bahwa sang Model meninggal dalam keadaan tengah berbadan dua. Diketahui wanita itu tengah hamil sekitar tiga puluh dua Minggu. Sebuah cctv kecil yang ada di salah satu guci yang ada di ruang tamu disana memperlihatkan semua peristiwa yang terjadi selama satu Minggu sebelum kematian sang Model.


Tanpa menunggu waktu lama lagi, pihak kepolisian langsung menangkap Marcell sebagai otak di balik kasus pembunuhan tersebut. Sedangkan kedua orang suruhannya ditangkap sekitar dua minggu setelahnya.


''Aku kecewa sama kamu, Kak.'' ucap wanita itu dengan raut wajahnya yang amat sedih dan kecewa. Sedih melihat keadaan kakaknya tercinta kini menjadi memprihatinkan. Kecewa dikarenakan semua yang dilakukan oleh Marcell berdampak besar pada hidupnya dan juga keluarganya.


Pembunuh. Satu kata yang kini melekat pada diri seorang Marcell Darwin. Tak ada lagi teman ataupun sahabat yang berada di pihaknya. Tak ada, bahkan sekedar ucapan semangat untuknya saja tidak ada.


''Daripada kamu mengoceh disini, lebih baik kamu pergi sekarang. Aku tak ingin melihatmu," ucap Marcell padanya. Ia sudah pasrah dengan semua yang terjadi padanya. Bahkan tak jarang ia juga mendapatkan perlakuan buruk dari penghuni rumah tahanan disana.


''Aku merindukanmu, Kak. Sadar dan bertaubatlah. Aku merindukan kakakku yang dulu selalu ada di sampingku, selalu menjadi pelindungku. Aku juga akan selalu berada disamping mu, Kak.'' ucap wanita itu dengan nada bicaranya yang sarat dengan kesedihan.


Jennifer Mattew. Perempuan cantik asli Los Angeles itu merupakan adik kandung sepupu Marcell yang tak lain adalah Jonathan Mattew. Perempuan itu rela jauh-jauh datang ke Indonesia untuk menemui sang Kakak yang tengah mendekam di balik jeruji besi. Dibanding dengan Jonathan, Jennifer lebih dekat dengan Marcell. Itu karena memang ketiganya sewaktu kecil hidup berdampingan.

__ADS_1


Mendengar sang Kakak mendapat masalah yang besar, membuat hati Jennifer ikut terluka. Ia sangat menyayangkan tindakan yang Marcell lakukan. Tapi semua sudah terlambat, nasi sudah menjadi bubur. Semua sudah terjadi dan kini Marcell harus mempertanggung jawabkan semua kejahatan yang pernah ia lakukan.


''Pergilah, Jennifer. Kembalilah ke Los Angeles. Disini bukan tempatmu,'' ucap Marcell dengan sekuat tenaga menahan kesedihannya. Ia sadar jika semua yang sudah ia lakukan selama ini adalah kesalahannya. Tapi ia terlalu gengsi untuk menunjukkan ketidakberdayaan dirinya saat ini. Apalagi melihat wajah cantik sang adik, membuat semakin besar rasa bersalahnya.


''Disini juga bukan tempatmu, Kak. Kembalilah denganku, kita mulai lembaran baru di tempat yang seharusnya kita berada.'' sahut Jennifer yang berusaha keras untuk membujuk sang kakak agar mau kembali bersamanya ke Amerika.


Sebelum kedatangan Jennifer, Jonathan, bahkan kedua orang tua Jonathan juga mendatangi Marcell. Namun ia masih kekeh untuk tidak mau pergi dari negara tersebut. Negara yang memiliki kenangan manis dan juga pahit dalam hidupnya. Kenangan dimana ia bisa bertemu wanita yang sangat dicintainya itu. Namun sayang, Marcell menyalahgunakan cinta kekasihnya itu hingga membuat wanita itu tersakiti oleh semua kelakuannya selama ini.


Marcell masih setia dalam tempatnya. Ia berdiri tegak membelakangi Jennifer. Namun dari kedua sudut matanya menetes air mata yang selama ini tak pernah ia alami. Disaat ini adalah titik terendah yang dialami oleh Marcell. Apalagi kedua orang tua Marcell sudah tidak ada lagi di dunia ini membuat laki-laki itu tak ada tempat lagi untuk bersandar.


Namun melihat kedatangan sang adik, membuat hati dan perasaan Marcell seketika terasa seperti diaduk-aduk.


''Lepaskan semua beban yang selama ini memberatkan mu, Kak. Relakan semuanya. Sekarang waktunya bagi Kakak untuk mencari kebahagiaan kakak sendiri, meski bukan dengan wanita itu. Bersamaku, percayalah kak. Adikmu ini tidak akan meninggalkanmu barang sedetikpun.'' imbuh Jennifer dengan suara lembutnya.


Mendengar ucapan dari sang adik, membuat Marcell semakin hanyut dalam rasa bersalahnya. Tetes demi tetes mengalir deras di kedua pipinya.


Perlahan ia membalikkan tubuhnya dan menatap sang adik dengan kedua mata yang sudah memerah.

__ADS_1


''Ya. Bawa Kakak pergi dari sini, Jen. Rasanya kakak sudah tidak kuat lagi berada di negara ini.''


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2