
Jonathan's birthday party
Sebuah villa yang telah di pesisir pantai Utara saat ini tengah ramai sekali. Bangunan yang letaknya jauh dari pemukiman penduduk itu tampak bercahaya akibat lampu-lampu neon nan indah yang tertata rapi mengelilingi villa tersebut.
Dihalaman villa yang menuju ke arah pantai juga dihias sedemikian rupa agar bertambah indah, memanjakan setiap mata yang memandang. Apalagi alunan musik keras yang berasal dari seorang DJ tanah air, menambah ramai dan membuat hampir semua tamu undangan ikut melenggak-lenggokkan tubuhnya.
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas lewat, namun suasana di villa tersebut semakin bertambah ramai karena tamu undangan semakin banyak yang datang. Membuat bahagia sang empu pemilik acara tersebut, Jonathan Mattew.
"Baiklah, enjoy the party ya, guys. gue mau nyapa yang lain dulu, oke?" ucap seorang laki-laki bertubuh kekar dengan memiliki sebuah tatto di punggung tangannya.
"Oke. Sekali lagi happy birthday bro," ucap salah satu dari gerombolan itu kepada sang pemilik acara. Jonathan tersenyum mendengar ucapan selamat itu lalu ia mengangkat gelas kacanya.
tring
Bunyi gesekan sesama gelas yang tercipta, lalu Jonathan pergi meninggalkan gerombolan tersebut.
Laki-laki itu tampak terus mengumbar raut wajah bahagianya menyambut kedatangan tamu-tamunya disana.
__ADS_1
Saat ia sedang berbicara dengan salah satu koleganya, ia merasakan sebuah tangan yang menepuk pundaknya. Membuatnya menoleh ke belakang. Ia pun tersenyum menyambut kedatangan sepasang kekasih yang dimana si cowok tersebut merupakan sepupunya.
"Happy birthday, brother. May God give you a mate soon," ucapnya yang seketika mendapat tinjuan di dada bidangnya. Lalu keduanya berpelukan sambil menepuk punggung lawan masingmasing.
"Fu...ck you, by the way thanks." balas Jo sambil membalas memeluk tubuh sepupunya yang tak lain adalah Marcell.
"Happy birthday, Jo. Doa terbaik untukmu," ucap Vanya yang kini bergantian mengucapkan selamat kepada sepupu kekasihnya itu. Keduanya juga tampak berpelukan singkat. Vanya dan Jo sudah kenal sejak lama, dan beberapa kali keduanya bertemu saat Marcell mengajak Vanya jika akan bertemu dengannya.
"Thanks, Vanya. Kalian tunggu saja di sana, gue akan segera kembali." ucap Jo sambil menunjuk ke arah sebuah meja dan kursi yang letaknya berada di dekat panggung DJ.
"Oke. kalau begitu kita kesana dulu," ucap Marcell yang di angguki oleh Jo. Lalu Marcell dan Vanya pergi meninggalkan Jo yang kemudian kembali berbincang-bincang dengan tamunya.
Tap
Tap*
Seorang wanita cantik berbalut gaun malam yang sangat ketat berwarna merah berjalan memasuki tempat acara. Aura memikat terasa sekali saat wanita itu berjalan dengan anggunnya. Walau ia masih menggunakan kacamatanya, namun tetap saja semua orang yang melihat kedatangannya, tak mampu mengalihkan pandangan mereka darinya. Hidung mancung, bibir tebal nan seksi, warna tubuh yang putih seputih tepung terigu membuat wanita itu tampak seperti seorang model internasional. Tinggi badannya yang diatas rata-rata, bentuk tubuh bak gitar spanyol menunjang penampilan nya malam ini.
__ADS_1
Wanita itu terus berjalan berusaha mencari keberadaan seseorang yang ia kenali. Walau ia mendengar banyak bisik-bisik orang yang membicarakannya, tak membuatnya risih karena memang sudah menjadi makanannya sehari-hari kala ada orang yang memuji kecantikan paripurna nya itu.
Ditengah-tengah usahanya mencari, ia menatap punggung seseorang yang ia yakini adalah orang yang ia cari disana. Dengan langkah yakin, ia berjalan mendekati gerombolan laki-laki diujung sana. Semakin lama semakin dekat ia semakin menyunggingkan senyumnya kala mendengar suara yang dirindukannya itu.
Jonathan yang sedang berbincang-bincang dengan teman-teman nya merasakan sebuah tangan yang menyentuh lembut lengannya. Ia juga mencium aroma parfum yang wanginya sangat ia kenali. Sejenak ia menyunggingkan senyumnya lalu perlahan ia membalikkan tubuhnya.
"Kau sudah datang?" tanya Jonathan lembut.
"Hm, i Miss you babe," suara merdu dari wanita cantik itu terdengar di telinga Jonathan. Perlahan wanita itu melepaskan kacamatanya lalu tersenyum penuh arti pada laki-laki di depannya itu.
"Da...mn," umpat Jonathan. Lalu ia dengan cepat merengkuh pinggang wanita di depannya itu lalu melahap habis bibir indah nan seksi tersebut.
Tanpa memperdulikan sorakan dari teman-temannya, Jonathan terus Melu...mat habis bibir itu. Sedangkan si wanita, ia dengan senang hati menyambutnya.
"You're so hot, Rebecca.'
Tanpa keduanya sadari ada sepasang mata tajam yang menatap keduanya dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...