
Hari demi hari berlalu. Tak terasa hari pernikahan Annisa dan Daniel sudah di depan mata. Hari ini Vanya dan Renata sengaja mengambil cuti karena ingin menghabiskan hari bersama dengan Annisa sebelum dia menjadi milik Daniel seutuhnya.
*drrrtt
drrrtt*
Suara ponsel milik Vanya bergetar saat dirinya tengah berganti pakaian di walk in closet miliknya. Setelah memakai sebuah blouse berwarna putih dipadukan dengan celana jeans ketat yang membuat bo..kongnya terlihat sangat sintal.
*tringg
tringg*
Kini ponsel Vanya kembali berdering membuat Vanya yang tengah memoleskan make up menghentikan aktivitas nya. Ia segera meraih benda tipis itu dan melihat siapa yang menelponnya di pagi hari ini.
'Rena?' batin Vanya saat melihat nama sahabatnya terpampang di layar pipih tersebut.
''Halo, Ren.'' sapa Vanya saat ia mengangkat panggilan itu.
''Eh, Nya. Ntar pake mobil loe aja ya. Soalnya gue baru ingat kalau hari ini mobil gue masuk bengkel.'' ucap Renata.
''Okay. No problem. Nanti gue samperin di apartemen loe. By the way udah siap belum?'' tanya Vanya sambil kembali mengaplikasikan blush onnya tipis-tipis setelah mengalihkan panggilan Renata ke mode loud speaker.
''Nih gue baru selesai mandi. Gue baru unget barusan, makanya gue cepet-cepet hubungin loe,'' jawab Renata.
'' Oh, oke deh. Nih gue udah selesai. Gue mau jalan sekarang, lagian juga udah jam 8 juga.'' ucap Vanya.
''O iya, loe udah sarapan belum?'' tanya Renata.
__ADS_1
''Belum sempat gue. Kayaknya kalau mau sarapan ntar gak keburu waktunya,'' jawab Vanya.
''Ya udah, ntar lo mampir deh di mana gitu beli sandwich buat kita.'' ucap Renata santai.
''Ish. Baiklah. Ya udah gue mau cabut dulu. Bye,'' ucap Vanya sambil beranjak dari duduknya.
'' Oke. See you,'' Setelah mengatakan itu Renata langsung mematikan sambungan teleponnya. Sedangkan Vanya segera bergegas mengambil tas hitam kecil miliknya untuk tempat ponsel dan dompetnya.
Setelah diara sudah pas, wanita itu segera meninggalkan tempat tinggalnya dan menuju ke tempat Renata.
Kalau biasanya hanya perlu menempuh waktu dua puluh menit untuk sampai di apartemen Renata , kini menjadi setengah jam dikarenakan Vanya harus mampir terlebih dahulu di salah satu toko kue untuk membeli dua buah sandwich untuk menu sarapan dirinya dan Renata.
Citt
Suara rem mobil Vanya saat berhenti di lobi apartemen Renata. Beberapa saat yang lalu Renata mengatakan jika dirinya sudah menunggu kedatangan Vanya di lobi apartemen.
Brakk
Suara pintu mobil yang tadinya dibuka lalu ditutup dengan sedikit membanting membuat Vanya ganay bisa geleng-geleng kepala. Ia tahu sahabatnya itu kesal karena menunggu dirinya.
''Loe lama banget sih,'' gerutu Renata saat Vanya mulai menjalankan mobilnya. Vanya hanya tersenyum tipis mendengar ucapan dari Renata .
''Bukannya loe tadi yang nyuruh gue mampir dulu buat beli sandwich ya?'' ucap Vanya yang berbalik bertanya kepada Renata . Renata kemudian baru ingat jika kejadian ini ada hubungannya dengan dirinya.
'' hehe, iya ya. Gue lupa, sorry. Lalu mana sandwich nya?'' tanya Renata sambil cengengesan.
Vanya mengulurkan tangan kirinya untuk menggapai bungkusan yang ada di jok belakang.
__ADS_1
''Nih,'' ucap Vanya sambil memberikan salah satu sandwich kepada Renata . Kemudian keduanya tampak menikmati sarapan mereka sambil berada dalam perjalanan menuju mansion milik mertua Annisa.
Semenjak kehamilan Annisa yang diketahui oleh semua keluarga Daniel, kedua orang tua Daniel memerintahkan kepada Annisa untuk tinggal disana. Apalagi saat ini Annisa tengah mengandung baby twins. Menyebabkan kedua orang tua Daniel sangat menjaga Annisa dan akan menemaninya hingga melahirkan nanti.
*Tin
Tin*
Mobil milik Vanya sudah sampai di depan gerbang tinggi mansion milik Orang tua Daniel. Setelah dibukakan gerbang oleh satpam yang bertugas, Vanya menjalankan mobilnya memasuki area halaman menuju tempat parkir yang ada disana. Vanya dan Renata bisa melihat deretan mobil-mobil mewah yang terparkir rapi di as amping mobil Vanya.
''Benar-benar gila si Daniel. Annisa memiliki suami miliader. Ck, membuatku iri saja.'' ucap Renata yang masih terpukau dengan kemewahan disana.
''Bukannya loe juga anak orang kaya, Ren. Dasar, gak tau bersyukur loe,'' sahut Vanya yang merasa Renata terlalu berlebihan mengingat dirinya juga berasal dari kalangan berada. Sangat berbeda dengan dirinya yang bahkan berasal dari panti asuhan, yang tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya.
''Iya sih, tapi jelas-jelas masih kaya laki Annisa kali, Nya.'' ucap Renata tak mau kalah. Sedangkan Vanya hanya bisa geleng-geleng kepala.
''Ck, udah ayo kita masuk. Annisa pasti sudah menunggu di dalam. Gue juga kangen sama si gemes Danish,'' ucap Vanya sambil mengajak Renata masuk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Note:
Untuk bisa mengenal siapa Annisa, Daniel, dan Danish, kalian bisa baca selengkapnya di cerita 'Sang Penguasa'. Aku memang tidak menjelaskan secara detail disini karena mereka hanya pelengkap saja dan muncul hanya beberapa bab.
regards
Ambar Ayumie 🌹**
__ADS_1