
Deg
Detak jantung Chris seketika terhenti saat mendengar sebuah nama yang hampir ia lupakan selama lebih dari seperempat abad ini. Nama yang dulunya akan diberikan untuk malaikat kecilnya. Malaikat yang sangat ia dan istrinya nantikan kehadirannya. Apalagi sang putra juga sangat antusias menanti kehadirannya.
Ella. Lebih tepatnya Avriella Christofera Nerotouw. Sebuah nama indah yang ia dan sang istri siapkan untuk menyambut kelahiran putrinya di dunia. Namun kejadian naas terjadi saat sang istri melahirkan. Kejadian tak akan pernah ia lupakan sepanjang kehidupannya.
Saat itu Chris, sang istri yang bernama Avril, dan juga Leon tengah berada di Bali, Indonesia. Sang istri sangat menginginkan melahirkan bayi kedua mereka di pulau indah itu. Oleh karena itu, Chris memboyong keluarga kecilnya itu menuju pulau kecil yang mempunyai nama lain pulau Dewata Bali tersebut. Pulau yang menyimpan keindahan surgawi nya.
Semenjak kehamilan Avril menginjak bulan ke depan, keluarga mereka sudah berada di sana. Saat itu perusahaan mereka belum sebesar sekarang. Bahkan perusahaan mereka masih berada di tahap berkembang dan masih memiliki musuh yang bertebaran dimana-mana. Mereka berusaha keras untuk menumbangkan perusahaan nya.
Disaat sang istri dilarikan ke rumah sakit, Chris sedang berada di Surabaya karena memiliki pekerjaan penting disana. Sehingga mau tak mau ia harus meninggalkan sang istri yang sudah hamil besar. Namun saat itu perkiraan kelahiran masih sekitar dua Minggu lagi. Sehingga Avril dengan santainya menyuruh suaminya itu pergi mengingat jarak kelahiran masihlah jauh. Apalagi ia memang tidak merasakan apa-apa pada perut besarnya.
Ternyata dugaan mereka salah. Tepat saat hari itu, dimana Chris terbang meninggalkan Bali disaat itu pula Avril mengalami kontraksi. Kemudian ia menyuruh pelayan dan penjaga rumahnya untuk membawanya pergi ke rumah sakit terdekat untuk menyelamatkan dirinya dan buah hati mereka.
Pada saat itu, Leon masih berumur enam tahun. Sehingga ia masih belum mengerti dengan semua yang tengah terjadi. Ia bersama pengasuhnya yang juga ikut menemani Avril di rumah sakit.
__ADS_1
Mendengar kabar bahwa sang istri akan melahirkan, Chris segera meninggalkan rapat yang baru saja di mulai itu. Bahkan membuatnya gagal mencapai kesepakatan kerjasama mereka. Tapi ia tak peduli. Yang ada di pikirannya hanya sang istri - Avril Anargya. Wanita cantik nan lembut yang sangat ia cintai. Belahan jiwanya yang sudah menjalin hubungan dengannya sejak masih remaja dan menemaninya dari nol hingga seperti sekarang ini.
Namun, angan-angan nya lenyap saat ia sampai di rumah sakit tempat dimana sang istri dirawat. Istri yang ia cintai berada di ambang hidup dan matinya. Terbaring lemah dengan berbagai selang yang menunjang kehidupannya. Avril koma setelah mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan Ella. Sedangkan putrinya hilang tepat di hari yang sama dengan seorang pelayan yang bekerja pada keluarganya. Pikiran Chris langsung tertuju pada pelayan wanita itu. Pelayan yang mempunyai nama Riana.
Chris murka. Bahkan sang putri dan pelayan mereka hilang begitu saja tanpa tertangkap oleh cctv rumah sakit. Namun menurut penuturan para dokter yang bertugas dalam menangani kelahiran putrinya, istrinya itu sempat membisikkan sesuatu kepada pelayan mereka. Bahkan ada tangisan diantara keduanya hingga kemudian pelayan itu pergi meninggalkan ruang bersalin tersebut. Pelayan itu sampai nekat mengambil bayi mereka dari kamar bayi. Pelayan itu juga membawa tas berisikan keperluan milik bayi mereka.
Dunia Chris seketika runtuh. Hanya deraian air mata yang menemaninya.Tak ada yang menguatkannya. Tak ada yang bisa ia salahkan saat itu. Bahkan sang istri masih koma hingga sekarang. Chris mengerahkan semua orang suruhannya untuk menyisir semua tempat yang ada di seluruh pulau Bali.
Namun nihil. Tak ada satu petunjuk pun yang ditinggalkan oleh pelayan mereka. Lima tahun. Selama lima tahun Chris masih menetap di sana dan memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan sang putri. Tapi tetap tak ada hasil. Setiap malam laki-laki itu selalu meraung, menangis, meluapkan segala emosi yang seakan mencekiknya. Dalam keheningan malam ia berteriak, meneriakkan takdir yang ia terima. Takdir yang sangat berat hingga membuatnya ingin menyerah. Tak adil. Sumpah serapah ia tujukan pada Tuhan yang menciptakan seluruh jagad raya dan seisinya.
Setelah lima tahun yang tak membuahkan hasil itu, Chris memutuskan untuk merelakan semuanya dan memboyong keluarga kecilnya itu kembali ke negara asalnya - Perancis. Dan akibat kejadian itu, membuatnya menghindari sekali untuk datang ke negara itu lagi. Negara yang menyimpan kenangan pahit kehidupannya. Apalagi perusahaannya yang ada di Perancis memang tengah membutuhkan kehadirannya. Dengan berat hati ia pergi meninggalkan Indonesia, tempat yang pernah menyimpan kenangan manis sekaligus pahit mereka.
Bahkan semenjak istrinya koma, Chris mendedikasikan hidupnya untuk perusahaan nya. Bersembunyi di balik meja kerjanya untuk sekedar melupakan semua kejadian yang telah ia alami itu. Tak mudah bagi Chris yang berjuang sendiri saat itu. Namun ia tak boleh menyerah, masih ada putranya - Leonard Christofer Nerotouw yang masih membutuhkannya. Apalagi sang istri yang masih setia dengan tidur panjangnya.
Lambat laun semua kejadian itu mulai dilupakan oleh Chris seiring berjalannya waktu. Hingga saat ini, dimana putranya itu mengucap nama itu membuat kenangan demi kenangan buruk dimasa lalu teringat olehnya.
__ADS_1
tes
Tanpa Chris sadari setitik air mata mengalir begitu saja di pipi kerutnya. Kedua matanya terasa sangat panas hingga memerah, dadanya terasa sesak. Sesak sekali. Hingga ia sulit untuk hanya sekedar menarik napasnya. Tubuh tuanya terhuyung hingga ia langsung berpegangan pada ranjang Leon. Leon yang melihat kesedihan dimata Daddy-nya seketika duduk dan memegang tangan Chris.
''Are you okay, Dad?'' tanya Leon dengan suara tercekat nya. Ia sangat tahu bagaimana hidupnya dan hidup Daddy-nya selama ini. Hanya dia-lah saksi hidup bagaimana sang Daddy selalu menghabiskan setengah hidupnya untuk menangisi takdir mereka.
Leon selalu tahu, karena Leon selalu mengintip dari celah pintu disaat Daddy-nya itu menangis. Meski ia masih kecil, tapi ia tahu apa yang tengah menimpa keluarganya. Namun Leon hanya bisa diam, ikut merasakan apa yang dirasakan sang Daddy. Dalam hatinya ia bertekad agar kelak dimasa depan ia bisa menemukan dimana adiknya berada. Meski harus mengelilingi dunia, akan ia lakukan demi mencari nya. Tekad yang kuat membuat Leon tumbuh menjadi seorang anak yang sangat mandiri dan dingin tak tersentuh. Namun ia sangat jenius hingga saat menginjak usia dua puluh satu, ia sudah berani terjun di perusahaan milik sang Daddy. Hingga di tangan dinginnya, Leon bisa mengembangkan perusahaan Daddy-nya itu menjadi salah satu perusahaan yang berada di puncak bisnis yang ada di Perancis. Hingga kini perusahaan mereka sudah memiliki cabang di beberapa negara. Chris dan Leon menutup akses tentang keluarganya sehingga tak ada seorangpun yang mengetahui bagaimana kehidupan keluarga mereka.
''Dad-Daddy..'' tak ada kata yang mampu terucap dari mulut Chris saat ini. Tubuhnya bergetar hingga membuat Leon tak tahan lagi lalu ia mencabut paksa selang infusnya dan segera memeluk tubuh renta Chris.
''Masih ada aku, Dad. Masih ada Leon. Leon pasti akan menyelidiki semuanya. Kalau perlu saat ini juga Leon akan menyuruh anak buah Leon untuk segera terbang kesana dan mulai mencari dan menyelidiki wanita itu.'' ucap Leon sambil memeluk erat tubuh Chris. Hari Leon semakin terasa seperti tercabik-cabik saat merasakan tubuh Chris yang kian bergetar hingga pendengarannya kini mendengar Isak tangis kecil dari Daddy-nya. Tangis yang sudah tak pernah lagi Chris tunjukkan selama hampir lima belas tahun ini.
''Ya, Kita harus menyelidikinya, Son. Kita akan bersama-sama menemukan adikmu,''
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1