Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 40 Aku menyukaimu


__ADS_3

Setelah kejadian dimana Arga dan Vanya makan malam, keduanya tak saling berhubungan. Vanya memilih menghindar dari Arga karena tidak ingin laki-laki itu menjadi sasaran Kemarahan Marcell. Sedangkan Arga memilih tidak lagi menemui Vanya karena ia merasa Vanya tidak memiliki ketertarikan kepada dirinya. Saat Vanya tengah menjalani pemotretan di hotel miliknya, Arga pun tidak lagi menampakkan batang hidungnya disana. Sejenak Vanya merasa sedikit kehilangan, tapi ia buru-buru menepis perasaan itu. Apalagi Cynthia, wanita itu tampak semakin membenci Vanya karena ia berkeyakinan jika Vanya-lah yang membuat Arga tidak lagi menghampiri lokasi pemotretan itu.


'Dasar wanita murahan! Pasti dia yang nyuruh Tuan Arga supaya tidak lagi kesini, huh.' batin Cynthia sambil menatap tajam ke arah Vanya. Sedangkan Vanya tampak biasa saja seolah tidak menyadari tatapan intimidasi dari rekan modelnya itu. Ia tak mau gara-gara itu mempengaruhi kinerjanya dalam menjalani pekerjaan ini.


Sedangkan hubungan Vanya dan Marcell kembali seperti semula. Bukan karena Vanya bo..doh, namun Marcell yang tidak mau melepaskan dirinya. Vanya pun tampak biasa saja seperti biasa. Seolah tak terjadi apa-apa diantara mereka. Bahkan Marcell masih selalu mendatangi Vanya hanya untuk melampiaskan has...ratnya. Namun tak ada yang tau didalam hatinya seperti apa. Wanita itu terlalu pintar menyembunyikan perasaannya. Bahkan disaat dirinya dan Marcell bercin...ta, Ia cukup berakting seolah-olah menikmati permainan tersebut walau dalam hatinya ia sudah muak dengan perlakuan Marcell padanya. Tapi bagaimana ia bisa menghentikan semua ini? Tidak semudah itu. Marcell memegang kunci kelemahan Vanya yang terletak pada adik-adiknya yang berada di panti asuhan. Laki-laki itu selalu mengancam Vanya akan membongkar semua aibnya kepada mereka semua dan mempengaruhi mereka jika Vanya masih ingin memutuskan hubungan keduanya. Oleh karena itu, Vanya hanya bisa pasrah menjalani hidupnya ini demi masa depan adik-adiknya. Dan ia berdoa kepada Tuhan supaya menjauhkan seluruh adik-adik panti agar tidak terjerumus seperti dirinya.


Hari demi hari terlewati, tak terasa hari pernikahan Annisa dan Daniel semakin dekat. Annisa meminta Vanya dan Renata untuk menjadi Bridesmaids nya bersama dengan anggota keluarga dari Daniel, yakni Valerie dan Angela. Namun sebelum melaksanakan pernikahan mereka, para sahabat dari Annisa dan Daniel melakukan acara brides shower yang akan dilakukan disalah satu mall terbesar di kota tersebut hari ini.


(Part bridal shower ini dapat dilihat lebih lengkapnya di cerita 'Sang Penguasa' di part bridal shower🙏)


Sejak pagi Annisa sudah diculik dari rumah mertuanya. Valerie, Angela, Renata, dan Vanya tampak kompak sekali mengerjai calon pengantin wanita itu. Dari mendandaninya menjadi seorang badut, mengaraknya berkeliling mall, hingga menyaksikan bagaimana Daniel yang menyatakan cintanya dari lantai 4 mall itu menggunakan pengeras suara. Hari yang sangat menyenangkan bagi mereka semua, apalagi bagi sepasang calon pengantin tersebut. Tak ada yang lebih membahagiakan selain membuat pasangan pengantin itu selalu tersenyum.


Selama kegiatan hari ini, Arga selalu mencuri-curi pandang dengan Vanya. Apalagi melihat senyum Vanya yang banyak terlihat hari ini membuat Arga semakin dirundung rasa yang tak menentu. Disatu sisi ia ingin bisa dekat dengan Vanya, tapi disisi lain ia takut jika nanti Vanya tak mau didekati. Apalagi sampai membuat wanita itu jadi bulan-bulanan si breng...sek yang menjadi kekasihnya.


Ya. Arga sudah mencari tahu tentang keduanya. Ternyata dugaan Arga benar, Vanya selalu mendapatkan perlakuan kasar dari kekasihnya selama ini. Awalnya ia sangat marah, namun ia kembali sadar jika dirinya dan Vanya tidak mempunyai hubungan yang spesial. Maka dari itu Arga hanya bisa diam sambil mengamati Vanya dari jauh.


Di akhir acara Bridal shower itu, semua orang pergi menuju ke salah satu restoran untuk makan siang. Namun saat di tengah-tengah makan, ponsel milik Vanya bergetar. Arga yang duduk di seberang mejanya tampak mengamati gerak-gerik nya. Sambil meminum minumannya, tatapan mata elang Arga tak lepas dari Vanya. Sedangkan Alvin tahu tentang itu. Ia hanya tersenyum tipis melihat sahabatnya itu.

__ADS_1


Vanya menatap lekat ponsel itu. Raut wajah yang tadinya ceria mendadak berubah datar. Arga sangat penasaran dengan hal itu. Siapa yang tengah meneleponnya hingga membuat moodnya menjadi buruk.


''Siapa, Nya? Dia?'' tanya Renata yang kebetulan duduk di samping Vanya. Tampak Vanya menganggukkan kepalanya.


''Biarkan saja,'' ucap Renata. Namun mendapatkan gelengan kepala dari Vanya. Tak mungkin ia mengabaikan panggilan itu.


Tak mau menunggu lama, ia kemudian memasukkan kembali ponsel miliknya.


''Em, maaf semuanya. Sepertinya aku harus pergi sekarang. Ada urusan mendadak.'' ucap Vanya kepada semua orang yang ada disana. Annisa dan Daniel sebagai pemilik acara hanya bisa mengiyakan, menghormati Vanya sebagai sahabat mereka.


"Lalu bagaimana kamu pergi? Kan kita tadi memakai mobil Rena," ucap Annisa kepada Vanya. mendengar ucapan itu Arga terlihat menyunggingkan senyumnya penuh arti.


"Biar sama aku saja. Kebetulan aku juga ada urusan dengan seseorang," ucap Arga santai sambil berakting Melihat ke arah jam tangannya.


deg


Jantung Vanya kembali berdetak lebih kencang saat menyadari jika Arga ingin mengantarnya. Sudah lama ia dan Arga tak satu mobil. Vanya yang menghindari dirinya.

__ADS_1


"Tidak usah. Sungguh, aku bisa pergi sendiri," ucap Vanya menolak. Sekuat tenaga ia ingin menolak permintaan Arga tersebut. Ia tak yakin dengan kesehatan jantungnya jika terus-menerus berada di samping laki-laki itu.


"Sudah lah Nya. Pergilah bersamanya daripada kamu harus nunggu taksi bisa-bisa lama nanti," ucap Annisa memberi saran. Ia sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu. Akhirnya Vanya hanya bisa pasrah dan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu ya semuanya. Bye," ucap Vanya pamit kepada semua orang.


Setelah berpamitan dengan para sahabatnya itu kini Vanya dan Arga pergi meninggalkan restoran tersebut. Saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil milik Arga.


''Mau kemana?'' tanya Arga sambil memulai menyalakan mesin mobilnya. Ia mulai menjalankan mobil mewah berwarna hitam itu keluar dari area parkir restoran.


''Aku mau ke jl.xxx,'' jawab Vanya. lalu Vanya mengalihkan pandangannya ke arah jalanan yang tampak ramai karena bertepatan dengan jam makan siang.


Arga menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sambil mengemudi, pikirannya melayang seraya Sesekali mencuri pandang Vanya.


''Van?'' panggil Arga.


''Ya?'' jawab Vanya.

__ADS_1


''Sepertinya aku menyukaimu. Aku tak bisa menghapus bayangmu dari pikiranku,''


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2