Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 58 Resepsi


__ADS_3

Ceklek


Terlihat para laki-laki datang ke dalam kamar itu. mereka tampak menghampiri para pasangan mereka masing-masing. papa Albert dengan mama Clarissa , papi David dengan mami Agatha , tuan Wang dengan nyonya Wang , Daniel dengan Annisa , dan Alex tentunya dengan Vale. sedangkan yang lainnya ?? mereka hanya berdiri di sana.


Kedua mata Arga tentu saja mengarah pada Vanya. Kecantikannya membuat Arga enggan memalingkan wajahnya.


'Ingin kubawa wanita itu pergi dari sini. Tak rela bagiku jika ada laki-laki diluaran sana melihat kecantikannya. Haih,' batin Arga yang tak rela jika Vanya menjadi pusat perhatian tamu undangan yang nanti menghadiri pesta. Namun apalah daya, ia hanya seorang kekasih gelapnya Vanya. Bahkan sahabat mereka tidak mengetahui hubungan gelap keduanya. Baik Vanya dan Arga sangat pintar menyembunyikan perasaan dan status mereka.


Shaka yang merupakan adik bungsu Daniel sudah menampakkan diri juga tampak sudah bergabung bersama yang lainnya setelah tadi siang tidak bisa hadir di acara pemberkatan kakaknya itu karena ada urusan pribadi.


setelah merasa semua sudah siap , papa Albert pun mengajak yang lainnya untuk turun ke ballroom tersebut.


" ayo kita turun ... " ucap papa Albert kepada semuanya. Bagi yang mendengarkan hanya bisa mengangguk kecil kemudian mengikuti langkahnya.


" ayo sayang .. " ucap Daniel sambil mengulurkan tangannya kepada istrinya itu. dengan malu-malu Annisa meraih uluran tangan suaminya itu.


setelah itu Daniel dan Annisa pun berjalan dengan hati-hati di barisan depan karena memang gaun yang dikenakan oleh Annisa sangatlah besar dan mewah. sehingga membuat jalan Annisa tidak bisa leluasa. dibelakang Daniel dan Annisa terdapat ketiga pasang orang tua mereka. raut wajah tersenyum tak pernah pudar dari wajah ketiga pasang orang tua itu. karena ini adalah pernikahan pertama di keluarga besar VALENTINO sehingga semuanya merasa sangat bahagia. tak lupa juga Danish yang berjalan bersama Shaka dibelakang para orang tua itu.

__ADS_1


sedangkan Vale dan yang lainnya berjalan di belakang Shaka dan Danish.


Rombongan pengantin kini telah sampai di depan pintu utama ballroom. Sesampainya di sana, mereka sudah di sambut oleh kedua orang tua Alex , Arkana dan juga Dallas yang menunggu kedatangan mereka disana.


Setelah saling tegur sapa dan mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin baru, keluarga dari Alex kemudian bergabung dengan mereka.


Ceklek



Pintu besar ruangan ballroom itu terbuka lebar. Mewah. Itulah kesan pertama yang langsung terlintas di kepala kala melihat dekorasi tempat resepsi tersebut. Warna ungu mendominasi tatanan ruangan itu. Warna yang merupakan warna favorit bagi pengantin wanita.


kemudian rombongan pengantin baru pun berjalan dengan hati-hati menuju ke tempat pelaminan yang ada di dalam sana. diiringi irama musik yang merdu rombongan itu berjalan sambil melemparkan senyuman kepada seluruh tamu undangan yang hadir di sana. Berbagai ucapan selamat diucapkan oleh beberapa tamu undangan saat pasangan pengantin itu berjalan melewati mereka.


Raut wajah bahagia sangat tampak sekali di wajah pengantin pria dan wanita.


setelah mengantarkan kedua pengantin di pelaminan , para anggota keluarga dan sahabat mereka turun dari sana dan menuju ke meja yang telah di sediakan untuk mereka.

__ADS_1


setelah acara sambutan dan lainnya selesai dilaksanakan , kini tiba saatnya untuk menikmati acara tersebut sambil bergantian berfoto bersama kedua mempelai pengantin itu.


kini Vale , Angel , Rena , Vanya , Olivia , Alex , Alvin, Arga , David , Shaka dan juga Dallas sudah berada di satu meja besar di samping meja milik keluarga besarnya. Sedangkan untuk orang tua, berada di meja yang terpisah dengan mereka. Saat mereka sedang asyik mengobrol , terlihat seorang laki-laki menghampiri meja tersebut.


" ternyata kamu disini !! " ucap seorang laki-laki itu saat sudah di samping Vanya.


Vanya yang mendengar suara itu dan mengenalinya , Seketika mendongak. Wajah cantik Vanya berubah yang tadinya ceria sekarang menjadi terdiam dan membeku.


'Ku kira dia tak jadi datang. Huft!' batin Vanya yang merasa malas dengan laki-laki yang merupakan kekasihnya itu. Memang dalam hati Vanya berdoa agar laki-laki itu tak jadi datang, sehingga tidak membuat moodnya menjadi buruk.


Namun sedetik kemudian ia teringat bahwa pemilik suara itu merupakan seseorang yang berpengaruh di dunia perfilman dan permodelan. Tak ayal jika ia juga mendapatkan undangan pernikahan itu. Karena memang sebagian besar tamu undangan yang hadir merupakan dari kalangan artis, pengusaha, dan pejabat negara.


Semua orang yang ada di meja itu penasaran dengan sosok laki-laki yang sedang berdiri di samping Vanya itu. Kecuali dengan Rena tentunya karena ia juga merupakan salah satu model yang berada di bawah naungan perusahaan laki-laki itu. Tatapan sinis dilayangkan oleh Renata kepada laki-laki itu. Namun laki-laki itu tidak menyadarinya karena pandangan laki-laki itu mengarah kepada sahabatnya - Vanya.


Tak mau menunggu lama , Vanya pun berdiri dari duduknya dan melihat ke arah laki-laki itu dan tersenyum palsu kepadanya.


" kamu sudah disini ?? " tanya Vanya basa basi kepada laki-laki itu. sedangkan laki-laki itu hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


kemudian Vanya memperkenalkan laki-laki itu kepada semua orang yang ada di mejanya.


" perkenalkan !! ini Marcell Darwin ... kekasih ku " ucap Vanya sambil memperlihatkan senyum palsu nya.


__ADS_2