Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 28 Hasil Meeting


__ADS_3

*Vroom


Vroom*


Mobil yang dikendarai oleh Vanya kini sudah memasuki area kantor agency miliknya. Setelah memarkirkannya, Vanya melangkahkan kakinya masuk menuju ke ruangan milik managernya.


*tok


tok


tok*


''Masuk,'' terdengar suara seorang laki-laki dari dalam ruangan itu dan menyuruh Vanya untuk masuk ke sana.


Sesampainya Vanya di dalam sana, ia melihat beberapa model termasuk sahabatnya - Renata juga sudah berkumpul disana.


''Kamu sudah datang? Kemarilah. Ada yang mesti kita bicarakan,'' ucap Pak Hendra selaku manager utama dari mereka.


''Jadi begini, sekarang agency kita sedang berusaha untuk mengajukan kerja sama dengan salah satu perusahaan dalam bidang perhotelan. Namun kita mempunyai dua saingan, yaitu Starmedia Entertainment dan H.M Entertainment. Oleh sebab itu, kami berharap jika nanti agency kita lolos, bagi kalian yang terpilih menjadi model yang dipakai oleh perusahaan tersebut harus lakukan dengan sangat baik. Oke? Bekerja keraslah, bisa jadi dengan nantinya jika kalian bisa berhasil dalam kerja sama ini, itu akan membuka lebih lebar lagi jalan kalian kedepannya.'' ucap Pak Hendra panjang lebar menjelaskan kepada para model yang bernaung dibawahnya.


''Memangnya perusahaan mana, Pak?''tanya salah satu teman Vanya.


''Wijaya group ,'' jawab Pak Hendra.


''Wijaya? Astaga! Itu kan pemiliknya sangat tampan,"


"Eh, bukannya si pemiliknya itu juga yang punya Blue Moon Club'kan?''


''Benarkah? berarti tajir banget, dong.''


''Denger-genger sih dia juga masih jomblo,''

__ADS_1


''Oh my God. gue jadi pengen ngerasain tuh cowok,''


''Huuuuu...''


Mereka semua yang ada di dalam ruangan itu tampak sekali antusias mendengar pemilik perusahaan tersebut. Sedangkan Vanya dan Renata yang tidak mengetahui siapa orangnya hanya bisa diam dan menyimak pembicaraan mereka.


''Loe tahu nggak Van, siapa yang dibicarain sama anak-anak ?'' tanya Renata . Vanya hanya menatapnya sambil geleng-geleng kepala.


''Yassalam,'' ucap Renata saling tepuk jidatnya sendiri. Lalu ia pun beralih menatap mereka.


''Memangnya siapa sih pemiliknya ?'' tanya Renata penasaran.


''Loe nggak tahu Ren? Pemilik tunggal perusahaan itu ?'' tanya Cynthia. Salah satu diantaranya.Renata hanya bisa geleng-geleng kepala.


''Nama pemilik perusahaan itu adalah Ar...'' belum sempat Cynthia menyelesaikan ucapannya, suara Pak Hendra menginterupsi semua orang yang ada di dalam sana.


''Sudah-sudah. Kalian keluar saja. Aku tadi hanya ingin memberitahukan hal itu agar kalian lebih menyiapkan diri kalian nantinya.'' ucap Pak Hendra. Lalu ia kembali membuka tumpukan kertas yang ada di atas mejanya.


''Setelah ini loe mau kemana, Nya?'' tanya Renata saat ia dan Vanya sudah berada di luar ruangan Pak Hendra.


''Gue ada pemotretan di gedung xx. Sudah dulu ya, gue cabut sekarang,'' ucap Vanya lalu ia pergi meninggalkan sahabatnya itu di sana.


haih


Renata hanya bisa menghela napas melihat kepergian Vanya. Lalu ia pun berjalan gontai meninggalkan kantor agency nya karena memang ia tidak memiliki jadwal apapun untuk dua hari ini dan baru akan bekerja besok siang.


Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, kini Vanya sudah tiba di depan bangunan yang tidak terlalu besar namun tampak modern dan berkelas. Diluar bangunan tersebut terdapat sebuah papan nama salah satu brand pakaian lokal terkenal yang bernama Chanxxx.


Setibanya disana, ia pun diarahkan oleh petugas yang ada di sana untuk memasuki ruangan yang digunakan untuk pemotretan.


''Selamat datang, Nona Vanya. Perkenalkan saya Brisie Chan, pemilik dari Chanxxx. Senang bertemu dengan Anda,'' ucap seorang wanita cantik yang merupakan pemilik dari Chanxxx, Brisie.

__ADS_1


''Terimakasih, Nona. Senang berkenalan dengan Anda, juga. Anda sangat cantik,'' ucap Vanya yang memuji kecantikan pemilik brand pakaian tersebut. Brisie yang mendengar pujian langsung dari modelnya itu hanya tersenyum tipis dan tampak tersipu.


''Anda bisa saja, Nona. Nona Vanya juga sangat cantik sekali. Saya sangat senang akhirnya bisa bertemu apalagi bekerja sama dengan Nona. Saya susah lama ngefans sama Nona,'' ucap Brisie dengan antusiasnya. Tampak jelas rona bahagia yang terpancar darinya saat sejak tadi ia berinteraksi dengan Vanya.


''Panggil saja Vanya, Nona. Saya juga sangat senang memiliki penggemar seperti Nona Brisie ini,'' balas Vanya dengan senyuman manisnya.


''Baiklah kalau begitu. jangan terlalu kaku, Vanya. Sepertinya kita juga hampir seumuran, atau mungkin kamu beda satu dua tahun dibawahku. Panggil saja namaku, Vanya. Biar kita bisa lebih akrab. Tidak apa-apa, kan?'' tanya Brisie masih dengan senyum manisnya.


''Baiklah, kalau begitu aku akan panggil Kakak saja, ya?'' tanya Vanya.


''Oke,''ucap Brisie.


Obrolan ringan mereka terus berlanjut hingga keduanya melakukan pemotretan hari ini. Disaat Vanya tengah menikmati pekerjaannya, berbeda dengan kekasihnya - Marcell yang sekarang tengah dilanda nervous yang sangat amat menegangkan.


Hari ini memang ia pergi bersama asistennya untuk menghadiri meeting yang dilaksanakan di perusahaan milik Arga. Bersama dua pesaing lainnya, Marcell dengan segala kemampuannya, berusaha sebaik mungkin untuk memenangkan projects besar ini.


Setelah lebih dari empat jam lamanya meeting itu berlangsung, kini saatnya bagi ketiga kandidat agency yang menunggu cemas keputusan yang dibacakan oleh Dinda - asisten sekaligus sekretaris Arga. Sedangkan Arga, setelah meeting berakhir lima belas menit yang lalu ia meninggalkan ruang meeting.


''Baik, saya akan bacakan agency manakah yang memenuhi syarat dan akan menjadi perwakilan wajah bagi hotel kami. Selain itu kami juga sudah memilih dua model untuk iklan tersebut.'' ucap Dinda yang mulai membacakan pengumuman hasil keputusan meeting hari ini.


Keenam orang yang merupakan perwakilan dari ketiga agency tersebut tampak sangat tegang, bahkan mungkin saja mereka menahan napas Karena kegugupan yang melanda mereka.


Dinda yang melihat mereka hanya bisa tersenyum tipis sambil melihat kembali kertas yang sedang di pegangnya itu.


''Menurut hasil keputusan bersama, agency yang terpilih untuk menjadi bagian dari Brand Ambassador hotel kami jatuh kepada....''


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2