Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 125 Mengulang kenangan indah


__ADS_3

Setelah mengendarai sekitar tiga puluh menit, akhirnya mobil mewah milik Angel yang dikendarai oleh Arga tiba di depan lobi sebuah hotel mewah yang berada di pusat kota. Arga memarkirkan mobilnya di tempat yang seharusnya.


Setelah selesai, ia dan Vanya turun dari sana.


Dengan lembut Arga menggandeng tangan sang kekasih masuk ke dalam lobi hotel dan menghampiri meja resepsionis. Setelah menyelesaikan identitas dan jenis kamarnya yang di inginkan nya, Arga dan Vanya pergi menuju kamar yang dipesan oleh Arga.


Ting


Kini keduanya sudah berada di lantai delapan puluh enam - lantai tertinggi di hotel tersebut. Arga segera menggandeng tangan Vanya dan mencari pintu kamarnya. Setelah keduanya sampai di depan kamar, Arga segera menggesekkan kartu kamar.


Clek


Arga membuka pintu itu dan mempersilakan Vanya untuk masuk kedalam sana. Vanya tampak terdiam saat sudah berada di dalam sana. Kedua matanya terpaku pada suasana kamar yang sangat mewah dan juga elegan. Arga yang sudah menutup kembali pintu itu tampak tersenyum di belakang Vanya. Arga bahkan meneguk ludah kasarnya saat melihat penampilan paripurna Vanya dari belakang.


Perlahan Arga mendekat kearah Vanya lalu melingkarkan kedua tangannya di perut rata milik Vanya. Awalnya Vanya tersentak, tapi kemudian ia tersenyum saat menyadari jika kedua tangan itu milik Arga.


"I Miss you, baby. And i love you," bisik Arga di tengkuk Vanya. Bulu kuduk Vanya seketika berdiri saat merasakan terpaan napas hangat milik Arga. Dengan lembut Vanya mengusap punggung tangan Arga di perutnya itu. Ia pun juga sangat merindukan Arga. Merindukan semua yang ada pada laki-laki ini.


"Me too," balas Vanya dengan seuntas senyum manisnya.


Cup


"Aku juga merindukan ini," ucap Arga setelah ia memberikan kecupan hangat di tengkuk Vanya. Seketika membuat Vanya merasa dirinya mulai terbang, merasakan sentuhan lembut dari laki-laki yang sangat ia cintai dan rindukan tersebut.


Melihat Vanya yang terlihat ikut merasakan apa yang ia rasakan, membuat Arga semakin gencar melancarkan aksinya. Kedua tangan dan bibirnya mulai memberikan rangsangan-rangsangan pada tubuh Vanya hingga membuat wanita itu tampak frustasi sambil mendongakkan kepalanya.


"Come on, Honey. Fu** me now," ucap Vanya dengan nada sensualnya. Ia sudah merasakan jika dirinya mulai terbang melayang ke angkasa. Oleh karenanya ia menginginkan lebih dari itu. Senyum seringai tercipta di wajah tampan Arga.

__ADS_1


Tentu ia tak akan menolak permintaan dari Vanya yang satu ini. Bahkan ia akan menjadi apapun yang Vanya inginkan malam ini.


"Tentu, baby. Dengan senang hati saya melayanimu, Ratuku." Arga langsung membopong tubuh Vanya dan membawanya ke atas ranjang yang ada di sana. Malam ini akan menjadi malam yang panjang seperti malam yang sudah-sudah saat keduanya bersama.


Akh


Suara indah milik Vanya mulai terdengar saat lidah tebal milik Arga menari-nari di atas permukaan kulit putih Vanya. Hilang sudah kendali dalam diri wanita itu saat ini. Hanya ada cinta dan nafsu yang kini semakin lama semakin menggelora di dalam tubuhnya. Tak ayal suara ******* dan juga teriakan kini keluar dari mulut mungil Vanya.


Meski hanya sebatas rangsangan, nyatanya mampu membuat Vanya mencapai puncaknya untuk pertama kali setelah beberapa tahun tak lagi merasakannya. Ia merasa euforia menyambut kedatangan puncak kenikmatan itu dengan melengkungkan punggungnya serta mendongakkan kepalanya hingga gelombang itu datang dengan besar. Bahkan membuat Arga sampai kewalahan dalam melahap semuanya.


Hah, hah, hah,


Deru napas Vanya masih memburu sesaat setelah gelombang besar pertamanya itu mampu membuat seluruh tubuh dan persendiannya seketika melemas. Arga yang melihatnya seketika merasa berbangga diri karena ia mampu membuat wanitanya itu berada di atas puncak paling tinggi selama bersamanya.


"So beautiful, baby." Puji Arga kepada Vanya sambil mencium bibir Vanya. Vanya hanya bisa tersenyum tipis sambil mengelus rahang kokoh milik Arga dengan tangannya yang masih bergetar akibat ulah Arga yang sangat memabukkan itu.


Arga tak ingin buru-buru meski miliknya sudah berada dalam kondisi yang sudah siap untuk meledak. Ia ingin menjadikan malam ini adalah malam dimana petualangan ia dan Vanya yang sesungguhnya dimulai. Ia ingin menikmati malam ini hanya dengan perasaan cinta tanpa ada kekhawatiran di dalamnya seperti kenangan masa lalu mereka.


Arga tersenyum melihat tingkah Vanya yang sangat menggemaskan dan juga seksi di matanya itu. Arga tak ingin mengganggu waktu Vanya yang ingin mengerjakan tugasnya pada tubuhnya itu.


"Lakukanlah, baby. Lakukan seperti lima tahun yang lalu," ucap Arga sambil menyandarkan kepalanya di headboard ranjang itu. Vanya yang mendengar ucapan dari Arga seketika tersenyum menyeringai. Perlahan Vanya merangkak naik ke atas tubuh Arga dan mendekatkan wajahnya pada wajah laki-laki itu.


"Wait a second. Aku haus,"


Cup


Dengan memberikan sebuah kecupan di bibir, Vanya kembali beranjak dari atas sana dan turun. Arga sampai melongo dibuatnya. Ia merasa seperti laki-laki murahan yang dengan gampangnya dicampakkan setelah tak digunakan.

__ADS_1


Duar


"Hei, baby. Are you kidding me, huh? Kau meninggalkanku disaat aku sudah on? Oh, God." Arga merasa tak terima dengan tingkah Vanya saat ini. Bahkan ia bisa merasakan pening di kedua kepalanya. Vanya yang mendengarnya seketika berhenti dan menoleh.


"Sebentar, Honey. Aku yakin kamu pasti akan menyukainya nanti," Vanya mengatakan itu dengan sebuah kerlingan sebelah matanya kepada Arga.


Arga yang melihatnya seketika dibuat penasaran dengan apa yang kini tengah wanitanya itu rencanakan. Pikiran Arga mulai melayang jauh membayangkan malam demi malam yang pernah ia lalui bersama Vanya. Namun nihil. Arga merasa tak pernah melihat Vanya yang seperti ini.


'Apa yang akan direncanakan oleh wanita itu? Oh, God. Kepalaku pusing,' batin Arga seraya memejamkan matanya guna menetralkan kembali hasrat yang tadinya sudah menggelora di dalam tubuhnya itu.


Sedangkan Vanya? Saat ini ia berjalan dengan tubuh polosnya menuju ke arah dapur. Ia tengah membuka buffet-buffet yang ada di sana. Ia yakin jika di kamar mewah itu terdapat sesuatu yang ia inginkan.


'Dimana sih naruhnya?' pikir Vanya dalam hati sambil mencari-cari itu di semua tempat di dapur. Tak perlu menunggu waktu lama, Vanya akhirnya mendapatkan apa yang ia inginkan.


'Akhirnya ketemu juga,' gumam Vanya sambil memegang botol minuman kesukaan Arga. Disana Vanya membuka tutup itu dan meminumnya beberapa tenggak.


'It's show time, Honey.' gumam Vanya dalam hati sambil pandangannya lurus menyeringai di sana. Setelah merasa terlalu lama meninggalkan Arga, Vanya langsung bergegas menuju ke tempat peraduan keduanya dengan menyembunyikan botol itu di belakang tubuhnya.


Apalagi dengan meletakkan kedua tangannya kebelakang, semakin membuat tubuh depannya semakin membusung. Penuh dan mulus, meski sekarang sudah penuh dengan jejak cinta sang mantan Cassanova tersebut. Membuat siapa saja ingin menerkamnya jika melihat itu.


"Hon?" Panggil Vanya saat ia sudah sampai di depan ranjang dan melihat Arga justru memejamkan mata.


Mendengar panggilan dari Vanya, membuat Arga membuka matanya perlahan. Tatapan matanya menusuk pada Vanya. Namun Vanya hanya bisa memberikan seutas senyuman manisnya.


"Kau mempermainkan ku, baby?'' tanya Arga dengan tatapan memicing. Vanya langsung menggeleng mendengarnya.


"Tidak, baby. Lihatlah. Apa yang aku bawa saat ini," Vanya mengatakan hal itu dengan memperlihatkan apa yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya.

__ADS_1


"What the ****,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2