
Ceklek
Pintu villa tersebut terbuka lebar. Menampilkan rombongan pengantin wanita yang kini mulai memasuki area tempat berlangsungnya Pemberkatan. Gaun putih milik sang pengantin wanita tampak indah nan panjang, tampak menakjubkan bagi setiap pasang mata yang melihatnya.
Sang Pengantin wanita berjalan pelan didampingi oleh Papa David, dikarenakan memang Annisa merupakan seorang yatim piatu. Senyum merekah tampak menghiasi wajah cantiknya, menyambut baik hari dimana ia akan menjadi seorang istri dari salah satu pewaris Valentino Company.
Dibelakang Annisa terlihat dua wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik. Mereka adalah Clarissa dan Agatha. Disusul lagi oleh para Bridesmaids yang terdiri dari para sahabat sang mempelai wanita yaitu Valerie, Angela, Renata, Vanya, dan juga Olivia. Olivia sendiri merupakan sahabat Valerie dan juga Angela. Wanita itu juga merupakan tangan kanan Valerie yang ditempatkan di perusahaan miliknya yang ada di LN.
Arga tampak terpesona melihat wanitanya yang terlihat sangat cantik menggunakan dress panjang berwarna putih dengan model Sabrina, memperlihatkan bahunya yang mulus itu. Surai panjangnya yang digerai kebelakang, ditambah riasan wajahnya yang natural namun terkesan tajam di bagian matanya, membuat Arga sampai-sampai terbengong.
'So beautiful,' ucap Arga dalam hati sambil kedua matanya mengamati Vanya yang masih berjalan bersama dengan teman-teman nya.
Bahkan saking tak sadarnya, bibirnya melengkung menampilkan sebuah senyuman yang manis. Senyuman yang tak pernah Arga tunjukkan kepada orang lain.
Arga masih saja melihat ke arah Vanya hingga kelima wanita yang tergabung dalam Bridesmaids itu menuju ke tempat duduk yang letaknya di seberang barisan kursi Arga. Arga dan kawan-kawan berada disisi kiri sedangkan Vanya dan yang lainnya berada di sisi kanan.
Bahkan disaat Alvin tengah sibuk bertanya dengan Alex, tak membuat pandangan Arga beralih dari wanita yang telah merebut hatinya itu. Hingga suara Alvin kembali terdengar kala ia berusaha bertanya kepada Arga dan David.
" kalian mengenal wanita itu gak ? " tanya Alvin kepada Arga dan David. Arga mengeryitkan dahinya mendengar pertanyaan dari Alvin.
" yang mana ?? " tanya David.
__ADS_1
" yang di samping Vale " ucap Alvin. Lalu Arga dan David pun juga melihat ke arah Olivia lalu kemudian keduanya menggelengkan kepalanya karena juga tidak mengenal wanita itu.
" gak tahu !! pertama kali lihat " ucap David kepada Alvin.
" sama !! teman Vale mungkin " ucap Arga santai kepada Alvin. Lalu ia kembali melihat ke arah Vanya hingga tanpa sengaja pandangan mereka bertubrukan satu sama lain. Bertatapan hingga beberapa detik lalu Vanya mengalihkan pandangannya saat tersadar.
Arga tampak tersenyum tipis melihat wajah Vanya yang terlihat merona saat melihatnya. Apalagi bahasa tubuhnya yang terlihat gugup saat menatapnya tadi.
'Menggemaskan,' batin Arga.
Setelah sang mempelai wanita telah sampai di samping mempelai pria, seluruh tamu yang ada di sana dipersilakan untuk duduk. Begitu juga dengan Arga dan yang lainnya. Mereka mengikuti proses Pemberkatan itu hingga acara tersebut selesai.
Setelah menjalani prosesi pemberkatan yang melelahkan , kini semua keluarga dan juga para tamu undangan disana terlihat sedang menikmati hidangan yang disajikan sambil terlihat mengobrol.
terlihat juga kedua pengantin terlihat bahagia sambil menyapa satu persatu undangan yang hadir di acara itu. di tambah lagi dengan sebuah band yang mengiringi disana. menambah suasana kebahagiaan mereka hari ini terasa nyata.
para Bridesmaids dan groomsmen juga terlihat menikmati minuman mereka sambil mengobrol kesana kemari. Mata elang Arga tak lepas dari Vanya, dengan sesekali menyesap minuman yang ada di tangan Arga, ia selalu mengamati gerak-gerik wanitanya. Hingga suara Vale menginterupsinya.
" o iya kenalkan ini Olivia , dia sahabat ku dan juga Angel sejak di Inggris dan dia juga yang akan mengambil alih perusahaan ku di Paris nanti " ucap Vale memperkenalkan Olivia kepada keempat laki-laki yang ada di sekitarnya itu.
mereka tampak menganggukkan kepalanya sambil bergantian bersalaman dengan Olivia sambil saling mengucapkan namanya. Begitu juga Arga, ia tampak cuek menanggapi ucapan Valerie karena fokusnya masih kepada Vanya.
__ADS_1
Sedangkan Vanya sekuat tenaga untuk menghindari kontak mata dengan Arga. Sejak tadi ia tahu jika Arga selalu memperhatikannya, namun ia berusaha tenang dan tak terlihat gugup meski dalam hatinya ia mengumpat kesal.
'Astaga! Memangnya gak ada kerjaan lain apa selain menatapku seperti itu. Huh, menyebalkan,' batin Vanya.
Ia tampak berbaur dengan yang lainnya, mengobrol santai sambil menikmati hidangan yang telah tersaji di hadapan mereka.
Saking asyiknya mengobrol, hingga Vanya tak menyadari jika Arga telah bergeser tempatnya hingga kini berada di sampingnya. Saat ini mereka tengah berdiri, membentuk lingkaran sambil membawa gelas kaca masing-masing.
''You look so gorgeous, baby.'' bisik Arga tepat di telinga Vanya. Membuat Vanya seketika membeku, akibat hawa panas napas milik Arga yang menerpa kulit lehernya.
deg
Lalu Vanya menoleh hingga pandangannya bertubrukan dengan Arga. Ia menangkap senyum tipis Arga yang ditujukan padanya. Degup jantung Vanya berdetak lebih cepat, merasa gugup karena ditatap dengan mata tajam Arga.
'Oh, God,' batin Vanya. Detak jantungnya bertalu-talu tak henti-hentinya. Ia dibuat tuli, hingga merasa ia berada di lain dunia karena ia tak mendengar suara-suara sahabatnya yang saat ini tengah mengobrol bahkan tertawa bersama.
Mereka semua pun tak menyadari jika saat ini Vanya dan Arga tengah saling bertatapan dengan tatapan dalam, seakan dunia milik mereka berdua.
''Membuatku semakin tergila-gila padamu,''
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1