
"Tentu saja. Iya kan, Arga ?'' ucap Laura sambil memperlihatkan senyum bahagianya.
Wajah yang tadinya terlihat sangat terpaksa saat dirinya baru tiba, kini seketika berubah berbinar kala melihat laki-laki yang diperkenalkan oleh pemilik rumah tersebut.
Ia tak menyangka jika anak dari teman papanya adalah laki-laki yang selama ini adalah incarannya, Arga Putra Wijaya. Laki-laki dingin namun hot dikalangan para pengusaha. Laki-laki yang tentunya sangat perkasa, karena memang dirinya dan Arga pernah menghabiskan malam panas bersama. Bahkan selama Laura mengenal se...x, ia tidak bisa menemukan laki-laki seperkasa Arga. Ia sendiri tidak bisa mengimbangi permainan laki-laki itu.
'Oh, God. Ternyata anak teman papa adalah Arga. Ini merupakan hal baik buatku. Aku harus bisa menarik perhatian Arga, agar aku bisa memilikinya. Melihatnya seperti ini saja membuat milikku berkedut-kedut. Fu ...ck. Aku menginginkannya.' batin Laura sambil melihat ke arah Arga.
"Hm. Kami pernah bertemu beberapa kali tanpa sengaja." jawab Arga. Ia memandang jijik wanita yang duduk di depannya itu. Ia bisa melihat tatapan wanita itu seakan-akan ingin menerkamnya. Sudut bibir Arga terangkat sekilas saat menyadarinya.
'Dasar ja...lang murahan.' batin Arga.
"Ternyata begitu," ucap papa Laura sambil tersenyum bahagia. Ia bangga kepada sang putri karena dapat mengenal seorang laki-laki sekelas Arga. Pengusaha muda yang sukses.
Ke lima orang yang berada di ruang tamu itu tampak mulai berbincang-bincang santai sambil menunggu waktu makan siang. Sedangkan Arga hanya sesekali menimpali ucapan mereka kala mereka menginginkan pendapatnya.
Arga yang bosan dengan obrolan sampah itu memilih memainkan ponsel miliknya. Membuka sosial medianya sambil sesekali berbalas chat dengan para sahabatnya.
__ADS_1
Saat dirinya menscroll media sosial miliknya, kedua matanya melihat ke arah foto seorang wanita yang tengah berpose seksi dengan menggunakan dress bermodel Sabrina berwarna putih ketat.
Parasnya yang cantik dan surainya yang dibiarkan terurai begitu saja tampak mempesona. Membuat Arga tersenyum tipis sambil menggunakan nama wanita cantik itu.
'Vanya'
Ya, wanita di foto itu adalah Vanya Avriella, seorang model top papan atas. Entah mengapa Arga merasakan sesuatu yang aneh saat dirinya bertemu dengan Vanya untuk pertama kalinya disaat keduanya menghadiri acara launching Cafe milik sahabatnya.
Bahkan untuk pertama kalinya Arga mengantarkan seorang wanita pulang ke apartemennya. Arga juga menikmati sesuatu yang dibuatkan oleh seorang wanita. Tanpa ia sadari ia menekan profil milik Vanya, sehingga menampilkan beranda dari media sosial milik Vanya.
Ia juga mulai melihat-lihat koleksi foto milik Vanya disana. Sesekali kedua sudut bibirnya terangkat kala melihat foto Vanya yang tampak bahagia dan tersenyum. Saking fokus nya dengan ponselnya, membuat Arga tak menyahut kala sang papa memanggil dirinya.
"Arga?"
"Arga?"
"Ayo kita makan, sudah saatnya makan siang. Apa yang kau pikirkan,hm? ayo," ucap Arya Wijaya kepada Arga. Arga hanya menggelengkan kepala lalu beranjak dari duduknya. Kemudian mereka semua berjalan menuju meja makan yang tak jauh dari sana.
__ADS_1
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Setelah menghabiskan makan siang bersama, Arga, sang papa, dan tamunya kembali mengobrol dengan mengarah kepada kedua anak-anaknya. Laura sesekali tersipu mendengar pujian yang dilontarkan oleh Arya. Sedangkan Arga hanya bersikap biasa saja menanggapi semua obrolan yang mereka ciptakan.
" Bagaimana menurutmu, Arga?" tanya Arya saat ketiga tamunya telah pergi meninggalkan mansion nya.
Arga yang tengah menikmati minumannya seketika berhenti dan menatap ke arah sang papa.
"Sebenarnya apa rencana mu, Pa?" ucap Arga yang berbalik tanya kepada papanya. Walau ia sendiri tahu apa maksud kedatangan dari Laura dan kedua orang tuanya, tapi ia ingin mendengarnya langsung dari mulut papanya.
"Rencana apa? Papa hanya ingin meminta pendapat mu tentang Laura. Dia anak yang baik dan manis." ucap Arya Wijaya. Arga memutar bola matanya mendengar suara sang papa.
"Kalau Papa berniat menjodohkan ku dengan wanita itu, sebaiknya papa urungkan niat papa tersebut. Karena Arga tidak Sudi menjalin sebuah hubungan dengan wanita ular sepertinya." ucap Arga kepada papanya.
"Arga! Bicara apa kamu, Nak? Jangan ngomong sembarangan kamu. Laura itu anak yang baik." ucap Arya Wijaya yang membela Laura. Ia tahu betul sifat Laura. Bahkan ia juga beberapa kali pernah bertemu dengannya dulu saat ia masih memimpin perusahaan dan masih menjalin kerjasama dengan perusahaan milik James. AArga hanya tersenyum culas mendengar penuturan dari sang papa. Ia yakin papanya belum kenal betul tentang Laura. Mungkin papanya memang belum menyelidiki seluk beluk dari wanita itu.
"Anak baik? Anak baik macam apa yang menghalalkan segala cara agar bisa mencapai keinginannya. Bahkan sampai menghabisi nyawa seseorang. Aku yakin Papa pasti belum tahu kan kalau wanita yang papa anggap baik itu pernah melakukan aborsi bahkan sampai tiga kali." ucap Arga yang seketika membuat kedua mata papanya membulat sempurna.
"APA?"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...