
''Ka-kak?'' ucap Vanya terbata sambil menatap ke arah Leon. Kedua matanya berkaca-kaca setelah membaca semua yang ada di dalam map itu.
Tanpa pikir panjang, Leon langsung memeluk tubuh Vanya. Ia sangat bahagia saat ini karena bertemu dengan adiknya.
''Yeah, kamu adalah adikku. Namamu adalah Avriella Christofera Nerotouw, baby.'' sahut Leon sambil mengelus pucuk kepala Vanya. Ia bisa mendengar Isak tangis adiknya yang mulai terdengar itu. Bahkan pelukan Vanya semakin mengerat saat ia mengatakan hal itu.
''Kakak, akhirnya aku bisa bertemu denganmu Kak. Sejak dulu aku selalu ingin merasakan memiliki sebuah keluarga.'' ucap Vanya disela-sela tangisnya.
cup
"I am sorry, baby. Maafkan kakak baru bisa menemukanmu sekarang. Maafkan kakak,'' sahut Leon setelah ia memberikan sebuah kecupan hangat di pucuk kepala Vanya. Vanya hanya bisa mengangguk dalam dekapan Leon.
''Tahukah kamu, Kak. Hidupku menderita selama ini. Apalagi lima tahun belakangan ini, hiks.'' keluh Vanya. Ia mengeluarkan keluh kesahnya kepada Leon yang merupakan kakak kandungnya itu.
Semakin besar rasa bersalah Leon karena ia yang tak mampu menemukan Vanya lebih dulu. Akibatnya Vanya harus melewati berbagai banyak rintangan dalam hidupnya selama ini.
''I know, baby. Kakak tahu semuanya tentangmu. Kamu tenang saja, sayang. Kakak akan membawamu pergi dari sini. Kakak akan membawamu pulang ke rumah. Kita akan menemui Daddy dan mommy di Perancis.'' ucap Leon sambil melepaskan pelukannya. Ia menghapus butiran air mata yang mengalir di kedua pipi Vanya.
''I am sorry, Ella.'' kembali Leon mengucapakan permintaan maafnya saat melihat memar yang ada di wajah cantik adiknya itu.
cup
Leon kembali mencium dahi Vanya. Dengan lembut Leon mengelus wajah Vanya dengan tatapan sedihnya.
''Dad-Daddy? Mom-Mommy?'' tanya Vanya. Leon mengangguk pasti.
''Hm, Daddy dan Mommy kita berada di Perancis. Kita berasal dari sana. Pelan-pelan akan kakak ceritakan semuanya padamu, baby.'' ucap Leon. Vanya hanya mengangguk sambil tersenyum bahagia.
''Iya, bawa aku pergi dari sini, Kak. Aku tak mau berada disini lagi,'' ucap Vanya sambil memeluk tubuh Leon dari samping. Ia ingin melupakan semua yang ada disini. Semuanya. Ia terlalu lelah dengan semua yang terjadi pada dirinya selama ini. Ini saatnya ia kembali bersama keluarganya yang sebenarnya.
''Pasti. Kita akan secepatnya pergi dari sini.'' sahut Leon dengan lembut. Ia membalas pelukan Vanya.
''Siapkan penerbangan besok, Brian. Ubah identitas Ella agar tak ada yang bisa melacaknya.'' ucap Leon datar pada Brian.
''Baik, Tuan.'' sahut Brian. Lalu Brian langsung bertindak. Mengambil ponsel dan juga iPad nya.
''Ella?'' ucap Vanya.
''Hm, kamu akan memakai nama aslimu mulai sekarang, baby. Ella adalah nama panggilanmu,'' sahut Leon. Dalam dekapan Leon Vanya tersenyum sambil menganggukkan kepala.
''Sudah, tidurlah. Biar kakak yang akan mengurus semuanya. Perjalanan kita masih panjang menuju hotel tempat kakak menginap,'' setelah mengatakan itu, Leon pun mengusap-usap rambut Vanya dengan sayang. Perlahan Vanya mulai merasakan kantuknya hingga ia benar-benar tertidur dalam pelukan sang Kakak.
Sedangkan di tempat lain
__ADS_1
Setelah kepergian sekelompok orang yang membawa pergi Vanya, salah satu pelayan rumah segera menghubungi Marcell.
''Bagaimana bisa terjadi, HAH? Siapa yang berani membawa pergi Vanya? SIAPA?Dasar kalian tidak berguna,'' bentak Marcell setibanya di dalam rumah.
Saat ini seluruh pelayan, bodyguard, hingga penjaga gerbang berada di sana. Mereka semua menundukkan kepala karena ketakutan melihat amarah majikan mereka.
''Me-mereka sangat banyak, Tuan. Ada sekitar belasan orang yang masuk kedalam sini, Tuan. Sepertinya mereka bukan dari orang sembarangan. Bahkan kami kewalahan menghadapi keahlian mereka, Tuan.'' Sahut salah satu bodyguard itu.
Argh
bugh
Karena kesal, Marcell langsung menendang dada bodyguard nya itu hingga membuatnya terhuyung kebelakang dan jatuh di lantai.
*Sial
sial
sial*
'Pasti ini ulah Arga . Iya, pasti dia yang sudah membawa pergi Vanya. Awas kau Arga, aku tak akan pernah melepaskanmu.'' batin Marcell yang geram. Ia mengira jika Arga - lah yang telah membawa pergi Vanya dari rumahnya.
Tadinya Marcell sudah berada di pertengahan jalan menuju bandara. Namun di saat itu ia mendapatkan telepon dari rumah yang mengatakan jika Vanya dibawa pergi.
Emosi Marcell seketika naik bahkan sejak berakhirnya panggilan itu, mulutnya tak henti-henti mengeluarkan berbagai umpatan dan sumpah serapahnya.
*bugh
bugh
bugh*
Dengan membabi buta Marcell menghajar bodyguard nya sendiri. Ia meluapkan segala emosi yang menguasainya itu.
Tak puas akan hal itu, membuat Marcell langsung meninggalkan tempat itu dan menuju ke kamar Vanya yang selama dua hari ini di tempatinya.
Ceklek
Aroma wangi tubuh Vanya sampai saat ini masih tercium indera penciuman Marcell. Kosong. Tak ada penghuni di dalam sana. Marcell yang masih kalut langsung menghancurkan segala yang ada di dalam sana.
*brak
brak
__ADS_1
prang
prang*
''KAU TAK AKAN BISA PERGI DARIKU, VANYA. TIDAK AKAN PERNAH BISA,'' teriak Marcell sembari ia melempar semua barang yang ada di dalam kamar tersebut.
Argh
*brak
prang*
Marcell terlihat seperti orang yang tengah kesetanan. Raut wajahnya kini berubah sangat merah, rahangnya mengeras hingga deru napasnya yang naik turun memperlihatkan bagaimana suasana hati Marcell saat ini.
Marcell mendatangi nakas disana. Kedua matanya melihat sebuah kertas yang dilipat dan di letakkan di bawah lampu tidur. Marcell yang penasaran seketika mengambilnya tanpa menunggu lama.
kres
Suara remahan kertas itu yang kini berada dalam genggaman Marcell. Amarah yang tadinya sudah lebih terkontrol kini mulai merangkak naik kembali. Bahkan kedua tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.
Laki-laki itu membaca sepucuk surat yang tadi sempat Vanya tinggalkan disana sebelum ia pergi meninggalkan rumah itu.
''AWAS KALAU SAMPAI KITA BERTEMU LAGI, VANYA. AKU AKAN BENAR-BENAR MENGURUNG MU SELAMANYA DI DALAM ISTANAKU INI.''
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Note :
Terimakasih semua telah mengikuti kisah ini sampai disini. Dukung terus karyaku ya, karena dukungan kalian adalah motivasi bagi author. Author berharap kalian bisa menikmati setiap yang ada di dalam kisah ini.
Aku usahakan novel ini bisa END di bulan ini.
Insha Allah 🙏
O iya jangan lupa beri penilaian untuk karyaku ini ya.. Caranya disini:
Klik yang ada bintangnya itu ya, lalu berikan ulasan kalian di sana. Aku sangat berterimakasih jika kalian berkenan memberikan ulasan untuk karyaku ini. Dengan begitu aku bisa mengetahui apakah kalian benar-benar menyukai karyaku ini apa tidak.
Terimakasih ya semuanya 😊
Love U 💜
__ADS_1
Regards
Ambar Ayumie🌹