
Setelah makan malam bersama, Chris mengajak Vanya (Ella) menuju ke kamar milik Vanya (Ella) yang sudah disiapkan olehnya beberapa hari belakangan ini.
Letak kamar Vanya (Ella) bersebelahan dengan kamar Leon yang berada di lantai dua.
ceklek
"Ayo masuk, Sayang. Inilah kamarmu," ucap Chris saat mereka sudah berada di dalam kamar tersebut. Leon masih setia mengikuti langkah keduanya hingga kini ia bersandar pada pintu kamar milik adiknya itu. Leon tampak menganggukkan kepala puas melihat tata letak serta furniture yang mengisi kamar tersebut.
"Are you serious, Dad? I-ini sangat wow sekali,'' ucap Vanya (Ella) seakan tak percaya bisa memiliki kamar tidur semewah ini.
Vanya (Ella) sampai tak bisa berkata-kata lagi saat ini. Ia juga tampak menganga melihat kemewahan yang disuguhkan padanya.
''Of course, baby. Ini adalah kamarmu. Apa kau menyukainya, hm?'' tanya Chris sambil memeluk tubuh Vanya (Ella) dari samping. Tak ada sahutan dari Vanya (Ella) selain anggukan kepalanya. Vanya (Ella) sampai tersenyum-senyum sendiri melihat kamarnya saat ini. Ia merasa seperti hidup di fairy tail.
''Ini sangat indah, Dad. Thank's, Dad.'' jawab Vanya (Ella) sambil kembali memeluk tubuh Daddy-nya itu.
''Hei, Nona. Itu semua yang mengerjakan adalah orang-orang suruhan Kakakmu ini, asal kamu tahu.'' ucap Leon seketika membuat Vanya (Ella) dan Chris saling tatap kemudian keduanya tertawa bersama. Vanya (Ella) tahu saat ini Kakaknya tengah cemburu melihat kedekatannya dengan sang Daddy. Wanita itu segera berjalan menghampiri Leon di sana. Setibanya di depan Kakaknya, Vanya (Ella) memeluk tubuh kekarnya.
''Thank's, brother. Love you so much,'' ucap Vanya (Ella) dengan tulus. Ia sangat menyayangi keluarganya itu. Leon tampak tersenyum lalu membalas pelukan itu. Namun tiba-tiba Leon mengangkat tubuh Vanya (Ella) dan membawanya berputar-putar disana. Vanya (Ella) sampai berteriak keras agar Kakaknya itu segera menurunkannya.
''Ah... stop, Kak. Aku pusing. Oh my God. Dad... Help me please, Aaa...'' teriak Vanya (Ella) dengan memeluk erat leher Leon. Ia takut jika nanti dirinya terjatuh di saat Leon memutar tubuhnya.
Chris yang melihat tingkah keduanya hanya bisa geleng-geleng kepala.
'Lihatlah, Sayang. Putra putri kita saat ini sudah bahagia. Mereka sudah saling menyayangi meski baru saja bertemu. Ella, putri kecil yang selama ini kita impikan kini sudah kembali ke dalam pelukan kita, Sayang. Bangunlah, Sayang. Peluk dan cium lah malaikat kecil kita,' batin Chris yang melihat kebahagiaan di wajah kedua buah cintanya dengan Avril.
__ADS_1
Disaat yang bersamaan, jari jemari Avril kembali bergerak-gerak. Karena tak ada yang menemaninya di kamar, jadi tak ada seorangpun yang mengetahuinya.
''Ella,'' lirih Avril yang memanggil nama putri kecilnya. Saking lirihnya sampai tak terdengar jika tak mendekatkan pendengaran kita pada bibir Avril.
''Sudah-sudah, Leon. Kasihan adikmu,'' ucap Chris seketika membuat Leon tersadar lalu ia menurunkan tubuh kecil Vanya (Ella). Vanya (Ella) yang masih kesal dengan kelakuan Kakaknya segera melayangkan beberapa pukulan pada Leon.
*bugh
bugh*
Vanya (Ella) dengan semangat memukul punggung dan lengan Leon secara brutal dan bergantian menggunakan tasnya. Leon sampai meringis sampai mengaduh akibat serangan tiba-tiba dari adiknya itu.
''Aw, Aw, Aw. It's hurt, baby. Aw, stop it.'' ucap Leon seraya melindungi kepalanya menggunakan kedua tangannya dari serangan Vanya (Ella).
Setelah puas memukuli Leon, Vanya (Ella) menghentikannya. Ia bergegas menuju ke Daddy-nya dan berlindung di belakang tubuh kekarnya. Chris hanya bisa tertawa sambil geleng-geleng kepala.
''Awas kau, Ell. Tunggu pembalasanku,'' ucap Leon seraya memutar lehernya menakuti Vanya (Ella). Vanya (Ella) yang melihatnya seketika memeluk tubuh Chris dari belakang.
''Stop, Leon. Sebaiknya kita tidur, sudah larut malam. Kembalilah ke kamarmu, Leon. Kamu juga istirahat ya, Sayang.'' ucap Chris seraya membalikkan tubuhnya menghadap Vanya (Ella). Vanya (Ella) tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sang Daddy.
''Good nite, baby.'' ucap Chris seraya memberikan kecupan manis di kening Vanya (Ella).
''Good nite, Daddy.'' balas Vanya (Ella) sambil mencium pipi kanan Chris. Chris tersenyum bahagia mendapatkan perlakuan manis dari putrinya tersebut. Saat Chris hendak meninggalkan kamar Vanya (Ella), terlihat Leon berjalan menghampiri Vanya (Ella).
Vanya (Ella) yang melihatnya seketika berteriak memanggil Daddy-nya.
''Oh, no. Daddy, lihatlah Kak Leon.. Dia ingin kembali mengerjai ku, Dad.'' teriak Vanya (Ella) mengadu pada Chris. Seketika membuat Chris berhenti dan menatap tajam ke arah Leon.
__ADS_1
Leon yang terkejut dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Vanya (Ella) hanya bisa menghela napasnya. Ia sampai mengangkat kedua tangannya ke atas menyerah dengan hidupnya.
''Oh, God. Kamu terlalu mendramatisir keadaan, baby. Aku hanya ingin mengucapkan good nite, my naughty girl.'' ucap Leon sambil mengecup kening Vanya (Ella) meski setelahnya ia mengacak-ngacak rambutnya.
Vanya (Ella) seketika mendengus kesal karena rambutnya menjadi berantakan akibat ulah kakaknya.
''Good nite, my Bro.'' balas Vanya (Ella) dengan kerlingan sebelah matanya pada Leon. Leon sampai melotot dibuatnya. Vanya (Ella) seketika terbahak melihat raut wajah menyeramkan sang Kakak.
''Sudah-sudah. Ayo kita keluar, biarkan Ella istirahat.'' ucap Chris sambil menarik kerah belakang Leon. Leon seketika mendengus kesal karena lagi-lagi Chris melakukan itu padanya, seolah-olah Leon adalah seorang anak kecil yang nakal.
''Ish,'' dengus Leon lalu ia segera meninggalkan kamar itu tanpa menghiraukan Daddy dan adiknya yang sibuk menertawakannya.
''See you tomorrow, baby.'' ucap Chris. Vanya (Ella) hanya mengangguk sambil mengantarkan sang Daddy sampai ke depan kamarnya.
Setelah Daddy-nya itu keluar, Vanya (Ella) segera menutup kembali pintu kamarnya dan menguncinya.
Hening. Di dalam ruangan besar nan megah itu Vanya (Ella) masih merasakan sebuah kekosongan yang ada di dalam hatinya. Beberapa saat yang lalu ia masih bisa tertawa lepas, kini tiba saatnya ia kembali merasa kesepian.
'Sendiri lagi,' batin Vanya (Ella) sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah. Merasa sudah tidak nyaman dengan tubuhnya, Vanya (Ella) segera berjalan menyusuri kamar tersebut mencari letak dimana kamar mandi berada. Setelah ketemu, Vanya (Ella) segera memulai ritual mandinya.
Karena sudah larut malam, Vanya (Ella) segera mandi dibawah guyuran shower disana. Setelah hampir empat puluh menit, Vanya (Ella) kini telah selesai dengan mandinya. Vanya (Ella) bergegas memakai bathrobe nya dan menuju walking closet miliknya.
Meski belum terlalu banyak, tapi sudah ada beberapa potong baju yang bisa Vanya (Ella) gunakan. Vanya (Ella) segera memakai salah satu koleksi piyama yang ada di sana. Setelah selesai, Vanya (Ella) memakai skincare miliknya sebelum ia naik ke atas peraduannya.
Waktu sudah menunjukkan hampir pukul tengah malam, Vanya (Ella) baru selesai dengan segala ritual mandi dan skincare miliknya. Vanya (Ella) kembali kesepian karena ia belum memegang ponsel. Kemudian Vanya (Ella) mulai berbaring di atas ranjang super king size-nya.
__ADS_1
'Entah mengapa, semakin aku mencoba untuk melupakanmu, semakin membuat rasa ini semakin dalam padamu. Apakah kau merasakan yang sama, Hon?'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...