Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 50 Tanjung Lesung 4


__ADS_3

Semua orang disana tampak bahagia menikmati waktu santai mereka dengan bermain bersama.


Setelah bertanding selama 3babak , permainan voli di pesisir pantai tersebut akhirnya dimenangkan oleh kubu Rena , Vanya , David dan Arga.


setelah puas bermain voli mereka pun mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang tertutup mengingat mereka sedang berada di pantai dan hari juga sudah gelap ditambah lagi dengan angin malam yang ada di sana sangat dingin sekali.


permainan sore tadi berakhir dengan poin 2:1 dan sesuai kesepakatan yang sebelum bermain di setujui oleh semuanya , mereka pun mengadakan acara barbeque disana dan ditemani api unggun juga.


karena pertandingan tadi dimenangkan oleh kubu Rena , jadi sebagai hukumannya Vale , Angel , Alex dan Alvin menjadi koki untuk acara barbeque itu.


setelah semua alat dan bahan disiapkan oleh para pengawal Angel , mereka pun mulai menjalankan hukuman tersebut.


" jangan sampai gosong yaa !! hahaha " ucap Rena sambil lewat dan tersenyum kepada Alvin yang sedang memanggang beberapa daging disana.


terlihat Alvin merasa tidak senang mendengar ejekan dari Rena itu.


" sudahlah kak !!! salah siapa tadi kakak meremehkan kemampuannya " ucap Angel sambil juga membantu memanggang beberapa sate disana.


" ish .... lagian mana aku tahu kalau dia juga dulunya atlet voli " ucap Alvin dengan sedikit kesal.


" hahaha makanya jangan sembarang menghina orang !! sekarang lihat kan !! ckckck " ucap Angel geleng-geleng kepala karena sejak kemenangan Rena , Rena selalu mengolok-olok Alvin karena tadi Alvin meremehkannya.


" ada yang sudah matang ?? ini dagingnya masih " ucap Vale sambil membawa beberapa daging di dalam sebuah tempat di tangannya.


" sini - sini " ucap Angel. kemudian angel mengangkat satenya yang telah matang dan menaruh daging yang dibawa Vale tadi di atas panggangan itu.


Sedangkan Renata langsung menghampiri Vanya dan bergabung bersama David dan Arga yang memang sedang berada di sana.


" permainanmu keren Ren " ucap Arga sambil menunjukkan jempol kanannya kepada Rena yang baru bergabung dengan nya itu.


" terimakasih !! sebenarnya aku tadi tidak berniat untuk bermain keras , tapi karena Alvin tadi meremehkan ku membuat ku sedikit terbakar emosi !! hehehe " ucap Rena sambil nyengir.


karena dulunya ia merupakan seorang atlet olahraga sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama , membuat kemampuan Rena di bidang olahraga terutama voli sudah tidak bisa di ragukan lagi.


karena sebelum permainan itu ia terbakar emosi karena perkataan Alvin, selama permainan tadi Rena sering sekali memberikan smash ke arah Alvin dan membuat Alvin sering kali mendapatkan benturan bola voli tersebut.


" kebiasaan " ucap Vanya kepada Rena sambil geleng-geleng kepala mendengarnya. Renata menanggapinya dengan memperlihatkan gigi-giginya sambil cengengesan.


" kalian kenal sudah lama ? " tanya Arga.

__ADS_1


" kami berteman sejak SMA !! " ucap Rena sambil mengingat-ingat kembali persahabatan mereka.


saat ketiganya sedang berbincang-bincang , handphone milik David berbunyi menandakan ada panggilan masuk. setelah melihat nama di layar handphonenya , David pergi sedikit menjauh dari tempat itu.


karena sifat jail dari Rena itu sangat tinggi , saat melihat David yang pergi menjauh , terlintas di benak Rena untuk mengerjai David itu.


" ssst ... " ucap Rena sambil meletakkan jari telunjuk nya di depan mulutnya Kepada Vanya dan Arga.


''Mau kemana?'' tanya Vanya saat melihat Renata berdiri dari duduknya.


" aku kesana dulu yaa !! hihihii " ucap Rena sambil beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya secara pelan-pelan menghampiri David itu.


sedangkan Vanya dan Arga hanya bisa geleng-geleng kepala sambil memperhatikan setiap langkah Rena itu.


Dari kejauhan Vanya bisa melihat Renata yang jalan mengendap-endap di belakang David yang tengah berbicara dengan seseorang di telepon. Tak lama kemudian tampak David menyelesaikan panggilan tersebut dan berniat membalikkan badannya. Namun sayang disaat tubuhnya baru saja berbalik, ia dikejutkan dengan munculnya seseorang.


dor ....


teriak Rena saat David membalikkan badannya, akibatnya David terkejut hingga membuatnya sedikit terlonjak karena teriakan Rena tersebut. Renata yang melihat itu seketika terbahak-bahak.


" awas kau !! " ucap David sambil menatap tajam ke arah Rena yang mulai berjalan menjauhinya.


" hahahaha ..... wleekkkk " tawa Rena sambil menjulurkan lidahnya mengejek. seketika membuat David menunjuk ke arah Rena menggunakan jari telunjuk nya.


mengetahui itu , Rena langsung membalikkan tubuhnya dan berlari dari David sambil masih tertawa terbahak-bahak. belum sempat ia berlari jauh , ternyata David menarik baju Rena kemudian mengangkat tubuh Rena yang jauh lebih kecil dari nya itu.


" Aaa .... " teriak Rena saat ia berada di pundak David. ia tidak menyangka ternyata David bisa mengejarnya.


Terlihat David memukul pan*at Rena saat di gendongan nya.


sedangkan orang-orang yang ada di sana hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya.


David membawa tubuh Rena ke arah lautan. sontak membuat Rena berontak dan memukul-mukul punggung David.


" jangan ... jangan ... !! ampun !!! ini sudah malam ... airnya sangat dingin !!! " teriak Rena saat mengetahui David membawa nya ke arah air laut itu.


namun sayang , David tidak menghiraukan perkataan Rena itu dan akhirnya ....


byurr ...

__ADS_1


David melemparkan tubuh Rena ke dalam air laut yang dingin itu. sontak membuat Rena gelagapan dibuat nya. semua orang sontak juga tertawa melihat keduanya.


" hahaha " tawa dari David saat melihat Rena gelagapan itu. sontak membuat Rena kesal kemudian ia berjalan menuju ke arah David yang masih tertawa itu.


bersamaan dengan air laut yang lagi pasang , Rena mendorong tubuh David dan seketika membuat David yang sedang tertawa itu jatuh ke belakang , namun refleks ia juga menarik tangan Rena , hingga akhirnya membuat keduanya pun terjatuh ke dalam air laut yang dingin itu.


" ish ... " ucap Rena menggerutu kesal karena lagi-lagi ia terjatuh ke dalam air laut untuk kedua kalinya.


Rena pun langsung berjalan meninggalkan David yang masih disana. ia langsung mengambil tasnya dan pergi untuk mengganti pakaiannya lagi karena pakaiannya yang basah itu.


begitu pula dengan David , ia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat wajah kesal Rena.


" kalian ini seperti anak kecil saja !! " ucap Arga saat David mendekati nya. Sedangkan Renata sudah menghilang dari pandangan mereka.


" dia yang mulai " ucap singkat David sambil meminta kunci mobilnya.


setelah mendapatkan nya ia pun pergi meninggalkan tempat itu.


Sedangkan Vanya masih betah duduk bersama Arga di bangku yang ada di sana. Keduanya tampak masih saling diam, apalagi Vanya.


'Aduh, jantungku makin deg-degan aja,' batin Vanya. Tubuhnya nampak gelisah dan semua itu tak luput dari pandangan Arga. Demi menghilangkan rasa itu, Vanya memainkan ponselnya. Tak mau dalam keadaan canggung, Arga mengutarakan rasa penasarannya pada Vanya sejak tadi.


''Van?'' panggil Arga.


''Ya?'' jawab Vanya sambil masih menatap layar ponselnya.


''Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?'' ucap Arga hati-hati.


Sejenak Vanya terdiam kemudian ia mengangkat wajahnya melihat ke arah Arga.


''Tanya apa?'' sahut Vanya.


''Tattomu di pinggang mu bagus.Sejak kapan kamu mempunyainya?'' tanya Arga. Vanya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah tatto mawar merah yang ada di tubuhnya.


''Em, ini aku membuatnya sejak aku masih di bangku awal kuliah. Aku membuatnya bersama salah satu temanku dulu. Arga tampak menganggukkan kepalanya mendengar cerita Vanya.


'Sepertinya aku harus kembali menyelidiki kejadian itu. Aku yakin jika Vanya adalah wanita yang aku cari selama ini. Dan jika itu benar adanya, aku tak akan melepasnya lagi.' batin Arga menyeringai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2