Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 126 Bertemu musuh


__ADS_3

Sementara di tempat pesta


Setelah berbicara dengan Arga di telepon, Angel langsung kesal bukan main. Bagaimana tidak kesal ia dan Arga tadinya satu mobil dan itu menggunakan mobilnya. Lalu dengan sesuka hati laki-laki itu meninggalkan dirinya tanpa ada sepatah kata pun.


"Kak Arga menyebalkan sekali," gerutu Angel seraya menyesap wine-nya. Merasa ia tidak memiliki urusan lainnya disana, Angel pun segera mencari keberadaan sang pemilik acara untuk berpamitan pulang.


''Dimana ya Kak Zein? Aku ingin pulang." Gumam Angel seraya berjalan kesana kemari mencari keberadaan laki-laki teman kakaknya itu.


Setelah berkeliling, akhirnya Angel bisa melihat Zein tengah berbincang dengan salah satu temannya. Sebenarnya Angel merasa tak enak mengganggu keduanya, tapi apa boleh buat. Ia ingin segera pergi dari sana.


"Permisi, Kak Zein?" Mendengar namanya di panggil, membuat Zein dan teman laki-lakinya itu menoleh ke arah Angel. Zein tampak mengerutkan dahinya sebentar hingga ia kemudian teringat dengan Angel.


AQ


"Ya? Oh, kamu bukannya adiknya Arga?" Tanya Zein memastikan. Sementara laki-laki yang disebelahnya tampak penasaran dengan sosok wanita yang katanya adik dari laki-laki bernama Arga.


'Arga? Apa yang dimaksud oleh mereka Arga kekasih Ella?' pikir laki-laki itu dalam hati. Laki-laki itu tak lain adalah Leon. Memang setelah Leon selesai menyapa semua para tamunya, ia kembali mendatangi Leon. Namun sayang, adik dari temannya itu sudah tak lagi bersama dengannya.


"Iya, Kak. Tapi Kak Arga sekarang sudah pergi. Dia menyampaikan permintaan maafnya pada Kakak karena tak bisa berpamitan langsung," ucap Angel. Zein tampak menganggukkan kepala mendengar ucapan tersebut. Tak lupa Angel juga tersenyum saat mengatakan itu.


"Angel Richard?"


Saat Angel tengah sibuk berbincang dengan Zein, terdengar suara seorang laki-laki memanggil dirinya. Mau tak mau membuat ketiga orang itu menoleh ke sumber suara.


'Oh, sh**. Kenapa keparat ini ada di sini? Oh, astaga.' batin Angel yang tak menyangka jika ia bisa bertemu dengan musuhnyadi tempat seperti ini.


"Luc, kau mengenal Angel?" Tanya Zein kepada laki-laki bernama Lucas Caldwell. Angel tampak terkejut saat mengetahui jika Zein terlihat akrab dengan laki-laki itu.


"Tentu, Kakak. Dia adalah salah satu temanku semasa kuliah di Oxford university. Iya kan, Angela Richard?" Tanya Lucas dengan nada tak enak di dengar oleh Angel. Kedua tangan wanita itu tampak mengepal dibawah sana meski wajahnya menunjukkan senyum yang amat manis. Leon yang ada di samping Angel menyadari hal itu.


"Yeah, bisa dibilang begitu.' jawab Angel.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pamit pulang dulu, Kak. Ada urusan lain yang sedang menungguku," ucap Angel pada Zein. Zein tampak menganggukkan kepala mendengar ucapan tersebut. Namun sepersekian detik kemudian ia teringat jika Angel tadi bersama dengan Arga.


"Tapi bagaimana kamu pulang, bukannya kamu tadi sama Arga?" Meski terkejut, tapi sebisa mungkin ia tak memperlihatkannya dihadapan Zein dan juga Lucas.


"Sudah ada tem..." Belum juga Angel menyelesaikan ucapannya, Lucas lebih dulu menyelanya.


"Bagaimana kalau aku antar? Lagi pula kita pernah dekat kan? Sampai-sampai kita pernah satu kamar," dengan sengaja Lucas memancing amarah Angel. Dan benar saja, Angel seketika meradang mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Lucas.


Tanpa pikir panjang, Angel mendekat ke arah Lucas lalu ia langsung meraih kerah kemeja biru laki-laki itu dan menatapnya dengan tatapan mata penuh dengan kebencian. Sedangkan Zein dan Leon tampak terdiam melihat dan mendengar keduanya.


"Jaga bicaramu, atau aku akan benar-benar membunuhmu dengan kedua tanganku," desis Angel tepat di depan wajah Lucas. Kedua matanya tampak memerah menahan amarah yang kini sudah berada di titik tertingginya.


"Kau masih selalu cantik jika sedang marah seperti ini, my Love." Balas Lucas dengan santainya. Ia tak merasa terintimidasi sedikitpun dengan aksi Angel saat ini.


Angel memejamkan matanya sejenak lalu ia menoleh ke arah Zein dan berkata, "Maafkan untuk yang satu ini, Kak Zein."


Brak


Prang


Terdengar suara pecahan dari kaca meja dan juga beberapa gelas yang tadinya berada di atasnya. Beberapa tamu Zein seketika menoleh ke arah mereka. Zein dan Leon sendiri tampak terkejut melihat aksi Angel yang sangat cepat dan tiba-tiba itu.


Akh


Suara ringisan dari mulut Lucas seketika membuat Zein dan juga Leon tersadar. Terlebih keduanya tak mengira jika wanita yang keduanya sangka lembut itu kini terlihat sangat menyeramkan. Tubuh Lucas yang terbilang besar saja mampu ia hempaskan disana.


Angel yang sudah terbakar api amarah, tak menyadari semua hal itu. Pandangan matanya masih lurus menatap wajah musuh bebuyutannya yang masih terkapar di bawah sana.


"Are you crazy, Bi*ch?" Bentak Lucas yang merasa tak terima dengan tingkah Angel yang melecehkan dirinya di depan semua tamu kakak sepupunya itu. Angel yang dibentak tampak tersenyum menyeringai sambil kembali mendekati tubuh Lucas.


Sesampainya di samping tubuh itu, Angel dengan sengaja meletakkan kaki kanannya di atas dada Lucas. Angel mencondongkan tubuhnya kebawah, tepat di depan wajah tampan Lucas yang kini juga tampak menatapnya tajam.

__ADS_1


"Ya, aku memang gila. Jadi jangan sekali-kali kau memancing amarahku jika kau tak ingin melihat kegilaanku yang nantinya bisa melenyapkan nyawamu," desis Angel pada Lucas.


Zein yang melihat keadaan sekitarnya yang tidak kondusif lagi, membuatnya langsung menengahi keduanya.


"Hei, calm down, Angel." Ucap Zein pada Angel. Ia pun melirik ke arah Leon agar mau membantunya.


Zein pun berusaha menarik tubuh Angel dari atas Lucas, sedangkan Leon membantu adik dari Zein itu untuk berdiri.


"Lihatlah, Kak. Wanita inilah yang dulu membuatku sampai mengalami Patah di kaki dan tanganku," ucap Lucas yang memberitahu sang Kakak mengenai kegilaan Angel.


Angel yang merasa diingatkan lagi dengan kejadian beberapa tahun yang lalu itu seketika kembali meradang. Ia berusaha menghampiri kembali Lucas, namun dengan gerakan cepat Leon mencegahnya karena ia tahu dengan sifat yang dimiliki seseorang jika sudah merasa terpancing amarahnya.


"Sini kau, pecu*dang. Hadapi aku, jangan sembunyi dibalik ketiak Kakakmu," teriak Angel sambil berusaha melepaskan diri dari cekalan tangan kekar Leon.


Zein pun memberi kode agar Leon membantunya untuk membawa Angel keluar dari sana. Ia tak ingin sampai adiknya itu babak belur di tangan Angel.


"LEPASKAN AKU," teriak Angel dalam dekapan Leon. Leon yang kesusahan untuk menarik tubuh Angel akhirnya mau tak mau ia memanggul tubuh Angel bagaikan sekarung beras.


"LEPASKAN," teriak Angel sambil memukul-mukul punggung Leon dengan sekuat tenaganya. Leon sebenarnya merasakan sakit tapi ia harus menahannya sampai keduanya benar-benar keluar dari acara pesta tersebut.


"Baji***. Lepaskan aku,'' sampai di depan villa, Angel masih teriak-teriak seperti orang yang benar-benar sudah kehilangan kewarasannya. Kemudian ia merasakan tubuhnya dihempaskan di samping mobil.


brak


Melihat ia kini sudah bebas dari laki-laki itu, Angel kemudian kembali berjalan menuju ke arah villa tadi. Namun belum sempat ia melangkah jauh, tangan kanannya ditarik lagi oleh laki-laki tak dikenalnya itu.


"Hentikan, kelakuanmu sangat memalukan." Mendengar ucapan tersebut seketika membuat darah Angel langsung mendidih.


Bugh


"Jangan ikut campur, atau kau juga akan mati di tanganku."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2