Sang Penakluk Cassanova

Sang Penakluk Cassanova
Bab 72 Weekend


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


''Berapa lama loe disana, Nya?'' tanya Renata kepada Vanya. Hari ini adalah hari Sabtu. Renata mendatangi Apartemen Vanya, menghabiskan waktu bersama sebelum ditinggal Vanya pergi ke negara tetangga.


Beberapa waktu lalu Vanya mendapatkan tawaran dari salah satu brand pakaian yang berasal dari negara Singapura itu. Tawaran itupun langsung disetujui olehnya. Apalagi disandingkan dengan salah satu model pria papan atas, membuat Vanya tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ia berharap melalui pekerjaan nya kali ini, ia bisa lebih lagi melebarkan sayapnya sampai ke mancanegara.


''Em, sepertinya seminggu deh. Lihat saja nanti,'' jawab Vanya tanpa melihat ke arah Renata. Saat ini ia tengah menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa ke negara Singapura. Ia mendapat pekerjaan disana selama seminggu, kata dari pihak brand. Sebagai sahabat, Renata merasa iri karena Vanya mampu mengepakkan sayapnya ke kancah internasional. Sedangkan dirinya belum bisa.


Renata masih membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan Vanya. Mungkin karena Vanya adalah kekasih dari Marcell - bos-nya sendiri seperti kata para model lain. Tapi Vanya dan Renata tak pernah ambil pusing dengan semua rumor yang beredar.


''Ck, menyenangkan sekali sepertinya. Kamu bisa foto sama si hot Jonathan Crush. Huh, andaikan saja aku juga bisa ikutan,'' ucap Renata. Lalu ia menopang dagunya dengan kedua tangan sambil melihat ke arah Vanya. Sedangkan Vanya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya.


Membayangkan bagaimana tubuh seksi Jonathan Crush membuat wajah Renata tiba-tiba merona. Dan senyuman nya tampak menggeligan bagi Vanya yang melihatnya.


''Hei, bayangin apaan loe, Ren. Dasar,'' tegur Vanya seakan tahu apa yang dipikirkan oleh sahabatnya itu.


''Ck, ganggu aja sih,'' gerutu Renata yang sebal karena Vanya membuyarkan angan-angannya. Vanya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd Renata.


''Asal loe tahu saja bagaimana perjuangan gue buat ngerayu si Arga biar ngijinin nerima job ini,'' ucap Vanya. Renata hanya mendengus mendengarnya. Butuh rayuan maut agar meluluhkan hati Arga yang sangat keras itu. Yah meski rayuan itu tak jauh-jauh dari kegiatan ranjang mereka.


''Ha-ha-ha,'' Renata hanya bisa tertawa mendengar keluh Vanya. Sedangkan Vanya hanya mendengus kesal melihat tawa ejek Renata.


Siapa yang tak kenal dengan model kebanggaan Singapura, Jonathan. Jonathan Crush merupakan salah satu model pria yang berasal dari Singapura. Ia sudah melanglang buana menjadi model hingga ke Hollywood. Tentu saja Renata hanya bisa gigit jari melihat kesempatan yang dimiliki oleh Vanya. Bahkan karier dulunya Jonathan dimulai saat dirinya masih sekolah dasar. Mengikuti berbagai casting iklan maupun akting. Hingga kini membuatnya menjadi salah satu model yang sangat diperhitungkan dalam dunia modeling.

__ADS_1


''Dasar. Gue kesana itu karena kerjaan, Ren. Bukan main-main,'' ucap Vanya sambil mengecek kembali barang bawaannya itu. Setelah dirasa sudah, ia menutup koper kecil itu dan meletakkannya di samping nakas.


''Haih, yang jelas gue iri banget sama loe,'' ucap Renata tak mau kalah sambil merebahkan tubuhnya di ranjang milik Vanya. Menatap langit-langit kamar sambil membayangkan wajah tampan dari lawan model Vanya nantinya.


''Sudah-sudah. Ayo keluar, gue udah laper.'' sahut Vanya seraya berjalan meninggalkan Renata yang masih terlentang di atas ranjang.


Mau tak mau Renata pun beranjak dan mengikuti langkah Vanya.


Kini keduanya sudah berada di ruang tengah. Menikmati beberapa makanan siap saji yang tadi sudah dipesan mereka sambil menikmati siaran televisi. Baik Vanya dan Renata saat ini duduk di atas karpet sambil bersandar pada sofa disana.


''O iya, bagaimana dengan si doi? Dia tahu nggak kalau loe mau ke Singapura ?'' tanya Renata penasaran.


''Arga maksud nya?'' tanya Vanya dan diangguki oleh Renata.


''Ya jelas tahu lah. Setiap gue nerima job, dia orang pertama yang harus gue kasih tahu sebelum dia tahu dari orang lain. Loe tahu sendiri kan dia orang nya gimana? Bisa-bisa gue di hajar habis-habisan kalau ketahuan ambil pekerjaan yang tak ia ketahui.'' ucap Vanya sambil memijat pelipisnya pelan. Ia pun tak bisa berkutik lagi jika berhadapan dengan singa yang selalu haus belaian itu.


''Ha-ha-ha. Gue masih ingat banget kejadian sebulan yang lalu. Dia bisa sampai bikin loe susah jalan hanya karena melihat foto loe yang bermesraan dengan model pria lain. Ha-ha-ha,'' tawa Renata sangat terdengar menyebalkan di telinga Vanya. Ia merasa sahabatnya itu bersenang-senang di atas penderitaan nya.


''Kelihatan banget ya loe, bersenang-senang di atas penderitaan gue. Sebagai sahabat mestinya simpati kek ke gue. Lah ini enggak, boro-boro kasihan. Eh, malah diketawain. Emang ngeselin loe, Ren.'' ucap Vanya sambil melahap kripik kentang kesukaannya itu.


Sedangkan Renata masih tertawa sambil sesekali meminum jus jeruknya.


Kedua wanita itu menikmati weekend mereka hanya dengan berbagai makanan dan ditemani serial drama yang dilihat di salah satu saluran televisi milik Vanya.

__ADS_1


''Nya?'' panggil Renata beberapa saat kemudian.


''Hm,'' jawab Vanya santai. Pandangan keduanya masih terpatri pada layar televisi itu.


''Menurut loe David itu orang nya gimana?'' tanya Renata yang seketika mendapatkan pandangan menyipit dari Vanya.


Merasa dirinya diperhatikan oleh Vanya, Renata berusaha untuk tak mengalihkan pandangan dari layar televisi itu. Seakan tahu bahwa Renata menghindari kontak mata dengan dirinya, membuat Vanya berdecih.


''Cih, katanya loe gak ada rasa sama dia. Terus ngapain tiba-tiba loe nanya ke gue?'' tanya Vanya.


''Haih, sudahlah. Lupakan,'' ucap Renata akhirnya. Vanya bisa melihat wajah Renata yang kini berubah menjadi cemberut. Vanya cekikikan dalam hati.


'Rasain, loe. Makanya jadi orang jangan gembar-gembor bilang kalo benci sama orang. Nah gini nih akhirnya, diam-diam malah suka. Ha-ha-ha,' batin Vanya yang menertawakan Renata karena termakan oleh omongan nya sendiri.


''Lah. Bukannya dulu gue juga udah bilang kan sama loe, Ren. Jangan sampai loe itu benci sama orang. Bisa jadi nantinya loe akan suka bahkan bisa cinta ama tuh orang yang loe benci,'' ucap Vanya santai.


Mendengar ucapan Vanya membuat Renata dibuat salah tingkah.


''Si-siapa yang suka sama tuh cowok? Ngarang loe. Gue kan cuma nanya doang. Kalau emang gak mau jawab yaudah si,'' ucap Renata yang terkesan malah sewot pada Vanya.


Vanya semakin yakin dengan tebakannya jika sahabatnya itu mulai merasakan getaran cinta pada laki-laki yang merupakan sahabat dari Arga.


''Iya-iya. Gak usah sewot gitu juga kali, Ren. Gue kan cuma omong doang. Hi-hi-hi,'' ucap Vanya namun disertai cekikikan di akhir kalimatnya.

__ADS_1


''Ck, menyebalkan.''


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2